Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Jumat, 21 Agustus 2026

Khutbah Jumat : Jangan Menunggu Penyesalan di Akhirat

KHUTBAH JUMAT

JANGAN MENUNGGU PENYESALAN DI AKHIRAT

Renungan QS. Al-Mulk Ayat 11

Oleh : Erwin Tanjung

 

KHUTBAH PERTAMA

Pembukaan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ.

 

 

 

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang sampai hari ini masih memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, dan yang paling penting, nikmat kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad , kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajarannya hingga hari kiamat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Takwa bukan hanya berarti takut kepada Allah. Takwa berarti menjaga diri agar kehidupan kita selalu berada dalam ketaatan kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan selalu mengingat bahwa suatu hari nanti kita akan kembali menghadap kepada-Nya.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Tema khutbah kita hari ini adalah:

“Jangan Menunggu Penyesalan di Akhirat.”

Mengapa tema ini penting?

Karena manusia sering kali menyadari kesalahan setelah semuanya terlambat.

Ketika masih sehat, kita sering lupa bahwa suatu saat kita akan sakit.

Ketika masih muda, kita lupa bahwa suatu saat kita akan tua.

Ketika memiliki waktu, kita sering mengatakan, “Nanti saja.”

Ketika memiliki kesempatan beribadah, kita mengatakan, “Besok saja.”

Ketika mempunyai kesempatan meminta maaf, kita berkata, “Nanti kalau sudah tenang.”

Padahal kita tidak pernah tahu apakah kita masih memiliki hari esok.

Allah SWT menggambarkan penyesalan manusia di akhirat dalam QS. Al-Mulk ayat 10–11.

Allah berfirman:

 

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ۝ فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ

Artinya:

“Dan mereka berkata, ‘Sekiranya dahulu kami mendengarkan atau memikirkan, niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.’ Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah mereka dari rahmat Allah bagi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Jamaah rahimakumullah,

Perhatikan kalimat mereka:

لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ

"Sekiranya dahulu kami mau mendengarkan atau mau berpikir..."

 

Ada kata “sekiranya”.

Tetapi pada saat itu, kata “sekiranya” sudah tidak berguna.

Mereka menyesal.

Mereka mengakui kesalahan.

Mereka menyadari bahwa peringatan para rasul adalah benar.

Tetapi kesempatan untuk kembali ke dunia sudah tidak ada.

 

PENYESALAN TERBESAR DI AKHIRAT

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Manusia di dunia sering takut kehilangan harta.

Takut kehilangan pekerjaan.

Takut kehilangan jabatan.

Takut kehilangan rumah.

Takut kehilangan kendaraan.

Takut kehilangan orang yang dicintai.

Tetapi sering kali kita tidak takut kehilangan kesempatan untuk beramal.

Padahal yang akan kita bawa ketika meninggalkan dunia bukan rumah kita.

Bukan kendaraan kita.

Bukan jabatan kita.

Bukan uang kita.

Yang akan menemani kita adalah amal kita.

Rasulullah bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ، وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Artinya:

“Ada tiga hal yang mengikuti jenazah: keluarganya, hartanya dan amalnya. Dua di antaranya akan kembali, sedangkan satu akan tetap bersamanya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sementara amalnya akan tetap bersamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah sekalian,

Ketika seseorang meninggal dunia, keluarganya akan mengantarkan sampai pemakaman.

Setelah itu mereka pulang.

Rumahnya kembali kepada keluarga.

Hartanya dibagikan.

Jabatannya digantikan.

Tetapi amalnya tetap bersamanya.

Karena itu, jangan sampai kita terlalu sibuk mengumpulkan sesuatu yang akan kita tinggalkan, tetapi lupa mempersiapkan sesuatu yang akan kita bawa.

 

KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH SEMENTARA

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." ( Qs. Ali Imran: 185 ()

Ayat ini sangat sederhana, tetapi sangat dalam.

Allah tidak mengatakan:

“Sebagian manusia akan mati.”

Allah mengatakan:

كُلُّ نَفْسٍ

Setiap jiwa.

Artinya, tidak ada seorang pun yang akan selamanya hidup di dunia.

Orang kaya akan mati.

Orang miskin akan mati.

Pejabat akan mati.

Rakyat akan mati.

Orang terkenal akan mati.

Orang yang tidak dikenal juga akan mati.

Kita semua akan kembali kepada Allah.

Persoalannya bukan apakah kita akan mati.

Persoalannya adalah:

Apa yang sudah kita siapkan untuk menghadapi kematian?

 

JANGAN MENUNDA TAUBAT

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Salah satu tipu daya setan adalah membuat manusia merasa masih memiliki banyak waktu.

Ketika ingin beribadah, setan membisikkan:

"Nanti saja."

Ketika ingin membaca Al-Qur'an:

"Besok saja."

Ketika ingin bersedekah:

"Nanti kalau sudah kaya."

Ketika ingin memperbaiki salat:

"Nanti kalau sudah tua."

Ketika ingin meminta maaf:

"Tunggu waktu yang tepat."

Padahal tidak ada yang menjamin kita masih hidup sampai “nanti”.

Allah SWT berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." ( Qs. An-Nur: 3`1 )

Perhatikan, Allah memanggil:

أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman."

Ini menunjukkan bahwa taubat bukan hanya untuk orang yang merasa dirinya sangat berdosa. Orang saleh pun perlu bertaubat.

Orang yang rajin beribadah pun perlu bertaubat.

Karena manusia tidak pernah luput dari kesalahan.

 

KESEMPATAN HIDUP ADALAH NIKMAT

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kalau hari ini kita masih hidup, sebenarnya Allah sedang memberikan kepada kita kesempatan yang sangat besar.

Kesempatan untuk memperbaiki salat.

Kesempatan untuk membaca Al-Qur'an.

Kesempatan untuk bersedekah.

Kesempatan untuk berbakti kepada orang tua.

Kesempatan untuk meminta maaf kepada pasangan.

Kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan saudara.

Kesempatan untuk meninggalkan dosa.

Kesempatan untuk bertaubat.

Jangan tunggu kehilangan sesuatu baru kita menyadari nilainya.

Sering kali seseorang baru sadar betapa berharganya kesehatan ketika sudah sakit.

Baru sadar betapa berharganya orang tua ketika mereka sudah meninggal.

Baru sadar betapa berharganya waktu ketika usia sudah tua.

Dan manusia baru benar-benar menyadari nilai kesempatan beramal ketika kematian telah datang.

 

 

 

ORANG CERDAS ADALAH ORANG YANG MEMPERSIAPKAN AKHIRAT

Rasulullah bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

Artinya:

"Orang yang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." (HR. Tirmidzi)

Jamaah rahimakumullah,

Dalam pandangan manusia, orang cerdas mungkin adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi.

Orang yang mempunyai banyak harta.

Orang yang mempunyai jabatan.

Tetapi Rasulullah memberikan ukuran kecerdasan yang lebih dalam:

Orang cerdas adalah orang yang mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

Maka marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing:

Sudahkah kita memperbaiki salat?

Sudahkah kita meninggalkan dosa yang kita tahu?

Sudahkah kita meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti?

Sudahkah kita berbakti kepada orang tua?

Sudahkah kita memberikan hak keluarga kita?

Sudahkah kita memperbanyak sedekah?

Sudahkah kita membaca Al-Qur'an?

Dan yang paling penting:

Jika hari ini Allah memanggil kita, apakah kita sudah siap menghadap-Nya?

 

JANGAN MENJADI ORANG YANG MENYESAL

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah menggambarkan penyesalan manusia pada saat kematian datang.

Allah berfirman:

رَبِّ ارْجِعُونِ ۝ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

"Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan."  (QS. Al-Mu'minun: 99–100)

Lihatlah jamaah.

Ketika kematian datang, manusia meminta:

“Ya Allah, kembalikan aku.”  Mengapa?

Bukan karena ingin kembali membeli rumah.

Bukan karena ingin kembali membeli kendaraan.

Bukan karena ingin kembali mengejar jabatan.

Tetapi karena ingin beramal saleh.

Namun Allah tidak mengembalikannya.

Karena dunia adalah tempat beramal.

Sedangkan akhirat adalah tempat menerima balasan.

Hari ini kita masih berada di tempat beramal.

Hari ini kita masih memiliki kesempatan.

Maka jangan sia-siakan.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Ada beberapa hal yang dapat kita mulai dari hari ini.

Pertama, perbaiki salat.

Jangan biarkan kesibukan dunia membuat kita meninggalkan kewajiban yang paling utama.

Kedua, perbanyak istighfar dan taubat.

Jangan merasa dosa kita terlalu banyak sehingga tidak layak kembali kepada Allah.

Allah Maha Pengampun.

Ketiga, perbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Jangan membawa dendam sampai mati.

Jika kita salah, mintalah maaf.

Jika orang lain salah kepada kita, belajarlah memaafkan.

Keempat, perbanyak amal yang bermanfaat.

Sedekah, membantu orang lain, mengajarkan ilmu, membaca Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, dan berbagai amal kebaikan.

Kelima, persiapkan bekal akhirat.

Allah berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."

(QS. Al-Baqarah: 197)

PENUTUP KHUTBAH PERTAMA

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Jangan menunggu menjadi tua untuk bertobat.

Jangan menunggu sakit untuk mengingat Allah.

Jangan menunggu kehilangan untuk bersyukur.

Jangan menunggu kematian untuk beramal.

Dan jangan sampai kita menjadi seperti yang digambarkan dalam QS. Al-Mulk ayat 11:

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ

"Mereka mengakui dosa mereka."

Semoga kita menjadi orang yang mengakui kesalahan ketika masih hidup, bertaubat sebelum mati, dan memperbaiki diri sebelum datang hari perhitungan.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita simpulkan khutbah hari ini.

Pertama: kematian adalah sesuatu yang pasti.

Kedua: dunia adalah tempat untuk beramal, bukan tempat untuk hidup selamanya.

Ketiga: penyesalan di akhirat tidak lagi berguna.

Keempat: selama kita masih hidup, pintu taubat dan kesempatan beramal masih terbuka.

Karena itu, jangan menunda kebaikan.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya."     (QS. At-Tahrim: 8)

Mari kita pulang dari masjid ini dengan satu tekad:

Tekad untuk memperbaiki salat saya.

Tekad untuk meninggalkan dosa saya.

Tekad untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama.

Tekad untuk memperbanyak amal saleh.

Semoga kita menjadi hamba yang ketika kembali kepada Allah mendapatkan panggilan:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۝ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya."   (QS. Al-Fajr: 27–28)

 

DOA PENUTUP

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

اللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوْبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا، وَارْحَمْ ضَعْفَنَا.

Ya Allah, terimalah taubat kami, ampunilah dosa-dosa kami, tutupilah aib-aib kami, dan rahmatilah kelemahan kami.

اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا.

Ya Allah, perbaikilah hati kami, amal kami, dan keadaan kami.

 

اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami taubat yang sebenar-benarnya sebelum kematian, ketenangan ketika kematian, serta ampunan dan rahmat setelah kematian.

اللّٰهُمَّ احْسِنْ خَاتِمَتَنَا، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.

Ya Allah, perbaikilah akhir kehidupan kami. Jadikan amal terbaik kami sebagai penutup amal kami, dan jadikan hari terbaik kami adalah hari ketika kami bertemu dengan-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami orang-orang yang menyesal di akhirat.

Jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa bertaubat, memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

 


Kamis, 23 Juli 2026

ISTIQOMAH DI TENGAH PUSARAN FITNAH ZAMAN



Allah ﷻ berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya : "Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu, dan demikian pula orang-orang yang telah bertobat bersamamu. Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud 11:112)

Di zaman yang penuh gejolak ini, mempertahankan iman sering kali terasa lebih berat daripada mengucapkan syahadat. Setiap hari kita disuguhi berbagai fitnah yang datang silih berganti. 

Fitnah harta, jabatan, kekuasaan, syahwat, media sosial, informasi yang menyesatkan, hingga budaya yang perlahan mengikis rasa malu, kejujuran, dan kecintaan kepada agama. Tidak sedikit orang yang dahulu rajin beribadah, kini mulai lalai. 

Yang dahulu lembut lisannya, kini mudah mencaci. Yang dahulu menjaga ukhuwah, kini mudah terpecah oleh perbedaan.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya : "Seseorang pada pagi hari masih beriman, namun pada sore hari menjadi kafir. Atau pada sore hari beriman, lalu pagi harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dunia." (HR. Muslim)

Hadis ini tidak sekedar mengingatkan, melainkan agar kita selalu waspada setiap saat. Musuh terbesar seorang mukmin bukan hanya fitnah yang datang dari luar, tetapi juga kelalaian yang tumbuh berlahan di dalam hati dan terus dibiarkan. 

Karena itu, bekal paling berharga di akhir zaman bukan sekadar banyaknya ilmu, melainkan istiqomah tetap teguh di atas jalan Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.

Istikomah bukan berarti tidak pernah jatuh. Istikomah adalah setiap kali tergelincir, segera bangkit dengan taubat. Ketika lalai, segera kembali mengingat Allah. Ketika hati mengeras, segera membasahinya dengan tilawah Al-Qur'an, zikir, doa, dan amal saleh. 

Allah tidak menuntut kita menjadi manusia yang sempurna, tetapi menjadi hamba yang terus kembali kepada-Nya. Hari ini dunia menawarkan banyak jalan pintas menuju kesenangan, tetapi hanya sedikit yang mengantarkan kepada keselamatan. 

Maka janganlah kita menjual akhirat demi kenikmatan yang sesaat. Jangan biarkan derasnya arus zaman menyeret kita menjauh dari Al-Qur'an, masjid, majelis ilmu, dan akhlak mulia. Jadilah seperti pohon yang akarnya menghujam kuat ke bumi; semakin kencang angin bertiup, semakin kokoh ia berdiri.

Sungguh mohonkan kepada Allah agar meneguhkan hati kita di atas agama-Nya hingga akhir hayat. Karena sesungguhnya keberuntungan bukanlah milik orang yang paling terkenal, paling kaya, atau paling berkuasa, tetapi milik mereka yang menghadap Allah dengan iman yang tetap terjaga.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya :"Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. at-Tirmidzi)

Istiqomah di tengah pusaran fitnah zaman adalah ujian terbesar umat Islam, di mana godaan syahwat dan syubhat serta tipu daya informasi datang tanpa henti. 

Sabda Rasulullah ﷺ : 

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

Artinya : "Akan datang suatu zaman kepada manusia, di mana orang yang bersabar mempertahankan agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api."(HR. at-Tirmidzi No. 2260.)

Hadis ini sangat relevan dengan kondisi umat saat ini. Menggenggam bara api adalah sesuatu yang secara naluriah ingin segera dilepaskan karena panasnya menyakitkan. Demikian pula seorang mukmin di akhir zaman. 

Ketika ia memilih jujur sementara kebohongan dianggap biasa, menjaga halal ketika yang haram mudah didapat, menundukkan pandangan saat maksiat tersebar, atau tetap menghadiri masjid ketika banyak orang lalai, ia akan menghadapi tekanan, ejekan, bahkan mungkin dikucilkan.

Namun justru di situlah letak kemuliaannya. Semakin berat ujian untuk mempertahankan agama, semakin besar pula pahala yang Allah sediakan. Karena itu, istiqomah bukanlah tanda bahwa jalan hidup kita akan selalu mudah, melainkan tanda bahwa kita memilih tetap berada di jalan yang benar meskipun penuh ujian.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istikomah, yang tidak tergoda oleh gemerlap dunia, tidak goyah oleh derasnya fitnah zaman, dan menutup usia dengan husnul khatimah.

*SEMOGA BERMANFAAT*

*Silahkan dishare tanpa merubah tulisan*
Sumber: Kajian Jendela Fajar

Senin, 13 Juli 2026

MENULIS OTOBIOGRAFI SENDIRI



Secara umum, biografi adalah kisah atau riwayat hidup seseorang yang telah terbentuk teks. Biografi yang ditulis untuk diri sendiri biasanya berfungsi untuk memperkenalkan diri ke masyarakat umum atau untuk melamar pekerjaan.

Tugas kamu pada pembelajaran ini mampu menulis otobiografi kamu secara singkat sekaligus mampu menyampaikannya secara baik di depan kelas.

Apa yang Harus Ada dalam menulis Biografi Diri Sendiri?
Pada dasarnya, ada beberapa hal penting yang harus ada di biografi, 

Dalam sebuah biografi diri sendiri yang disampaikan adalah:
1. Pengenalan diri dengan nama lengkap dan tempat kelahiranmu.
2. Menceritakan sedikit tentang keluarga, saudara kandung, dan latar belakang orang tua secara singkat, 
3. Menyampaikan riwayat pendidikan beserta nama sekolah atau universitas, serta pengalaman penting ketika menempuh pendidikan tersebut.
4.amu bisa menambahkan peristiwa dan kejadian penting atau kejadian yang mengubah hidup kamu seperti keadaan sekarang. Hal ini berguna untuk memotivasi pembaca bahwa kamu sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu atau mencari pekerjaan.
5. Menyampaikan hal penting yang harus ada selanjutnya yaitu prestasi, kegiatan dan sebagainya secara singkat.

Di bawah ini ada beberapa contoh biografi.

Contoh Pertama
Nama saya adalah Riska Andini, lahir di Jakarta, 17 Juli 1999, Saya adalah anak kedua dari empat bersaudara, dari pasangan Zulkarnain dan Fatimah. Riska adalah nama panggilan saya, saya terlahir di keluarga yang sederhana, ayah saya seorang karyawan pabrik, sedangkan ibu saya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Sejak kecil, saya selalu dinasehati oleh ayah untuk selalu rajin beribadah, jujur dan baik terhadap sesama.

Ketika berumur 7 tahun, saya memulai pendidikan di SDN Cihuni, Jakarta, kemudian setelah lulus melanjutkan pendidikan di SMPN 3 Jakarta di tahun 2011. Setelah lulus dari SMP di tahun 2014, dia mengikuti bibinya tinggal di kota Tangerang dan melanjutkan pendidikannya di SMAN 17 Kabupaten Tangerang.

Ketika menginjak kelas X SMA, saya mengikuti lomba menulis puisi antar sekolah se-Kabupaten Bandung, dan puisinya yang berjudul "Keluargaku" menjadi juara ke 2 dalam perlombaan tersebut. Hal ini membuat saya semangat dalam menulis, terutama puisi-puisi bertemakan kekeluargaan. Bagi saya keluarga merupakan aspek penting yang harus selalu dijaga sampai akhir hayat.

Selain itu, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah, bergabung dengan organisasi Pramuka dan pernah menjabat sebagai OSIS di bidang budi pekerti luhur atau akhlak mulia.

Saat saya masih duduk di kelas XII SMA di jurusan IPS, setelah lulus nanti saya berencana untuk melanjutkan kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indonesia.

Contoh Kedua
Farah tinggal di kota Tangerang dan menjadi salah satu siswi kelas XI, SMAN 12 Kota Tangerang dengan jurusan IPA. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 1999.

Selain memiliki ketertarikan dalam bidang yang berhubungan dengan matematika, ia juga memiliki hobi menggambar, terutama menggambar alam. Baginya menggambar alam bisa menghilangkan kejenuhan setelah pulang sekolah.

Semasa kecil dia pernah tinggal di dekat kali Cisadane dan setiap musim hujan rumahnya selalu kebanjiran dan harus mengungsi ke tempat penampungan. Hal tersebut membuatnya berpikir bahwa datangnya banjir tersebut bukan semata karena faktor alam saja, namun juga karena faktor manusia yang sering membuang sampah sembarangan ke sungai.

Itulah yang membuatnya untuk ikut menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Dia pun bergabung dengan komunitas peduli lingkungan di kota Tangerang, setiap akhir pekan ia melakukan penyuluhan dan bakti sosial kepada masyarakat sekitar.

Saat ini Farah tinggal bersama orang tuanya di perumahan Bonang no 17. Selain aktif di komunitas peduli lingkungan, ia juga aktif di komunitas menggambar dan juga komunitas tanam hias.

Contoh Ketiga
Ahmad Fikri atau sering dipanggil Iky memiliki hobi membaca dan bermain futsal. Ia lahir di kota Jakarta pada tanggal 20 Februari 1997 dari pasangan Anton dan Eliza. Iky memiliki seorang kakak bernama Gita Apriani yang sudah menikah dan kini tinggal bersama suaminya di Bandung. Ia juga memiliki sepasang adik kembar perempuan bernama Ocha dan Acha yang berusia 8 tahun.

Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 2003 - 2009 di SDN Duren Tiga. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN 1 Jakarta dari tahun 2010 - 2013. Kemudian melanjutkan sekolah ke SMAN 8 Jakarta. Di SMA ini, dia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan juga aktif dalam organisasi OSIS. Bahkan ia pun sempat menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahnya.

Dia memiliki cita-cita dalam beberapa tahun mendatang untuk bisa bergabung dengan Tim Nasional Futsal Indonesia dan membawa harum nama Bangsa di Asia dan Dunia. Diantaranya: Juara II Piala Jakarta 2015, juara I futsal Hardiknas Cup 2015.

Contoh Keempat
Nama saya Muhammad Haikal. biasa dipanggil Haikal. Saya lahir di Jakarta, 24 April 1994, saya anak kedua dari tiga bersaudara, ayah saya bernama Muhammad Bara dan ibu saya bernama Siti Fatimah. Ayah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan ibu saya sebagai Pegawai Swasta disuatu Perusahaan.

Saya bersekolah SD di SD Negeri 5, saya melanjutkan SMP di SMP Mutiara, yang letaknya tidak jauh dekat dengan sekolah SD saya. Saya melanjutkan SMA di SMA Negeri 7 Jakarta, disitulah saya mengenakan seragam putih abu-abu dan menuntut ilmu selama 4 tahun.

Saya mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat SMA, dan melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya dengan Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen di kota Malang. Saya mendapat gelar S1 Sarjana Ekonomi pada 17 Mei 2016.

Demikian penjelasan mengenai contoh biografi diri sendiri. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin membuat biografi sebagai keperluan personal.

Contoh Kelima
Nama saya Rita Agustin, saya dibesarkan oleh keluarga yang bukan dari keturunan darah biru. Ayah dan ibu saya berasal dari keluarga sederhana di Tangerang. Saya lahir pada tanggal 12 Juni 1999, kemudian saya melanjutkan sekolah SMP di SMPN 3 Tangerang, dan lanjut ke SMAN 8 Tangerang.

Saya memiliki kakak perempuan yang selalu menyempatkan untuk mengajari saya mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang saya bawa dari sekolah. Saya memiliki hobi olahraga di bidang bulu tangkis. Saya pernah mendapatkan juara II dari Kota Tangerang.

Saat ini saya masih melanjutkan SMA Negeri 8 di Tangerang. Saya memiliki cita-cita untuk meneruskan hobi saya ke jenjang yang lebih matang sebagai atlet bulu tangkis.

Demikian penjelasan mengenai contoh biografi diri sendiri. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin membuat biografi sebagai keperluan personal.




Rabu, 03 Juni 2026

FKUB Karo Berkunjung ke Masjid Lama Kabanjahe

Hari ini (Rabu, 3/6/2026) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab.Karo berkunjung ke Masjid Lama Kabanjahe. Masjid Lama Kabanjahe adalah masjid yang tertua di Kabupaten Karo yang telah dibangun sekitar tahun 1904. Masjid ini terletak jalan masjid Kelurahan Lau Cimba. Kunjungan FKUB Karo dalam memenuhi undangan Panitia Pembangunan Renovasi Masjid Lama Kabanjahe sekaligus memverifikasi perlengkapan administrasi sebagai persyaratan dikeluarkan rekomendasi oleh FKUB Karo untuk membangun sebuah rumah ibadah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 bahwa rekomendasi dari FKUB merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk membangun sebuah rumah ibadah.

Rombongan FKUB Karo yang terdiri dari Drs.H.Erwin Tanjung, Justianus Purba, Drs. Harmonis Bukit, Budiyono dan Johanes disambut panitia pembangunan antara lain Siddik Surbakti, H.Makmur Jambak, Duddy Utomo . Selain itu pertemuan ini juga dihadiri oleh Lurah Lau Cimba Rahmat Tampune dsn Kepling Hemat Brahmana serta beberapa masyarakat.

Pertemuan verifikasi berjalan dengan baik penuh keramahan diselingi dengan candaan. Justianus Purba Sekretaris FKUB Karo pada kesempatan tersebut menyampaikan secara umum persyaratan administrasi oleh panitia pembangunan telah terpenuhi untuk FKUB Karo mengeluarkan rekomendasi. Duddy S.Utomo mewakili panitia pembangunan menyampaikan ucapan terima kasih kepada FKUB Karo atas koordinasi demi kelancaran kelengkapan berkas. Lurah Lau Cimba Rahmat Tampune pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah akan membantu masyarakat apabila terkait dengan pembangunan rumah ibadah . Beliau berharap pembangunan segera selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat. Pada akhir pertemuan Drs.H.Erwin Tanjung Wakil Ketua FKUB Karo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lurah Lau Cimba dan Kepling Lau Cimba yang telah mendukung pembangunan Masjid Lama Kabanjahe begitu juga seluruh panitia pembangunan yang telah bekerja. Beliau juga menyampaikan FKUB Karo secepatnya akan mengeluarkan rekomendasi agar pembangunan Masjid Lama Kabanjahe segera dimulai.

Mengakhiri pertemuan ini seluruh peserta pertemuan menikmati makan siang bersama di teras masjid Lama Kabanjahe yang disediakan oleh panitia pembangunan Masjid Lama Kabanjahe. 








Kamis, 21 Mei 2026

Tour Samosir Bersama SMAN 1 Tiganderket

SMAN 1 Tiganderket Kabupaten Karo melakukan kegiatan Tour Samosir selama dua hari. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 15-16 Mei 2026. Tour Samosir ini sebagai sebuah kegiatan penyegaran sekaligus rapat Koperasi SMAN 1 Tiganderket.

Keberangkatan Tour Samosir keluarga besar SMAN 1 Tiganderket pada pukul 07.00 dari Kabanjahe via Sidikalang)Tele. Rombongan tiba di Menara Pandang Tele pukul 10.30 wib, kemudian dilanjutkan ke objek wisata Sibeabea serta ke Bukit Holbung.

Malam harinya rombong menikmati hiburan air menari / air mancur di lokasi Waterfront yang ikon wisata Pangururan. 
Hari Sabtu (16/5/2026) usai sarapan pagi kegiatan dilanjutkan dengan menikmati indahnya panorama di seputaran Waterfront Pangururan, setelah itu menikmati indahnya danau Toba di Pantai Batu Holda. Sebelum kembalu pulang ke Kabanjahe rombongan melakukan wisata belanja di pasar wisata Tomok.
ini