Sabtu, 26 September 2015
Di Balik Musibah Mina
Kamis, 15 Januari 2015
Saat Mereka Tidak Mampu Berteriak " KORUPSI "
Jumat, 28 Maret 2014
Senin, 26 Agustus 2013
DA'I KITA BELUM SEJAHTERA
"Pak Erwin, kira-kira ada ngak santunan yang dapat diberikan kepada para dai seperti kami-kami ini"setengah berbisik seorang dai berkata kepadaku. Belum lagi aku menjawabnya, dai itu terus menyampaikan uneg-unegnya tentang kondisi ekonomi para da'i yang kebanyakan memiliki ekonomi yang pas-pasan. Belaiu menyampaikan bagaimana da'i harus membagi waktu antara bekerja di ladang dan berdakwah untuk membina ummat." Tapi , Insya Allah saya tidak akan berhenti berdakwah untuk ummat Pak" Katanya kemudian seakan untuk memberi semangat kepadaku bahwa dakwah tudak boleh berhenti.
Itulah kondisi kesejahteraan sebagian besar da'i kita. Secara umum dilihat dari kesejahteraan, dai'i yang di Tanah Karo dapat kita bagi atas 3 kelompok:
Pertama,Da'i dengan latar belakang PNS. Pada kelompok ini kesejahteraan da'i tentu tidak lagi menjadi masalah. Tanpa santunan dari jamaahpun da'i dalam kelompok ini tidak menjadi sebuah persoalan.
Kedua,da'i yang mendapat santunan dari lembaga dan perorangan dalam menjalankan tugas sebagai tenaga da'i di Kabupaten Karo. Diantara lembaga yang memberikan santunan/honor bagi tenaga da'i yang bertugas di Kab.Karo antara lain santunan dari Bazda Sumatera Utara, Yayasan Baitul Makmur, Lembaga Pendidikan Ma'had Abu Ubaidah, As-Sunnah Risalah dan juga santunan da/i dari pribadi-pribadi yang peduli terhadapt dakwah di Kab.Karo. Santunan yang diterima jumlahnya bervariasi. Mulai dari nominal Rp.300.000,- s,d, Rp.1.000.000,-. Secara umum santunan yang diberikan tentu jauh dari yang diharapkan oleh para da'i. Kalaupun ada santunan dari jamaah tentu sangat minim.
Ketiga,da'i yang sama sekali tidak mendapat santunan dari lembaga dan sumbangan dari manapun. Da'i ini adalah da'i yang dipercaya oleh ummat untuk memberikan dakwah . Kelompok ini tentu da'i bukanlah profesinya utamanya untuk menghidupi nafkah keluarganya.Secara umum tentu da'i pada kelompok sangat-sangat memprihatinkan sekali.
Dari ketiga kelompok tersebut, kelompok ketigalah yang dominan memberikan pebinaan di desa-desa yang yang tidak memiliki da'i. Mereka mampu bertahan dengan kondisi yang memprihatinkan dan tetap bersemangat dalam berdakwah walapun dalam kondisi tertentu harus meninggalkan dakwahnya untuk mencari nafkah untuk keluarganya.
Kondisi ini tentu menambah persoalan dakwah di Kab.Karo. Saatnya kita sekarang memikirkan kesejahteraan para da'i yang bertugas mencerdaskan ummat. Mereka perlu kita beri santunan yang tetap walaupun jumlah sedikit. Santunan dari lembaga-lembaga zakat, infaq dan sadaqoh merupakan sumber-sumber yang dapat kita salurkan untuk kesejahteraan para da'i kita,khususnya da'i yang sampai saat ini tidak mendapat santunan dari berbagai lembaga .Ini tugas kita semua.
Minggu, 28 Juli 2013
MERAIH PUASA YANG TERBAIK
Semua amalan
manusia adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, Akulah ( Allah) yang
menentukan balasannya ( HR.Ahmad,Muslim dan Nasa’iy)
Hadist di atas menunjukkan
betapa istimewanya ibadah puasa. Secara tersirat ungkapan Rasul di atas ingin
menggambarkan kepada kita bahwa ibadah puasa yang kita lakukan itu adalah kita
persembahkan kepada Allah . Beda dengan ibadah-ibadah yang lain seperti
shalat,zakat,haji dan lainnya itu untuk diri kita sendiri. Secara sederhana
dapat kita gambarkan bahwa ibadah-ibadah lain di luar puasa jika kita lakukan
akan mendapat nilai pahala/ganjarannya yang rentang nilainya antara 1 – 10.
Jika ibadah tersebut kita laksanakan dengan sebaik-baiknya mungkin Allah Swt
memberikan nilainya 8 atau 9 mungkin 10. Jika kita laksanakan kurang sempurna,
boleh jadi kita dapat 6, atau 4 boleh jadi nilai 1. Yang pasti kita akan
mendapat nilai dari Allah Swt tergantung sempurna atau tidaknya ibadah yang
kita lakukan. Sekali kita akan diberi nilai oleh Allah Swt.
Berbeda dengan ibadah puasa,
karena ibadah tersebut untuk Allah maka sudah tentu akan menerima ibadah puasa
yang terbaik. Ibadah puasa yang terbaiklah yang akan mendapat ganjaran dari
Allah Swt. Secara sederhana ibadah puasa yang memenuhi ktriterialah yang akan
diterima oleh Allah Swt. Kalaulah kita beri nilai, maka nilai dengan rentang 7
-10 lah yang diterima oleh Allah. Puasa yang tidak sempurna tidak akan diberi
nilai oleh Allah Swt.
Disisi lain, ibadah puasa tidaklah berdiri sendiri.
Ibadah puasa terkait erat ibadah yang lain. Berhasil tidaknya ibadah puasa juga
ditentukan dengan pelaksanaan ibadah wajib lainnya dan juga terkait dengan
perbuatan kita. Maka ibadah puasa tidak punya nilai di sisi Allah jika orang
yang berpuasa melakukan perbuatan maksiat, kemungkaran dan sebagainya yang
dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Jadi ibadah puasa terbaiklah yang akan
diberi nilai oleh Allah Swt. Hal inilah yang diingatkan oleh Rasul dalam
hadistnya ‘’Banyak orang yang berpuasa hanya dapat haus dan lapar’’. Insya
Allah mari kita jadikan puasa tahun ini adalah puasa yang terbaik yang pernah
kita lakukan.
Rabu, 15 Mei 2013
DI USIA 45
Yang menarik , setiap tahun aku selalu lupa pada hari H ditanggal kelahiranku. Tahun ini juga aku lupa. Beruntungnya perangkat FB ku selalu mengingatkan kepada kawan-kawan di FB bahwa hari ini aku berulang tahun.Hehehe makasih FB. Pagi ini ketika kubuka FB ku dan aku tersenyum. Tersenyum karena aku sama seperti tahun-tahun sebelumnya aku selalu pas" tanggal lahirku". Padahal sehari atau dua harisebelumnya sudah diingatkan oleh istri dan anak-anakku untuk ingat pas tanggal 15 Mei sebagai tanggal lahirku. Tetapi tetap pada hari H aku selalu lupa.
Kok bisa begitu?
Sedikitnya ada dua hal penyebabnya.Pertama, aku termasuk orang yang tidak mensakralkan tanggal kelahiran. Bagiku tanggak kelahiran sama dengan tanggal-tanggal lainnya. Dalam catatan sejarahku aku ngak pernah yang namanya merayakan atau memepringati atau membuat sebuah kegiatan yang berkaitan dengan tanggal lahirku.
Sedikitnya ada dua hal penyebabnya.Pertama, aku termasuk orang yang tidak mensakralkan tanggal kelahiran. Bagiku tanggak kelahiran sama dengan tanggal-tanggal lainnya. Dalam catatan sejarahku aku ngak pernah yang namanya merayakan atau memepringati atau membuat sebuah kegiatan yang berkaitan dengan tanggal lahirku.
Kedua,maklum saja lahir pada saat administrasi tidak begitu tertib, akhirnya tanggal kelahiran tidak begit pasti. Nah, tanggal 15 Mei itu bukanlah tanggal kelahiranku. Konon tanggal lahirku tanggal 30 Juli. Itupun belum pasti.Hehehe..kok bisa ya ) Kondisi inilah yang membuat akhirnya tanggal-tanggal itu ngak menjadi sebuah persoalan yang teramat penting. Kalau untuk sekedar administarsi negara ya..pakai saja tanggal yang tertera di ijazah, KTP dan sebagainya. Itulah tanggal 15 Mei.
Perbaikan tanggal menjadi tanggal 30 Juli dulu pernah ingin dilakukan ketika mau menerima ijazah SMP, namun karena prosedurnya begitu ruwet akhirnya ngak mjadi.
Terlepas kapan tanggal yang pas tentang kelahiranku, yang pasti saat ini usiaku sudah 45 tahun.Sebuah usia yang sudah matang. Kalau ingin jadi calon Presiden RI ya sudah memenuhi persyaratanlah dari segi usia. Konon kata-kata orang bijak usia 45 adalah sebuah usia yang sangat menentukan untuk sisa-sisa umur yang ada. Artinya , usia 45 tahun ini harus disikapi lebih serius. Jika salah langkah maka akan sulit untuk kembali berbalik. Oleh sebab itu, diawal usia 45 tahun ini perlu komitmen yang kuat untuk melangkah yang lebih baik ke depan. Salah dan khilaf selama ini , diawal usia 45 tahun ini menjadi renungan. Renungan untuk tidak terulang kembali. Hal-hal yang positif kembali dilanjutkan. Mudah-mudahan doa teman-teman menjadi umur yang berkah, tetap dalam jalan yang lurus, tetap bersemangat memberikan kontribusi buat ummat, menjadi guru yang baik untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan yang terpenting menjadi suami yang terbaik buat istriku Eliwati yang tercinta serta menjadi ayah yang teladan buat anakku Muhammad Quraish Shohibul Azmi dan Nazala Tazki Rizqia.
Selamat Milad untuk Diriku.
Kabanjahe,15.05.13
Perbaikan tanggal menjadi tanggal 30 Juli dulu pernah ingin dilakukan ketika mau menerima ijazah SMP, namun karena prosedurnya begitu ruwet akhirnya ngak mjadi.
Terlepas kapan tanggal yang pas tentang kelahiranku, yang pasti saat ini usiaku sudah 45 tahun.Sebuah usia yang sudah matang. Kalau ingin jadi calon Presiden RI ya sudah memenuhi persyaratanlah dari segi usia. Konon kata-kata orang bijak usia 45 adalah sebuah usia yang sangat menentukan untuk sisa-sisa umur yang ada. Artinya , usia 45 tahun ini harus disikapi lebih serius. Jika salah langkah maka akan sulit untuk kembali berbalik. Oleh sebab itu, diawal usia 45 tahun ini perlu komitmen yang kuat untuk melangkah yang lebih baik ke depan. Salah dan khilaf selama ini , diawal usia 45 tahun ini menjadi renungan. Renungan untuk tidak terulang kembali. Hal-hal yang positif kembali dilanjutkan. Mudah-mudahan doa teman-teman menjadi umur yang berkah, tetap dalam jalan yang lurus, tetap bersemangat memberikan kontribusi buat ummat, menjadi guru yang baik untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan yang terpenting menjadi suami yang terbaik buat istriku Eliwati yang tercinta serta menjadi ayah yang teladan buat anakku Muhammad Quraish Shohibul Azmi dan Nazala Tazki Rizqia.
Selamat Milad untuk Diriku.
Kabanjahe,15.05.13
Rabu, 08 Mei 2013
SUJUD
malam ini
kubisikkan perlahan-lahan ditelinga-Mu
tentang salah khilafku
tentang segala pengkhianatan ku yang panjang
( selalu ku tertunduk malu )
kucoba melirik-Mu
kulihat Kau
Kau tersenyum manis
tak ada rona marah
di binar bola mata-Mu
juga tak ada getaramarah
dalam lantunan suara-Mu
Kau adalah pendengar yang terbaik
tuk dengarkan gundah gulanaku yang panjang
segala sumpah serapahku
( kini rongga dadaku tak lagi terasa sesak )
Kau tetap tersenyum
Kau bisikkan nyanyian surga untukku
dalam asaku yang penuh harap.
(Kabanjahe,8/5/13 di tengah malam)
Langganan:
Postingan (Atom)














