Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Sabtu, 26 September 2015

Di Balik Musibah Mina

Catatan pelaksanaan ibadah haji yang masih berlangsung saat ini dipenuhi dengan berita duka. Belum lagi usai musibah jatuhnya crane hilang dari ingatan kita, menyususl lagi kebakaran di salah satu hotel dan terakhir musibah Mina yang sudah menelan lebih dari 717 meninggal dan ratusan lain lagi dalam kondisi yang memperihatinkankan. Ini pasti kedukaan yang teramat dalam bagi ummat Islam, walaupun ini bukanlah peristiwa yang pertama kali terjadi .Peristiwa duka ini mari kita jadikan pelajaran yang berharga buat kita semua, khususnya bagi pemerintah Arab Saudai untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan nyaman bagi setiap duyupuurhman yang melaksanakan ibadah haji. Tidak saatnya kita sekarang saling menyalahkan. Tapi ada satu catatan yang harus kita luruskan khususnya untuk ummat Islam berkaitan dengan musibah dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.Ada sebuah pandangan di tengah-tengah ummat Islam yang memiliki sikap tidak menerima musibah ini bisa terjadi. Mereka beranggapan bahwa jamaah haji berada di tempat suci dekat dengan Allah , sedang melaksanakan ibadah haji harus aman dan jauh dari berbagai musibah. Ujung-ujung mereka mempertanyakan kenapa Allah tidak melindungi mereka ? Pemahaman dan pandngan inilah yang harus kita luruskan. Inilah tugas para ulama dan da'i untuk m=bisa memberikan pencerahan kepada ummat. Menyikapi musibah pada saat pelaksanaan haji harus kita sampaikan bahwa musibah dapat terjadi dimana saja, kepada siapa saja. Tak ada satu tempatpun di muka bumi ini yang tidak terkena bencana. Dan tak ada satupun manusia dimuka bumi ini yang dijamin tidak kena musibah. Musibah itu wajib ada dan harus dirasakan oleh setiap manusia. Musibah adalah bagian dari ujian yang harus dirasakan oleh orang-orang beriman. Musibah adalah jalan untuk kita lebih yakin dan bertaqwa serta meraih kasih sayang Allah Swt. Inilah yang Allah Swt ingatlah dalam al-Quran Surat al-Ankabut :2-3 "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.( Qs.Al-Ankabut ) Dalam ayat ini Allah ingatkan kepad kita dalam memandang sebuah musibah. Semakin tinggi kadar iman kita maka semakin diuji oleh Allah Swt dengan berbagai cara.Oleh sebab itu musibah yang menimpa kita orang yang beriman adalah salah satu cara Allah menunjukkan sayang-Nya kepada hamba-Nya. maka jangan pernah protes kepada Allah ketika kita rajin beribadah kemudian kita kena bencana. maka jangan protes kepada Allah semakin dekat kita kepada Allah kita semakin melarat. Maka jangan protes kepada Allah semakin kita rajin beribadah semakin banjyak kerugiabn yang kita rasakan. Ini yang harus kita pahami. Tidak ada jaminan Allah kalau kita rajin beribadah, semakin dekat dengan Allah maka boleh saja secara keduniaan kita kita akan diliputi dengan berbagai persoalan hidup atau musibah. Namun jika kita berhasil melewati ujian tersebut pasti Allah Swt memberikan kenikmatan dibalik musibah tersebut. Oleh sebab itu mari kita lihat musibah di Mina ini bagian dari ujian bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt khususnya untuk semakin bertauhid yang benar. Cobalah kita rasakan bagaimana perjuangan rasul dan sahabat yang yang kadar imannnay tidak diragukan masih tetap juga merakan ujian dari Allah Swt. Rasul dan Sahabatnya masih merasakan bagaimana penderitaan berhadapan dengan orang-orang kafir, pernaha merasakan kekalahan dalam berperang, Rasul pernah berdarah bibirnya kena lemparan musush dan seterusnya. Oleh sebab itu marilah kita jadikan musibah ini sebagai ujian kepada kita semua khususkan dalam rangka menguatkan ke-Tauhidan kita semua . Apalagi saat ini adalah suasana Idul Adha dan masih pada hari-hari tasyrik yang kita mengumandangkan asma Allah bertakbir, ber-tahlil dan tahmid. Mudah-mudahan kita berharap musibah Mina tidak terulang kembali. Tentu kita khususnya pemerintah Arab Saudi berusaha terus menerus untuk memperbaiki pelayanan ibadah haji dan meminimalisisr kesalahan manusia dalam pelayanan perjalanan haji tersebut. Aminnn. ( Kabanjahe, 26/09/2015 )

Kamis, 15 Januari 2015

Saat Mereka Tidak Mampu Berteriak " KORUPSI "

KPK versus Calon Kapolri Budi Gunawan cukup menarik untuk dinikmati oleh rakyat Indonesia. Ini sebuah tayangan dengan sebuah skenario dengan multi tafsir. Belum lagi begitu banyak yang terlibat sebagai pemain utama maupun sebagai figuran.Isu sentral dalam tayangan ini adalah tentang korupsi. Sebuah penyakit yang sudah akut di negeri ini, walaupun seluruh negeri ini mulai dari presiden sampai rakyat jelata selalu berteriak untuk " Anti Korupsi". Semangat anti korupsi yang dimiliki seluruh anak bangsa ini belum juga punya dampak untuk menurunkan semangat untuk tidak korupsi. Sekeras "mereka" berteriak anti korupsi sekeras dan segencar itu pula mereka bersekongkol untuk terlibat dalam permainan korupsi. Inilah yang tergambar dari perseteruan antara KPK dengan Komjen Budi Gunawan Calon Kapolri akhir-akhir ini. Puncaknya adalah penetapakan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi saat Komjen Budi Gunawan diajukan Presiden Jokowi sebagai calon tunggal untuk Kapolri untuk menggantikan Kapoltri Jenderal Sutarman.Di satu sisi kita salut kepada KPK dengan beraninya menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka yang sudah diadakan penyelidikan dalam jangka waktu yasng lama. Namun disisi lain kita juga harus bertanya kepada KPK kenapa harus dijadikan tersangka saat Komjen Budi Gunawan secara resmi diajukan presiden sebagai calon Kapolri. Pihak lain yang perlu kita ajukan pertanyaan adalah Kompolnas. Komisi Polisi Nasional ( Kompolnas ) yang memiliki tugas untuk memberikan pandangan kepada presiden berkaitan dengan kepolisisan termasuk rekomendasi untuk calon Kapolri mengabaikan kasus Komjen Budi Gunawan dalam kasus karupsi yang sedang diselidiki oleh KPK dengan alasan data dari kepolisian tidak menemukan kasus korupsi Komjen Budi Gunawan termasuk rekening gendut.Berdasarkan rekomendasi Kompolnas inilah Presiden Jokowi mengajukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Kasus ini akan berbeda jika presiden mengajukan lebih dari satu. Pihak lain yang juga ikut-ikutan dalam putaran pertarungan inilah adalah Komisi III DPR RI yang secara bulat seluruh fraksi setuju ( kecuali partai Demokrat )untuk mengajukan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Dengan dalih berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan Komisi III DPR-RI. Sama seperti Kompolnas, Komisi III DPR-RI juga mengabaikan sinyal dari KPK tentang kasus korupsi yang melibatkan Komjen Budi Gunawan. Aneh...semua bersuara sama untuk mengajukan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.Sekali lagi kecuali Partai Demokrat yang sejak dari awal meminta kepada presiden agar pencalonan Kapolri untuk doitinjau kembali. Sampai disini pertarungan semakin hebat. Selangkah lagi Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Media semakin gencar. Ramalan semakin banyk. Apakah Komjen Budi Gunawan akan diangkat sebagai Kapolri ? Semua ini tergantung pada dua hal. Yaitu hasil rapat sidang paripurna DPR-RI dan Presiden Jokowi. Banyak orang memperkirakan bahwa Presiden Jokowi akan menarik usulan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri sebelum seidang paripurna DPR-RI. Namun sampai sampai saat ini ( Kamis,15/01/2015 jam 09.00 )akan dumulai sidang paripurna, Presiden Jokowi tidak menarik pencalonan Kapolri yang diajukannya. bagaimana dengan sidang paripurna DPR-RI dalam penetapan Kapolri ? Senada dengan hasil konsultasi komisi III DPR-RI yang secara bulat menyetujui Komjen BUdi Gunawan sebagai Kapolri dengan kasat mata hal ini juga terlihat dari pandangan berbagai fraksi yang menyatakan setuju. Terlihat rapat paripurna DPR-RI berjalan dengan tenang. Tidak ada anggota dewan yang rebutan untuk bicara. Tidak ada intrupsi yang bertaut-tautan. Tidak ada yang pukul-pukul meja apalagi lagi menjatuhkan meja. Ngak ada yang mendatangi meja ketua sidang sambil marah-marah. Sepertinya anggota dewan malas untuk bicara padahal mereka digaji untuk banyak bicara ( hehehe...canda ). Sekali kali kasus korupsi sekaligus sudah jadi tersangka oleh KPK calon Kapolri tidak membuat semangat anggota dewan "KITA" untuk dibicarakan. Hanya ada satu fraksi yang menolak, maka dapat diramalkan 100% Rapat Paripurna DPR-RI akan menyetujui Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri untuk diajukan kepada Presiden Jokowi. Bagaimana sikap dan keputusan Presiden Jokowi ??? Sesuai dengan prosedur dengan mengabaikan sisi moral serta persetujuan rapat paripurna maka tidak ada alasan presiden untuk tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Bola panassekarang berada di tangan Presiden Jokowi. Selamat buat Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Kabanjahe, 15/01/2015 sambil dengar Rapat Paripurna DPR-RI

Jumat, 28 Maret 2014

Pembinaan Desa Merdeka Kec.Merdeka Kab.Karo

Senin, 26 Agustus 2013

DA'I KITA BELUM SEJAHTERA

"Pak Erwin, kira-kira ada ngak santunan yang dapat diberikan kepada para dai seperti kami-kami ini"setengah berbisik seorang dai berkata kepadaku. Belum lagi aku menjawabnya, dai itu terus menyampaikan uneg-unegnya tentang kondisi ekonomi para da'i yang kebanyakan memiliki ekonomi yang pas-pasan. Belaiu menyampaikan bagaimana da'i harus membagi waktu antara bekerja di ladang dan berdakwah untuk membina ummat." Tapi , Insya Allah saya tidak akan berhenti berdakwah untuk ummat Pak" Katanya kemudian seakan untuk memberi semangat kepadaku bahwa dakwah tudak boleh berhenti.

Itulah kondisi kesejahteraan sebagian besar da'i kita. Secara umum dilihat dari kesejahteraan, dai'i yang di Tanah Karo dapat kita bagi atas 3 kelompok:

Pertama,Da'i dengan latar belakang PNS. Pada kelompok ini kesejahteraan da'i tentu tidak lagi menjadi masalah. Tanpa santunan dari jamaahpun da'i dalam kelompok ini tidak menjadi sebuah persoalan.

Kedua,da'i yang mendapat santunan dari lembaga dan perorangan dalam menjalankan tugas sebagai tenaga da'i di Kabupaten Karo. Diantara lembaga yang memberikan santunan/honor bagi tenaga da'i yang bertugas di Kab.Karo antara lain santunan dari Bazda Sumatera Utara, Yayasan Baitul Makmur, Lembaga Pendidikan Ma'had Abu Ubaidah, As-Sunnah Risalah dan juga santunan da/i dari pribadi-pribadi yang peduli terhadapt dakwah di Kab.Karo. Santunan yang diterima jumlahnya bervariasi. Mulai dari nominal Rp.300.000,- s,d, Rp.1.000.000,-. Secara umum santunan yang diberikan tentu jauh dari yang diharapkan oleh para da'i. Kalaupun ada santunan dari jamaah tentu sangat minim.

Ketiga,da'i yang sama sekali tidak mendapat santunan dari lembaga dan sumbangan dari manapun. Da'i ini adalah da'i yang dipercaya oleh ummat untuk memberikan dakwah . Kelompok  ini tentu da'i bukanlah profesinya utamanya  untuk menghidupi nafkah keluarganya.Secara umum tentu da'i pada kelompok sangat-sangat memprihatinkan sekali.

Dari ketiga kelompok tersebut, kelompok ketigalah yang dominan memberikan pebinaan di desa-desa yang yang tidak memiliki da'i. Mereka mampu bertahan dengan kondisi yang memprihatinkan dan tetap bersemangat dalam berdakwah walapun dalam kondisi tertentu harus meninggalkan dakwahnya untuk mencari nafkah untuk keluarganya.

Kondisi ini tentu menambah persoalan dakwah di Kab.Karo. Saatnya kita sekarang memikirkan kesejahteraan para da'i yang bertugas mencerdaskan ummat. Mereka perlu kita beri santunan yang tetap walaupun jumlah sedikit. Santunan dari lembaga-lembaga zakat, infaq dan sadaqoh merupakan sumber-sumber yang dapat kita salurkan untuk kesejahteraan para da'i kita,khususnya da'i yang sampai saat ini tidak mendapat santunan dari berbagai lembaga .Ini tugas kita semua.




Minggu, 28 Juli 2013

MERAIH PUASA YANG TERBAIK

Semua amalan manusia adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, Akulah ( Allah) yang menentukan balasannya ( HR.Ahmad,Muslim dan Nasa’iy)

Hadist di atas menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa. Secara tersirat ungkapan Rasul di atas ingin menggambarkan kepada kita bahwa ibadah puasa yang kita lakukan itu adalah kita persembahkan kepada Allah . Beda dengan ibadah-ibadah yang lain seperti shalat,zakat,haji dan lainnya itu untuk diri kita sendiri. Secara sederhana dapat kita gambarkan bahwa ibadah-ibadah lain di luar puasa jika kita lakukan akan mendapat nilai pahala/ganjarannya yang rentang nilainya antara 1 – 10. Jika ibadah tersebut kita laksanakan dengan sebaik-baiknya mungkin Allah Swt memberikan nilainya 8 atau 9 mungkin 10. Jika kita laksanakan kurang sempurna, boleh jadi kita dapat 6, atau 4 boleh jadi nilai 1. Yang pasti kita akan mendapat nilai dari Allah Swt tergantung sempurna atau tidaknya ibadah yang kita lakukan. Sekali kita akan diberi nilai oleh Allah Swt.

Berbeda dengan ibadah puasa, karena ibadah tersebut untuk Allah maka sudah tentu akan menerima ibadah puasa yang terbaik. Ibadah puasa yang terbaiklah yang akan mendapat ganjaran dari Allah Swt. Secara sederhana ibadah puasa yang memenuhi ktriterialah yang akan diterima oleh Allah Swt. Kalaulah kita beri nilai, maka nilai dengan rentang 7 -10 lah yang diterima oleh Allah. Puasa yang tidak sempurna tidak akan diberi nilai oleh Allah Swt.

Disisi lain, ibadah puasa tidaklah berdiri sendiri. Ibadah puasa terkait erat ibadah yang lain. Berhasil tidaknya ibadah puasa juga ditentukan dengan pelaksanaan ibadah wajib lainnya dan juga terkait dengan perbuatan kita. Maka ibadah puasa tidak punya nilai di sisi Allah jika orang yang berpuasa melakukan perbuatan maksiat, kemungkaran dan sebagainya yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Jadi ibadah puasa terbaiklah yang akan diberi nilai oleh Allah Swt. Hal inilah yang diingatkan oleh Rasul dalam hadistnya ‘’Banyak orang yang berpuasa hanya dapat haus dan lapar’’. Insya Allah mari kita jadikan puasa tahun ini adalah puasa yang terbaik yang pernah kita lakukan.

Rabu, 15 Mei 2013

DI USIA 45

Yang menarik , setiap tahun aku selalu lupa pada hari H ditanggal kelahiranku. Tahun ini juga aku lupa. Beruntungnya perangkat FB ku selalu mengingatkan kepada kawan-kawan di FB bahwa hari ini aku berulang tahun.Hehehe makasih FB. Pagi ini ketika kubuka FB ku dan aku tersenyum. Tersenyum karena aku sama seperti tahun-tahun sebelumnya aku selalu pas" tanggal lahirku". Padahal sehari atau dua harisebelumnya sudah diingatkan oleh istri dan anak-anakku  untuk ingat pas tanggal 15 Mei sebagai tanggal lahirku. Tetapi tetap pada hari H aku selalu lupa.

Kok bisa begitu?
Sedikitnya ada dua hal penyebabnya.Pertama, aku termasuk orang yang tidak mensakralkan tanggal kelahiran. Bagiku tanggak kelahiran sama dengan tanggal-tanggal lainnya. Dalam catatan sejarahku aku ngak pernah yang namanya merayakan atau memepringati atau membuat sebuah kegiatan yang berkaitan dengan tanggal lahirku.

Kedua,maklum saja lahir pada saat administrasi tidak begitu tertib, akhirnya tanggal kelahiran tidak begit pasti. Nah, tanggal 15 Mei itu bukanlah tanggal kelahiranku. Konon tanggal lahirku tanggal 30 Juli. Itupun belum pasti.Hehehe..kok bisa ya )  Kondisi inilah yang membuat akhirnya tanggal-tanggal itu ngak menjadi sebuah persoalan yang teramat penting. Kalau untuk sekedar administarsi negara ya..pakai saja tanggal yang tertera di ijazah, KTP dan sebagainya. Itulah tanggal 15 Mei.

Perbaikan tanggal menjadi tanggal 30 Juli  dulu pernah ingin dilakukan ketika mau menerima ijazah SMP, namun karena prosedurnya begitu ruwet akhirnya ngak mjadi.

Terlepas kapan tanggal yang pas tentang kelahiranku, yang pasti saat ini usiaku sudah 45 tahun.Sebuah usia yang sudah matang. Kalau ingin jadi calon Presiden RI ya sudah memenuhi persyaratanlah dari segi usia. Konon kata-kata orang bijak usia 45 adalah sebuah usia yang sangat menentukan untuk sisa-sisa umur yang ada. Artinya , usia 45 tahun ini harus disikapi lebih serius. Jika salah langkah maka akan sulit untuk kembali berbalik. Oleh sebab itu, diawal usia 45 tahun ini perlu komitmen yang kuat untuk melangkah yang lebih baik ke depan. Salah dan khilaf selama ini , diawal  usia 45 tahun ini menjadi renungan. Renungan untuk tidak terulang kembali. Hal-hal yang positif kembali dilanjutkan. Mudah-mudahan doa teman-teman menjadi umur yang berkah, tetap dalam jalan yang lurus, tetap bersemangat memberikan kontribusi buat ummat, menjadi guru yang baik untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan yang terpenting menjadi suami yang terbaik buat istriku Eliwati yang tercinta serta menjadi ayah yang teladan buat anakku Muhammad Quraish Shohibul Azmi dan Nazala Tazki Rizqia.

Selamat Milad untuk Diriku.
Kabanjahe,15.05.13


Rabu, 08 Mei 2013

SUJUD

malam ini
kubisikkan perlahan-lahan ditelinga-Mu
tentang salah khilafku
tentang segala pengkhianatan ku yang panjang
( selalu ku tertunduk malu )

kucoba melirik-Mu
kulihat Kau
Kau tersenyum manis

tak ada rona marah
di binar bola mata-Mu
juga tak ada getaramarah
dalam lantunan suara-Mu

Kau adalah pendengar yang terbaik
tuk dengarkan gundah gulanaku yang panjang
segala sumpah serapahku
( kini rongga dadaku tak lagi terasa sesak ) 

Kau tetap tersenyum
Kau bisikkan nyanyian surga untukku
dalam asaku yang penuh harap.

(Kabanjahe,8/5/13 di tengah malam)