Sabtu, 22 Agustus 2026

3 Sikap Orang Islam Atas Jalan Yang Lurus



KHUTBAH JUMAT

ADA 3 KELOMPOK SIKAP MANUSIA ATAS JALAN YANG LURUS

OLEH : ERWIN TANJUNG

 

KHUTBAH PERTAMA

 

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ:

 

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

 

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah satu-satunya bekal terbaik yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.

 

Setiap hari, minimal 17 kali dalam salat fardu, kita membaca Surat Al-Fatihah. Di dalam surat yang mulia ini, terdapat satu doa yang paling sering kita ulang, yaitu:

 

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

 

"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus." (QS. Al-Fatihah: 6)

 

Doa ini bukan sekadar permohonan biasa, melainkan kebutuhan paling mendasar dalam hidup seorang muslim. Setiap Kita melaksanakan ibadah sholat ayat ini terus baca untuk  memohon hidayah agar selalu dibimbing di atas Shiratal Mustaqim—jalan ketauhidan, syariat Islam, dan kebenaran yang membawa kita menuju ridha serta surga-Nya.

 

Pentingnya memohon petunjuk ini ditegaskan dalam sebuah Hadis Qudsi, di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

 

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ

 

"Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua adalah orang yang sesat kecuali yang Aku beri petunjuk. Maka memohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi petunjuk kepadamu." (HR. Muslim no. 2577)

 

Jamaah yang dirahmati Allah,

 

Pada ayat selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan tiga kelompok manusia berdasarkan sikap mereka terhadap hidayah:

 

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

 

"(Yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah: 7)

 

1. Kelompok Pertama: Orang-Orang yang Diberi Nikmat (An'amta 'Alaihim)

 

Kelompok ini adalah mereka yang berhasil meraih hidayah dengan menggabungkan antara ilmu yang benar dan amal yang ikhlas. Mereka tahu kebenaran, lalu tunduk mengamalkannya. Kelompok ini adalah kelompok yang tidak saja mengucapkan doa tetapi secara aktif mencari mana jalan yang lurus. Berusaha agar jalan yang dilewati adalah jalan yang lurus. Mencari jalan yang lurus dengan ilmu .

 

Siapakah mereka? Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskannya dalam Al-Qur'an:

 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

 

"Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para siddiiqiin (orang-orang yang jujur keimanannya), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa: 69)

 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga bersabda tentang pentingnya ilmu yang membuahkan amal:

 

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

 

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim no. 2699)

 

2. Kelompok Kedua: Orang-Orang yang Dimurkai (Al-Maghdhubi 'Alaihim)

 

Kelompok kedua ini adalah orang-orang yang berilmu dan tahu kebenaran, tetapi enggan mengamalkannya. Mereka menolak syariat karena kesombongan, hawa nafsu, atau kepentingan duniawi.

 

Mengenai ancaman bagi orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

 

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

 

"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. As-Saff: 3)

 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga menafsirkan siapa kelompok yang dimurkai ini secara spesifik dalam hadis dari 'Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu:

 

الْمَغْضُوبُ عَلَيْهِمْ: الْيَهُودُ

 

"Orang-orang yang dimurkai itu adalah kaum Yahudi." (HR. Tirmidzi no. 2954, shahih)

 

Sifat dasar kaum Yahudi yang disebutkan dalam hadis ini adalah mereka mengetahui kitab dan syariat Allah, namun sengaja membangkang dan melanggarnya. Siapa saja dari umat ini yang memiliki ilmu tetapi enggan mengamalkannya, maka ia telah meniru perangai buruk tersebut.

 

3. Kelompok Ketiga: Orang-Orang yang Sesat (Adh-Dhallin)

 

Kelompok ketiga adalah orang-orang yang beramal dan beribadah tanpa didasari ilmu yang benar. Boleh jadi mereka berniat baik. Mereka ingin menjalankan ibadah. Namun caranya salah karena berlandaskan kebodohan dan keikut-ikutan semata. Beramal beribadah tanpa dasar yang benar. Akhirnya mereka tersesat dalam menjalankan ibadah. Mereka adalah orang-orang yang rugi.

 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kerugian orang-orang yang beramal tanpa ilmu dan petunjuk wahyu:

 

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا * الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

 

"Katakanlah: 'Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?' Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al-Kahfi: 103-104)

 

 

Maka, setiap amalan yang dikerjakan tanpa ilmu agama yang benar, tanpa landasan yang kuat akan tertolak, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

 

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

 

"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Muslim no. 1718)

 

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia,

 

Dari tiga kelompok ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kunci keselamatan hanya ada pada gabungan antara ilmu dan amal:

·         Berilmu tanpa amal memicu murka Allah (Al-Maghdhubi 'Alaihim).

·         Beramal tanpa ilmu membawa pada kesesatan (Adh-Dhallin).

·         Berilmu dan beramal membawa kita pada nikmat hidayah (An'amta 'Alaihim).

 

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH KEDUA

 

الْحَمْدُ للَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى توَفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

 

Di dalam Khutbah Kedua ini, marilah kita senantiasa menjaga keteguhan iman dan hidayah yang telah Allah karuniakan kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan dalam Al-Qur'an agar kita senantiasa memegang teguh petunjuk-Nya sampai akhir hayat:

 

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

 

Maka dari itu, marilah kita terus menuntut ilmu agama agar terhindar dari kesesatan, mengamalkannya dengan ikhlas agar terhindar dari murka Allah, serta senantiasa memohon keteguhan hati di atas jalan-Nya yang lurus.

 

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita untuk bersalawat kepada Nabi-Nya:

 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 

 

 

 (DOA KHUTBAH)

 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

 

Ya Allah, ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, serta kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

 

اللَّهُمَّ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.

 

Ya Allah, tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

 

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

 

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu adalah benar dan berikanlah kami kekuatan untuk mengikutinya; serta tunjukkanlah kepada kami bahwa yang batil itu adalah batil dan berikanlah kami kekuatan untuk menjauhinya.

 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

 

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 

Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.

 

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ. وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

 


0 comments:

Posting Komentar