Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Rabu, 04 Oktober 2023

KRITERIA PENGHUNI SURGA


اَلَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اِنَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ‌ۚ

16. (Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka. ( QS. Ali Imran:16 )

Ayat ini tentang ciri-ciri atau karakter orang-orang calon penghuni surga . Ayat sebelumnya QS. Ali Imran :15 menceritakan tentang surga.

Ciri-ciri calon penghuni surga adalah orang-orang yang senantiasa berdoa. Di dalam doa ada tiga hal yang disampaikan.

Pertama, menyatakan keimanan. Ini mengandung makna tetap beriman dan komitmen terhadap keimanan serta mempertahankan setiap saat nilai-nilai keimanan.

Kedua, memohon ampunan. Ini mengandung setiap saat tetap bermohon ampunan. Merasa diri bersalah. Semangat mohon ampun ini juga mengandung kehati-hatian jangan sampai melakukan dosa.

Ketiga, mohon perlindungan dari siksa api neraka. Ini mengandung makna bahwa ada rasa ketakutan yang dalam akan siksaan neraka. Sebagai seorang harus banyak membaca untuk mengetahui tentang betapa beratnya siksa yang diterima penghuni neraka.

Semoga renungan QS Ali Imran ini mengantarkan kita menjadi penghuni surga.

Selasa, 03 Oktober 2023

PERANAN GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA ( SEBUAH AKSI NYATA )



Peranan guru sangat menentukan sekali dalam proses belajar mengajar di ruang kelas. Kurikulum Merdeka memberikan perhatian yang serius terkait peran guru untuk menyukseskan proses belajar mengajar. Seorang guru tentu harus sejak awal memahami dan memngenali dirinya sebagai seorang guru sekaligus perannya sebagai tenaga pendidik. Kemampuan ini menjadi dasar yang sangat menentukan sukses tidaknya seorang guru dalam mengelola kelasnya.


Seorang guru harus memiliki visi mau jadi guru seperti apa ke depan ! Seorang guru harus mampu merancang apa yang harus dilakukannya. Bagaimana dia melakukannya proses pembelajaran di depan kelas. Guru harus punya target menjadi guru yang terbaik di depan peserta didiknya. Guru harus mampu mengelola ruang kelas untuk mengantarkan peserta didiknya menjadi manusia yang  terbaik. Mengelola proses belajar mengajar sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka. Sebab itulah guru harus terus mengasah kemampuannya  agar menjadi guru yang terbaik.

 

Guru yang terbaik adalah guru yang mampu memahami dan mengenal siswanya.

Guru yang terbaik adalah guru yang mampu mendidik dan mengajar

Guru yang terbaik adalah guru yang mampu mendampingi peserta didik dalam mencapai target pembelajaran.

Guru yang terbaik adalah guru yang mampu mengasah kecerdasan spiritual dan budi pekerti peserta didik.

Guru yang terbaik adalah guru yang mampu mengantarkan keselamatan dan kebahagiaan peserta didik.

 

Selamat Menjadi Guru Terbaik Guru yang mengantarkan siswa menjadi manusia terbaik

#MerdekaBelajar

Senin, 02 Oktober 2023

MENGAPA KURIKULUM BERUBAH?



Kurikulum merupakan seperangkat atau suatu sistem rencana dan pengaturan mengenai bahan pembelajaran yang dapat dipedomani dalam aktivitas belajar mengajar. Intinya kurikulum adalah rencana pembelajaran. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dan berkaitan langsung dengan fungsi kurikulum ini wajib memahaminya. Lewat kurikulumlah generasi penerus dirancang untuk mampu menghadapi masa depan. Oleh sebab itulah peranan kurikulum itu sangat penting sekali sekali. Sebab ini terkait mempersiapkan generasi bangsa menghadapi berbagai persoalan masa depan sebuah bangsa.

Dalam dunia pendidikan, sudah tentu kurikulum menjadi hal yang sangat penting. Tanpa adanya kurikulum yang tepat, para peserta didik tak akan memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Perkembangan zaman berjalan dengan cepat sudag tentu setiap kurikulum harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan terkini. Sehingga nantinya apa yang mereka peroleh dari dunia pendidikan dapat menghadapi tantangan. 

Inilah alasan pokok mengapa kurikulum itu bisa berubah. Peserta didik harus mampu menghadapi persoalan yang akan dihadapinya. Kurikulum yang dibangun sebelumnya tentu tidak bisa mengantisipasi perkembangan zaman yang cepat berubah. Jika perubahan kurikulum ini tidak dilakukan, maka dapat dipastikan peserta didik akan gagal. 
kurikulum yang dirancang memiliki relevansi .

Perubahan kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka adalah bagian untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi kondisi zaman saat ini. Kurikulum Merdeka mencoba untuk menawarkan sebuah gagasan lebih fleksibel , sekaligus terfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Pemerintah berharap dengan kyurikulum merdeka ini siswa sudah dipoersiapkan dengan bekal untuk menghadapi masa depannya.

Sabtu, 30 September 2023

Album Kenangan

Bersama wakil Bupati Cory Sriwati Sebayang acara silaturahmi PDM dan PDA Karo ( 30-9-2011)


Selasa, 26 September 2023

SUJUD




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ارْكَعُوْا وَا سْجُدُوْا وَ اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَا فْعَلُوْا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

Artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."(QS. Al-Hajj 22: 77)

Sujud berasal dari bahasa Arab: سُجود, (sʊˈdʒuːd), adalah tindakan sujud kepada Allah menghadap kiblat. Dilakukan dalam ibadah shalat. 

Posisinya berlutut dan membungkuk sampai seseorang menyentuh lantai dengan dahi, hidung, telapak tangan, lutut dan jari kaki dan tetap dalam posisi itu sampai seseorang mencapai keadaan santai sambil membaca doa untuk memuliakan Allah SWT.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya : “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah ra)

Sujud merupakan lambang penyembahan total seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak ada penghormatan tertinggi di atas sujud, di mana wajah menghadap ke bawah, hatinya berbisik kepada Allah SWT, kedua tangan lutut hidung, dahi dan kedua kakinya ada dalam satu gerakan menempel ke lantai.

Professor Dr.Fidelma O'Leary seorang ahli Neurosains dari Universitas St. Edward di Austin, Texas, Amerika Serikat menyebutkan dalam penelitiannya. 
Beliau menyebutkan bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. 

Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal. Dari penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika pada posisi sujud.

Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat pada posisi sujud.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Artinya : “Hendaklah Engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah Engkau memperbanyak sujud karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” (HR. Muslim no. 488)

Begitu mulianya orang yang dekat dengan Allah Ta’ala. Anugerah berupa doa yang mustajab, dosa yang diampuni, derajat yang ditinggikan, kesehatan yang dilimpahkan serta janji surga baginya.

Dari Rabiah bin Ka’ab Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Artinya : “Saya pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu, aku membawakan air wudunya dan air untuk hajatnya. Maka, beliau berkata kepadaku, ‘Mintalah kepadaku.’ Maka aku berkata, ‘Aku hanya meminta agar aku bisa menjadi teman dekatmu di surga.’ Beliau bertanya lagi, ‘Adakah permintaan yang lain?’ Aku menjawab, ‘Tidak, itu saja.’ Maka, beliau menjawab, ‘Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud (memperbanyak salat)'” (HR. Muslim no. 489)

Sesungguhnya betapa tubuh kita membutuhkan sirkulasi darah secara normal. Tentunya kita membutuhkan ilmu pengetahuan agar dapat mengimplentasikan perintah-perintah Allah secara benar. Agar kita mengetahui betapa bermanfaatnya sujud mengahadap kepada-Nya melalui shalat wajib dan salat sunah.

Dengan mengetahui manfaat bersujud perlu peningkatan yang lebih intens dengan membiasakan diri melakukan shalat-salat sunah mulai dari shalat rawatib, salat duha, salat tahajud. Dan berbagai ibadah dengan mengedepankan keikhlasan dan ittiba‘ setiap melaksanakannya. 

Dari Aisyah radhiallahu’anha :

فقدت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وكان معي على فراشي ، فوجدته ساجداً ، راصّاً عقبيه ، مستقبلاً بأطراف أصابعه القبلة

Artinya : “Suatu malam aku kehilangan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, padahal sebelumnya beliau bersamaku di tempat tidur. Kemudian aku mendapat beliau sedang sujud, dengan menempelkan dua tumitnya, menghadapkan jari-jari kakinya ke kiblat.” (HR. Muslim no. 486)

InsyaAllah kita mendapatkan kecintaan Allah Subhanahu WaTa’ala sehingga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa diberi petunjuk dan hidayah-Nya.

*SEMOGA BERMANFAAT*
Sumber: Kajian Jendela Fajar 

UWAIS AL-QORONIY




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ

Artinya :“Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2542)

Sesungguhnya, Uwais al-Qoroniy termasuk teladan dalam berbakti kepada ibunya. Ia hidup sezaman dengan Nabi. Namun tidak pernah bertemu dengan Nabi. Bisa jadi karena ia tidak bisa meninggalkan ibunya. Kesibukannya untuk berbuat baik kepada ibunya.

Beliau seorang tabi’in, hidup sezaman dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak pernah bertemu Nabi. Beliau pernah bertemu dengan Umar ra. Kisah Uwais bin ‘Amir Al Qarni ini patut menjadi suri tauladan bagi kita yang hidup dizaman milinial ini. 

Ia punya amalan mulia, berbakti pada orang tua sehingga banyak orang yang meminta doa kebaikan melalui perantaranya. Apalagi yang menyuruh orang-orang meminta doa ampunan darinya adalah Nabi SAW yang sudah disampaikan oleh Beliau jauh-jauh hari.

Syrohnya berawal dari pertemuaannya dengan ‘Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu.

عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ قَالَ كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِذَا أَتَى عَلَيْهِ أَمْدَادُ أَهْلِ الْيَمَنِ سَأَلَهُمْ أَفِيكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ حَتَّى أَتَى عَلَى أُوَيْسٍ فَقَالَ أَنْتَ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ نَعَمْ . قَالَ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَانَ بِكَ بَرَصٌ فَبَرَأْتَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ لَكَ وَالِدَةٌ قَالَ نَعَمْ

Artinya : Dari Usair bin Jabir, ia berkata, ‘Umar bin Al Khattab ketika didatangi oleh serombongan pasukan dari Yaman, ia bertanya, “Apakah di tengah-tengah kalian ada yang bernama Uwais bin ‘Amir?” Sampai ‘Umar mendatangi ‘Uwais dan bertanya, “Benar engkau adalah Uwais bin ‘Amir?” Uwais menjawab, “Iya, benar.” Umar bertanya lagi, “Benar engkau dari Murod, dari Qarn?” Uwais menjawab, “Iya.” Umar bertanya lagi, “Benar engkau dahulu memiliki penyakit kulit lantas sembuh kecuali sebesar satu dirham.”Uwais menjawab, “Iya. ”Umar bertanya lagi, “Benar engkau punya seorang ibu?”, Uwais menjawab, “Iya.”

قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « يَأْتِى عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ ». فَاسْتَغْفِرْ لِى. فَاسْتَغْفَرَ لَهُ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ الْكُوفَةَ. قَالَ أَلاَ أَكْتُبُ لَكَ إِلَى عَامِلِهَا قَالَ أَكُونُ فِى غَبْرَاءِ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَىَّ

Artinya : Umar berkata, “Aku sendiri pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

Umar pun berkata, “Mintalah pada Allah untuk mengampuniku.” Kemudian Uwais mendoakan Umar dengan meminta ampunan pada Allah. Umar pun bertanya pada Uwais, “Engkau hendak ke mana?” Uwais menjawab, “Ke Kufah”. Umar pun mengatakan pada Uwais, “Bagaimana jika aku menulis surat kepada penanggung jawab di negeri Kufah supaya membantumu?” Uwais menjawab, “Aku lebih suka menjadi orang yang lemah (miskin).”

قَالَ فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ حَجَّ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِهِمْ فَوَافَقَ عُمَرَ فَسَأَلَهُ عَنْ أُوَيْسٍ قَالَ تَرَكْتُهُ رَثَّ الْبَيْتِ قَلِيلَ الْمَتَاعِ. قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « يَأْتِى عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ ».

Tahun berikutnya, ada seseorang dari kalangan terhormat dari mereka pergi berhaji dan ia bertemu Umar. Umar pun bertanya tentang Uwais. Orang yang terhormat tersebut menjawab, “Aku tinggalkan Uwais dalam keadaan rumahnya miskin dan barang-barangnya sedikit.” 

Umar pun mengatakan sabda Rasulullah SAW, “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. 

Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

فَأَتَى أُوَيْسًا فَقَالَ اسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ أَنْتَ أَحْدَثُ عَهْدًا بِسَفَرٍ صَالِحٍ فَاسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ اسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ لَقِيتَ عُمَرَ قَالَ نَعَمْ. فَاسْتَغْفَرَ لَهُ

Orang yang terhormat itu pun mendatangi Uwais, ia pun meminta pada Uwais, “Mintalah ampunan pada Allah untukku.” Uwais menjawab, “Bukankah engkau baru saja pulang dari safar yang baik (yaitu haji), mintalah ampunan pada Allah untukku.” Orang itu mengatakan pada Uwais, “Bukankah engkau telah bertemu ‘Umar.” Uwais menjawab, “Iya benar.” Uwais pun memintakan ampunan pada Allah untuknya.

فَفَطِنَ لَهُ النَّاسُ فَانْطَلَقَ عَلَى وَجْهِهِ

Artinya : “Orang lain pun tahu akan keistimewaan Uwais. Lantaran itu, ia mengasingkan diri menjauh dari manusia.” (HR. Muslim no. 2542)

Nabi shollallahu alaihi wasallam sendiri yang menilai Uwais sebagai seorang anak yang berbakti kepada ibunya:

…لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ…

Artinya :…ia memiliki seorang ibu yang ia berbakti kepadanya…(H.R Muslim)

Apabila seseorang telah dipastikan bahwa ia berbakti kepada ibunya oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, maka ia benar-benar orang yang telah berbakti. Uwais adalah salah satu orang yang telah mendapat kepastian itu.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ

Artinya : Jika ia (Uwais) bersumpah atas nama Allah, Allah akan mewujudkan isi sumpahnya itu (H.R Muslim)

Setiap anak pastilah mencintai ibunya, bila ia mau mengerti, memahami dan pandai berbalas budi atas besarnya pengorbanan ibunya dari mulai mengandung, melahirkan, mendidik serta membesarkannya. Semoga Allah SWT menitipkan kita anak-anak yang berakhlak Uwais Al-Qoroniy.

*SEMOGA BERMANFAAT*
Sumber: Kajian Jendela Fajar

Sabtu, 23 September 2023

SINGA BINATANG BESAR YANG BUAS




Oleh :Delvin Wijaya

Singa adalah jenis hewan binatang besar, dan termasuk kedalam hewan karnivora. Singa juga dapat disebut sebagai kucing besar, dan populasinya dapat ditemukan di Afrika dan Asia.
Singa memiliki bentuk badan yang besar, dengan bagian tubuh bawah berukuran sedang. Kepalanya besar dan berbentuk bulat, bagian hidungnya pendek atau pesek, serta memiliki kemampuan penglihatan, pendengaran, dan penciuman yang luar biasa.
Gigi singa sangat tajam, dengan bulu yang cukup halus. Kaki bagian depan masing-masingnya memiliki 5 jari, sedangkan kaki bagian belakang masing-masing memiliki 4 jari. Kukunya sangat tajam, dan dapat disembunyikan atau ditarik kedalam layaknya hewan kucing pada umumnya.

Singa dikenal sebagai “Raja Padang Rumput”, singa adalah urutan teratas dari kucing karnivora di negara Afrika. Rata-rata berat hewan singa liar jantan adalah 240 kilogram. Singa memiliki rambut pendek, dan warna tubuhnya adalah campuran abu-abu muda, kuning, atau kuning kecoklatan.
Singa jantan juga memiliki bulu pada tengkuknya, dimana warnanya terkadang berwarna coklat muda, coklat tua, hitam, dan sebagainya. Bulu tengkuknya bisa memanjang sampai ke bagian pundak dan dadanya.
Singa hidup di daerah savana dan padang rumput, namun juga bisa hidup di daerah semak-semak belukar, dan hutan kering. Mereka termasuk hewan karnivora, dan sering menyerang dan menyergap hewan yang berdarah panas lainnya.

Hewan ini ditemukan di padang rumput Afrika, Asia dan India. Hewan singa di alam liar dapat hidup sekitar antara 10 hingga 14 tahun. Jika dalam penangkaran, biasanya hidup singa bisa lebih lama yaitu lebih dari 20 tahun. Singa jantan memiliki bulu pada tengkuknya, sedangkan singa betina tidak memilikinya.
Singa berasal, dan ditemukan dari berbagai bagian negara Afrika, Asia Selatan, dan di bagian belahan benua tengah, kecuali daerah tropis hutan hujan. Keberadaan para singa sekarang sudah mulai menghilang dari seluruh bagian Asia kecuali India, dan juga tidak lagi terlihat pada wilayah liar Afrika Utara.

Singa tersebar di padang rumput Selatan Gurun Sahara di Afrika, sehingga mereka bisa dikategorikan sebagai hewan asli Afrika.
Dahulu, singa ditemukan sebagai bagian dari lingkungan ekologi kecuali pada suhu dingin dan suhu agak dingin. Hari ini, lingkungan tempat mereka tinggal sudah sangat berkurang. Mereka lebih menyukai padang rerumputan dan tinggal di savana, namun juga di semak-semak, hutan kering, dan semi gurun.
Sebuah kelompok memiliki anggota antara delapan sampai 30 ekor, dengan rata-rata 17 ekor. Hal ini menyebabkan pertumbuhan singa betina lebih banyak, paling tidak terdapat satu ekor singa remaja, dan beberapa anak singa yang tumbuh.

Singa betina membentuk grup inti, dan mereka jarang meninggalkan tempat lahir mereka. Kelompok tersebut terdiri dari dua singa jantan dewasa, yang tentu saja hanya satu yang menjadi pemimpinnya.
Singa jantan dewasa lebih sering sendirian, dan selalu mempertahankan wilayahnya sepanjang tahun. Mereka dapat memimpin kelompoknya untuk beberapa bulan hingga beberapa tahun, tergantung dari apakah pemimpin kelompok tersebut cukup baik dalam menjaga wilayahnya, dan pertahanan melawan musuh.
Singa tidak hanya berani namun juga banyak akal. Dari pengamatannya yang hati-hati, singa sering duduk di semak-semak dimana binatang lain sering melewatinya.

Saat mangsanya muncul, singa akan mengaum, dan akan meloncat secara tiba-tiba, menangkap mangsanya secara hidup-hidup. Karena ketangkasannya, binatang lain sangatlah takut dengan para singa.
Singa sering mengaum, namun mereka tidak mengaum karena sedang marah, tetapi untuk menegaskan kepada binatang lainnya bahwa itu merupakan wilayah mereka. Itulah cara mereka menunjukkan kekuatannya, dengan suara mengaum yang besar.
 

Bacalah wacana di atas dan jawab soal dibawah ini.
1. Tulislah 5 hal tentang singa menurut wacana diatas.
2. Menurut kenapa singa disebut "Raja Padang Rumput".
3. Tulislah 3 hal yang merupakan kelebihan binatang singa.
4. Jelaskan perbedaan antara singa jantan dengan betina.
5. Ada tiga hal makna singa mengeluarkan suara mengaum. Coba kamu sebutkan?
6. Bagaimana cara singa mempertahankan wilayahnya?
7. Bagaimana cara singa menangkap mangsanya?
8. Singa termasuk hewan karnivora. Apa yang dimaksud dengan hewan karnivora?
9. Menurut kamu kenapa banyak pemburu liar ingin menangkap singa?
10. Tulislah gambaran atau deskripsi tentang singa?