Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Kamis, 27 Januari 2011

Alam Lumbini - Berastagi

Kabupaten Karo punya wisata religius khususnya bagi ummat Budha, yaitu Pagoda Lumbini yang terletak di Berastagi. Jika dari arah Medan setelah Tahura ( Taman Hutan Rakyat) belok kiri menuju desa Basam. Selain rumah ibadah Pagoda Lumbini, daerah ini ini juga disulap dengan tempat wisata lain dengan pernak pernik untuk wisata alam. Maka tak heran selain melihat Pagoda Lumbini yang didominasi warna kuning keemasan banyak dikunjungi oleh masyarakat yang bukan beragama Budha.Konon kabarnya Pagoda Lumbini di Berastagi merupakan prototipe dari Pagoda Lumbini yang ada di India dan terbesar kedua di Asia. Tanggal 23 Januari 2011, saya berkesempatan menmgunjungi Pagoda Lumbini bersama keluarga. Ada kebanggaan tersendiri Tanah Karo dijadikan tempat pendirian rumah ibadah ini dengan harapan dapat menjadi alternatif wisata sekaligus menambah kerukunan ummat beragama untuk di Tanah Karo Simalem ini.

Sabtu, 25 Desember 2010

Pengajian Akbar BKMT Kec.Naman Teran di desa Kuta Rakyat

Saya diamanahkan untuk memberikan tausiyah pada pengajian akbar yang dilaksanakan oleh BKMT Kec.Naman Teran. Kegiatan ini berlangsung sekali sebulan dengan tempat yang selalu bergiliran dari satu desa ke desa yang lain. Ada rasa salut dan kita harus memberikan apresiasi kepada pengurus BKMT Kab.Karo yang secara serius mencoba menggerakkan dakwah khususnya kaum ibu di berbagai kecamatan. Apa yang dilakukan oleh pengurus BKMT adalah sebuah upaya untuk menggerakkan dakwah di Kabupaten Karo yang selama ini sangat minim sekali. Permasalahan dakwah di Kabupaten Karo adalah permasalahan yang harus dipecahkan bersama-sama oleh semua elemen baik itu ormas ISlam maupun tokoh-tokoh masyarakat. Kekurangan da'i (pembimbing agama), sangat sedikitnya Taman Baca Al-Quran adalah dua persoalan yang sangat krusial di Kabupaten Karo.Alhamdulillah sampai saat ini ada beberapa lembaga dakwah yang mengirimkan dai ke Tanah Karo, tetapi dengan luas daerah ( lebih kurang 265 ) dengan geografis yang sangat sulit untuk dijangkau membuat gerakan dakwah belum menunjukkan hasilnya. Namun begitu, kita bersyukur berbagai usaha baik secara lembaga maupun perorangan sudah berupaya untuk memberikan dakwah di Kabupaten Karo, seperti yang dilakukan oleh BKMT Kab.Karo melalaui pengajian akbar seperti yang dilakukan pada bulan ini ( Desember 2010 ) di desa Kuta Rakyat. Alhamdulillah pengajian ini dihadiri berbagai jamaah dari berbagai desa. Cukup banyak. Itu menunjukkan betapa antusiasnya mereka untuk mengikuti kegiatan dakwah. Pada kesempatan tausiyah, saya kembali mengingatkan tentang musibah gunung Sinabunbg yang baru dialami oleh masyarakat nKab.Karo khususnya desa sekitar desa Kuta Rakyat yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Gunung Sinabung. Saya ingat kembali kepada jamaah bahwa musibah yang kita terima adalah karena kita telah semakin jauh dari melaksanakan perintah Allah dan banyak melakukan kemungkaran dengan mengutip firman Allah dalam Al-Quran Surat As-Syura:30. Musibah itu mari kita renungkan untuk kembali bertobat dan melaksanakan perintah Allah Swt. Selesai kegiatan tausiyah, saya berkesempatan mendengarkan keluh kesah jamaah khususnya tentang minimnya pembinaan dakwah dan berharap sangat untuk tetap mengadakan kunjungan secara rutin ke desa mereka dalam rangka memberikan pembinaan dakwah. Selain itu juga mengharapkan bantuan berupa buku-buku iqra untuk bacaan anak-anak di desa tersebut. Sebelum pulang, pengurus BKM Masjid menyempatkan untuk membawa kami melihat masjid yang beberapa waktu yang lalu mengalami kerusakan akibat bendungan air jebol dan meruntuhkan pagar masjid dan merobohkan rumah nazir. Tentu mereka berharap bantuan dari berbagai pihak kiranya dapat membantu untuk membangun kembali bagian-bagian yang rusak.

Minggu, 19 Desember 2010

Peresmian Masjid Desa Rumah Kabanjahe






Alhamdulillah, tidak berapa lama lagi desa Rumah Kabanjahe akan memiliki masjid sebagai tempat ibadah dan kegiatan dakwah. Hal ini ditandai dengan dimulainya peresmian pembangunan masjid yang diberi nama Masjid Amal Bakti dengan mengadakan GAS ( Gerakan Amal Soleh ). Alhamduilillah hasil pengumpulan sumbangan ini terkumpul biaya yang diperlukan untuk pembangunan masjid desa Rumah Kabanjahe Kec.Kabanjahe. Peresmian dan penggalangan dana ini dihadiri oleh tokoh-tokoh agama,antara lain: H.Mulia Purba, H.Sajidan Selian,Drs.H.Erwin Tanjung, H.Bakhtiar ( Kepala cabang BNI Kabanjahe )Tokoh Muda Ganding Sitepu. Selain itu juga dihadiri oleh lembaga pembina keagamaan dari Nangroe Aceh darussalam ( PT Arun ). Pada acara tersebut juga dihadiri Calon Bupati Karo Jambi dab Wakilnya Terkelin Purba. Disamping juga dihadiri oleh para undangan baik dari ormas , pengajian dan tokoh masyarakat.

MUI Kab.Karo Hadiri Acara Muzakkarah 1 Muharram

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indoinesia pada tranggal 17 November 2010 bertepatan dengan 1 Muharram 1432 H mengikuti acara Muzakkarah Muharram 1432H yang dilaksanakanb oleh DP Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara. DP MUI Kab.Karo mengirimkan utusan sebanyak3 orang terdiri dari Drs.H.Ewrwin Tanjung, Drs.Abdul Gani Panjaitan dan Muhammad Syarief, S.Ag

Rabu, 01 Desember 2010

TEKAD

jatuh dan jatuh lagi kalah kembali kalah tak mampu bertahan tak punya daya tahan yang tangguh untuk kalahkan angan-angan kosong dan aku selalu tak mampu bertahan untuk berdiri tegak menjauhi bayang-bayang ( Aku tak ingin kalah lagi ) Kabanjahe, 30 November 2010

Sabtu, 13 November 2010

Peta Dakwah Kabupaten Karo

Buku Propil Dakwah Kabupaten Karo adalah buku yang menggambarkan tentang peta dakwah / kegiatan dakwah di Kabupaten Karo. Buku ini sebuah pendataan tentang gerakan dakwah di berbagai desa di Kabupaten Karo. Hasil pendataan ini cukup memberikan sebuah kesimpulan bahwa gerakan dakwah di Kab.Karo sangat memprihatinkan. Download Peta Dakwah Kabupaten Karo

Rabu, 27 Oktober 2010

Catatan Pilkada Karo dan Suara Islam

Diskusi panjang bersama rekan-rekan MTA ( Majelis Tafsir Al-Quran )Kab.Karo cukup membuat segar setelah satu harian memantau Pilkada Karo yang berlangsung hari ini ( 23 Oktober 2010 ). Diskusi bermula dari hasil semantara pilkada Karo.Untuk sementara pasangan Siti Aminah memperoleh suara terbanyak. Tinggal menunggu siapa saingannya pada putaran kedua. Mungkin pasangan nabari atau pasangan Karo Jambi. Sudah tentu putaran kedua akan sangat menarik sekaligus juga masyarakat bisa panen besar dengan harga suara yang tinggi. Heheheh..hanya canda saja. Kecewa ? Itulah yang kami rasakan bersama. Kenapa? Karena calon Islam baik sebagai bupati maupun wakil bupati hanya mampu bertahan pada babak pertama tidak mampu bertarung pada babak selanjutnya. Padahal ada harapan besar bahwa calon bupati yang diusung ummat Islam bisa mampu melaju pada babak selanjutnya. Hal ini mengingat jumlah ummat Islam yang lebih kurang 30 %. Tapi yang terjadi pasangan H.Ramli Purba dan Ronny Barus hanya memperoleh suara kurang dari 7rb suara. Jelas perolehan suara ini jauh dari yang diduga. Apa yang dapat kita pelajari dari hassil pilkada ini ? Hasil diskuisi yang panjang ini menyimpulkan bahwa gagalnya kegiatan dakwah selama ini.Dakwah yang tidak terlaksana dengan maksimal. Banyaknya desa ( lebih kurang 265 desa ) yang belum mampu kita beri sentuhan dakwah. Dan dakwah yang tidak mampu memberikan pencerahan kepada ummat. Hasil ini membuat sebuah kesimpulan begitu lemahnya kebersamaan dan kekompakan ummat Islam ketika memilih seorang pemimpin. Ada sebuah kekecewaan hasil diskusi yang panjang itu dengan sebuah pertanyaan . Munculnya tiga calon bupati dan wakil bupati dari kalangan Islam membuat pecahnya suara Islam. Belum lagi, adanya tim sukses dari calon lain yang merupakan tokoh / ustad dari kalangan Islam. Hal yang lain yang dapat kita baca dari hasil pilkada Karo ini adalah menggambarkan betapa lemahnya (kekuatan) Islam. Ummat Islam akan dipandang sebelah mata dan tidak memiliki kekuatan yang dapat diandalkan. Kami yang sedang diskusi panjang, sepakat untuk diambil pelajaran dari hasil pilkada ini. Ummat Islam harus belajar dan menyususn barisan memperkuat gerakan dakwah untuk mem,berikan pencerahan kepada ummat. Harus ada sebuah upaya untuk memperkuat barisan . Dan itu harus dumulai sejak awal.Sebuah upaya berat apalagi untuk lima tahun kedepan. Harus ada sebuah upaya terobosan-terobosan yang brillian khususnya dalam gerakan dakwah untuk memberikan pencerahan kepada ummat islam. Dan ini perlu orang-orang yang yang ikhlas menyediakan waktunya, tenaganya, pemikirannya dan semuanya. Itu bukan sebuah usaha yang mudah, tapi orang-orang seperti pasti ada. I nsya Allah