Ada perbedaan hukum dan makna yang sangat mendasar antara sumpah yang diucapkan oleh Allah SWT dengan sumpah yang diucapkan oleh manusia.
A. Mengapa Allah Bersumpah dengan Ciptaan-Nya?
Para ulama tafsir (seperti Imam Al-Zarkashi dan Imam As-Suyuthi) menjelaskan beberapa alasan utama di balik sumpah Allah menggunakan makhluk:
1. Menegaskan Urgensi Berita (Taukid)
Masyarakat Arab jahiliyah sangat meragukan perkara gaib seperti hari kiamat, surga, neraka, dan wahyu. Allah menggunakan gaya bahasa sumpah (qasam) yang akrab dalam budaya mereka untuk menegaskan bahwa isi berita tersebut mutlak benar dan pasti terjadi.
2. Menunjukkan Keagungan Sang Pencipta
Ketika Allah bersumpah demi matahari, bulan, waktu fajar, atau malaikat, Allah sedang mengarahkan perhatian manusia kepada kehebatan ciptaan tersebut. Hebatnya ciptaan itu adalah bukti langsung dari keagungan, kecerdasan, dan kekuasaan mutlak Allah sebagai Pencipta (Khaliq).
3. Isyarat Adanya Manfaat Besar
Makhluk yang dijadikan sumpah oleh Allah selalu memiliki peran, fungsi, atau manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia dan alam semesta (misalnya: waktu, angin, atau buah tin).
B. Kaidah Bahasa: Apakah Ada Kata yang Disembunyikan?
Sebagian ulama tafsir (seperti kalangan ulama Mu'tazilah dan sebagian ulama Aswaja) menjelaskan bahwa dalam kaidah bahasa Arab, sumpah Allah dengan makhluk mengandung kata yang disembunyikan (mahdzuf), yaitu kata "Rabb" (Tuhan).
Contoh: Kalimat "Demi Matahari" (Wasy-syamsi) pada hakikatnya bermakna "Demi Tuhan pemilik Matahari" (Wa Rabbi sy-syamsi).
Dengan demikian, pada hakikatnya Allah tetap bersumpah demi keagungan Diri-Nya sendiri selaku Pemilik dan Pengatur makhluk tersebut.
C. Perbedaan Hukum Sumpah: Allah vs Manusia
Ada batasan syariat yang sangat kontras mengenai hal ini:
* Bagi Allah SWT: Allah adalah Penguasa Mutlak. Allah bebas bersumpah dengan apa saja dari makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
* Bagi Manusia: Manusia haram hukumnya bersumpah demi nama makhluk (seperti demi Ka'bah, demi Rasulullah, demi ibu, demi langit, dll). Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah, maka bersumpahlah demi Allah atau diamlah" (HR. Bukhari & Muslim). Bersumpah dengan nama selain Allah bagi manusia dapat menjerumuskan pada kesyirikan.
Contoh Sumpah dan Korelasinya
Sumpah Allah (Qasam) selalu diikuti oleh isi sumpah (Jawabul Qasam). Keduanya selalu memiliki hubungan logis yang sangat indah:
* Surat Al-Mursalat: Allah bersumpah demi malaikat/angin yang perkasa → Untuk menegaskan bahwa Hari Kiamat pasti terjadi.
* Surat Al-Ashr: Allah bersumpah demi Waktu → Untuk menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian jika menyia-nyiakan waktu tersebut.







0 comments:
Posting Komentar