Kamis, 06 Juni 2024
BUAT RESEP SATE
Resep Sate Padang Asli
Bahan:
1/2 kg daging sapi
1 lidah sapi
1/2 kg campuran jeroan sapi
2 cm jahe, memarkan
1 batang serai, memarkan
1 lembar daun kunyit
2 cm lengkuas, memarkan
500 ml air
4 lembar daun jeruk
50 gram tepung beras, di larutkan dengan sedikit air
Bumbu yang Dihaluskan:
4 cabai merah kering
1 sdt garam
5 siung bawang putih
2 sdt ketumbar, sangrai
5 butir bawang merah
1/2 sdt merica bubuk
5 cm kunyit
1 sdt jintan bubuk, sangrai
1/2 sdt gula pasir
Bahan Pelengkap:
Bawang goreng untuk taburan
Ketupat atau lontong
Daun pisang, potong melingkar
Cara Membuat
Cara Mengolah Daging dan Jeroan Sebelum Diolah:
Langkah pertama untuk memulai memasak sebelum daging dan jeroan dibumbi, ada baiknya jika kita potong-potong terlebih dahulu dengan bentuk dadu ukuran yang diinginkan. Potong-potong daging dan jeroan juga lidah sapi dengan bentuk dadu. Hanya saja, jangan memotongnya terlalu tebal atau terlalu besar agar ketika dibakar tidak ada bagian daging yang masih mentah.
Setelah dipotong-potong secara menyeluruh, silahkan cuci bersih semua bahan termasuk dengan daging dan jeroan hingga bersih dengan dan masukkan daging dalam wadah kemudian sisihkan sementara.
Cara Membuat Bumbu Sate Padang:
Untuk membuat bumbu terlebih dahulu silahkan haluskan bumbu dengan menggunakna mesin penghalus atau ditumbuk dengan menggunakan ulean hingga bumbu benar-benar halus.
Kemudian masukkan bumbu yang telah dihaluskan pada daging bersama dengan lidah sapi dan jeroan dan pastikan jika semua bahan terlumuri dengan benar.
Sebelum dimasak dn dibakar, diamkan terlebih dahulu daging agar bumbu yang dilumuri hingga meresap kedalamnya dengan sempurna.
Setelah didiamkan, masak daging bersama dengan jahe, lengkuas, daun kunyit dan daun jeruk hingga tercium bau harum yang sedap dan daging menjadi lebih matang.
Setelah daging matang, angkat dari wajan dan kentalkan dnegan kuah larutan tepung beras hingga benar-benar mengantal. Agar kuah bisa kental dengan merata, silahkan aduk dengan cepat saat larutan tepung beras baru saja dimasukkan.
Siapkan tusukan sate, dan tusuk daging yang sudah dipotong-potong secara berseling atara dgaing, jeroan dan lidah sapi. Anda bisa mengatur berapa banyak potongan yang ingin ditusuk dalam satu tusukan.
Setelah itu, bakar sate diatas bara api sebentar saja hinggadaging berwarna kecoklatan dan tercium bau aroma yang harum.
Setelah sate matang dair panggangan, angkat sate siapkan piring sapi dna berikan alas dengan daun pisang kemudian sajikan sate padang ini diatas piring yang telah dialasi daun pisang. Demikian resep membuat sate padang yang enak dan lezat, semoga resep kali ini bermanfaat.
Sumber: FB Masakan Rumahan
Selasa, 04 Juni 2024
SEJARAH SUKU TANJUNG
SEJARAH SUKU TANJUNG
Suku Tanjung (Minang Tanjuang) merupakan salah satu suku (klan) pada Etnis Minangkabau. Suku/klan ini tersebar hampir di seluruh wilayah Minangkabau dan perantauannya.
Suku Tanjuang merupakan salah satu suku (klan) dalam rumpun Lareh Koto Piliang yang diazazkan oleh Datuk Ketumanggungan pada era Pariangan. Berdasarkan sumber dari masyarakat yang memiliki relasi dengan suku ini, penamaan 'Tanjuang' berasal dari kata "Sutan Baanjuang" (dibaca: Su-tan Ba-an-juang), selain itu Tanjung juga berarti pohon Tanjung, yang mana merupakan pohon suci di zaman Hindu-Budha. Menurut tambo adat Minangkabau, Suku Tanjuang berasal dari Luhak Nan Tigo (Minangkabau daratan) dan merupakan salah satu suku yang terbesar di Minangkabau. Sama dengan suku-suku lain di Minangkabau, suku Tanjuang adalah penganut sistem kekerabatan matrilineal yang merupakan salah satu aspek utama dalam mendefinisikan identitas masyarakat Minang. Adat dan budaya mereka menempatkan pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. Garis keturunan dirujuk kepada ibu yang dikenal dengan samande (se-ibu), sedangkan ayah mereka disebut oleh masyarakat dengan nama sumando (ipar) dan diperlakukan sebagai tamu dalam keluarga. Salah satu ciri matrilineal Minangkabau adalah garis keturunan yang ditarik berdasarkan garis ibu, yang secara lebih luas kemudian membentuk kelompok kaum (lineages) dan suku (clans), dan penguasaan harta pusaka ada di tangan kaum ibu yang dipimpin oleh seorang wanita senior yang disebut bundo kanduang.
Suku Tanjuang terdapat hampir di seluruh wilayah Minangkabau seperti: Tanah Datar, Agam, Solok, Kabupaten Solok, Pasaman, Pauh IX (di Padang), Padang Pariaman, Lima Puluh Koto, Bayang dan Tarusan (di Pesisir Selatan), serta di beberapa nagari lain di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Utara.
Suku ini juga menyebar ke berbagai wilayah rantau dan pesisir. Berdasarkan ruang geografis etnisitas yang disusun oleh Collet (1925), Cunningham (1958), Reid (1979) dan Sibeth (1991), di pesisir barat Sumatera Utara terdapat kelompok masyarakat yang bukan merupakan bagian dari etnis Batak.
Kelompok ini merupakan para perantau dari Minangkabau yang telah bermigrasi ke pesisir barat Tapanuli sejak berabad-abad lalu. Orang-orang yang bersuku Tanjuang di pesisir barat sumatera menggunakan nama suku di belakang namanya. seperti, dari Barus, Sibolga, Sorkam, Natal, Air Bangis, Tiku, Pariaman, Padang, Painan, dan Bengkulu, serta di Pulau Nias. Penambahan nama suku di belakang namanya bertujuan untuk menunjukkan identitas diri di tengah masyarakat pesisir yang majemuk. Di pesisir barat Sumatera Utara yang tidak lagi mengikuti adat matrilineal, penambahan suku di belakang nama ini sebagian besar sudah mengikuti garis keturunan ayah atau patrilineal yang dikenal dengan sebutan Marga Tanjung. Namun,beberapa kebudayaan mereka masih dipengaruhi budaya Minangkabau seperti adat sumando
Suku ini mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku yaitu:
Tanjuang Pisang (Tanjuang Sipisang)
Tanjuang Simabua
Tanjuang Perak
Tanjuang Kaciak (Tanjuang Ketek)
Tanjuang Sikumbang
Tanjuang Koto
Tanjuang Gadang
Tanjuang Payobada
Tanjuang Sumpadang (Tanjuang Supadang)
Tanjuang Batingkah
Panai Tanjuang
Tanjuang Caniago
.
#SejarahsukuTanjung #Sumatra #Minangkabau #FaktaSejarahbangsa
Sumber:
https://www.facebook.com/share/p/dkRZhReprbBpBFKR/?mibextid=xfxF2i
Kamis, 09 Mei 2024
UAH AJARI KITA MEMBUMIKAN AL-QUR'AN
Kaum salafi sangat begitu frontal menanggapi sikap hukum terkait musik yang disampaikan UAH. Kaum salafi secara kompak menyatakan musik hukumnya haram dan UAH telah bersyubahab. Mereka menuduh bahwa UAH sesat dalam pemikiran. Perdebatan ini semakin panjang di media sosial.
Saya benar-benar menikmati perdebatan panjang tentang hukum musik ini. Terasa asyik sekali. Memang ada kesannya terjadi pertentangan dan saling menghujat antara pro dan kontra terkait musik. Semuanya saya nikmati sekali.
Ada sisi positif dalam perdebatan panjang ini yaitu Al-Qur'an semakin membumi. Kelompok yang pro dan kontra tentang hukum musik masing-masing mengulas, menganalisis mencari sumber pendapat dari berbagai sudut pandang. Mulai dari ulama-ulama daerah, nasional sampai mancanegara. Ini tentu sebuah kondisi yang baik untuk belajar tentang Islam khususnya hukum musik. Semangat literasi ummat semakin naik seiring debat tentang hukum musik.
Disamping itu orang juga juga beramai-ramai menelusuri tentang kelompok salafi dan Muhammadiyah ( karena UAH yang kader Muhammadiyah). Orang menelusuri pemikiran kelompok salafi dalam beragama begitu juga bagaimana pemikiran/manhaj beragama Muhammadiyah. Muhammadiyah dalam pemikiran agamanya secara jelas menyampaikan sikap hukumnya terkait tentang musik.
Kedua kelompok ini Salafi dan Muhammadiyah memiliki titik temu dan titik pisah. Sama-sama berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah namun titik bedanya kelompok salafi memahami secara tekstual sedangkan Muhammadiyah secara kontekstual.
Perdebatan tentang musik adalah perdebatan yang panjang yang telah terjadi pada ulama-ulama sebelumnya. Kami tak mengajak untuk perpanjang perdebatan tersebut. Kami yakin Islam adalah agama yang mencerahkan, agama yang mengajak kita berpikir rasional, agama yang mampu memberikan jawaban berbagai persoalan hidup manusia ratusan atau ribuan ke depan. Masalah musik adalah masalah yang kecil dan sederhana. Al-Qur'an lewat surat Asy'suara sudah memberikan jawabannya. Kegiatan yang melalaikan kita mengingat Allah itulah kegiatan yang diharamkan. Jika tidak tentu kita tak bisa menyatakan kegiatan itu haram. Termasuk kaitannya dengan musik.
Bayangkan jika dunia ini tanpa alunan musik!
Islam tidak mungkin menjadi bagian dari agama atau disalahkan yang menjadikan kehidupan dunia tidak indah tanpa alunan musik.
Jumat, 19 April 2024
LELAH YANG DISUKAI ALLAH
ﺑِﺴْـــــــــــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ
" LELAH YANG DISUKAI ALLAH
Ada 8 jenis lelah yang disukai oleh Allah ﷻ.
1. Lelahnya orang yang mencari nafkah untuk keluarganya. (Surah al-Jumū'ah, 62:10)
2. Lelahnya orang yang berjihad di jalan Allah. (Surah at-Taubah, 9:111)*
3. Lelahnya orang yang berdakwah dan menyeru pada kebaikan. (Surah Fuṣṣilat, 41:33)
4. Lelahnya orang yang belajar dan menuntut ilmu. (Surah Āli 'Imrān, 3:79)
5. Lelahnya orang yang mengurus keluarga. (Surah at-Taḥrīm, 66:6)
6. Lelahnya orang yang beribadah dan beramal soleh. (Surah Āli 'Imrān, 3:79)
7. Lelahnya orang yang mengandung, melahirkan dan menyusui. (Surah Luqmān, 31:14)
8. Lelahnya orang yang dalam kesusahan dan sakit. (Surah al-Baqarah, 2:155)
Semoga lelah kita selalu LILLAH (kerana Allah) dan senantiasa diridhoi olehNya.
.
يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق
Mudah-mudahan kita mendapat taufiq dan hidayah sehingga kita bisa digolongkan sebagai orang-orang yg sholeh.
آمينْْ۔۔۔
Minggu, 14 April 2024
REMAJA YANG MENGUBAH SEJARAH
Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq
1. Usamah bin Zaid, 17 thn.
Menjadi panglima perang menghadapi serbuan tentara Romawi yang di dalam pasukannya ada para sahabat senior seperti Abu Bakar dan Umar.
2. Abdullah bin Abbas, 12 thn.
Shahabat yang paling paham ilmu tafsir. Melakukan presentasi di hadapan ahlu Badar tentang tafsir surah an Nashr.
3. Muadz bin Jabal, 19 thn.
Diutus oleh Rasulullah ﷺ sebagai duta besar Islam ke negeri Yaman sekaligus penanggung jawab dakwah di sana.
4. Zaid bin Tsabit, 13 thn.
Telah aktif menulis pada usia tersebut, dan terpilih menjadi tim penulis wahyu pada usia 21 tahun.
5. Arqam bin Abil Arqam, 16 thn.
Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasulullah ﷺ periode Makkah selama 13 tahun.
6. Atab bin Usaid, 18 thn.
Diangkat oleh Rasulullah ﷺ sebagai wakil beliau, jabatan setingkat gubernur Makkah.
7. Mu’adz bin Amr bin Jamuh, 13 thn dan Mu’awwidz bin ‘Afra 14 thn.
Membunuh jenderal musyrikin Quraisy, musuh Islam paling berbahaya pada saat itu, Abu Jahal, pada perang Badar.
8. Sa'ad bin Abi Waqqas, 17 thn.
Telah menorehkan prestasi sebagai pasukan artileri (pemanah) terbaik pasukan muslimin.
9. Thalhah bin Ubaidillah, 16 thn.
Menjadi pahlawan terdepan pada perang Uhud khususnya dalam melindungi Rasulullah ﷺ. Sampai sayidina Abu Bakar setiap kali disebut kata Uhud, ia mengatakan perang Uhud adalah miliknya Thalhah.
10. Umair bin Abi Waqqas, 14 / 15 thn.
Menggapai syahid dalam perang Badar. Menurut sebagian riwayat ia baru saja memasuki masa baligh saat itu.
11. Muhammad bin Qasim 17 thn.
Membuka negeri India dan Shind. Dan kematiannya menyebabkan banyak kemenangan Islam yang tertunda.
12. Harun ar Rasyid, 15 thn.
Khalifah Abasiyah yang paling masyhur. Pada usia tersebut ia menjadi pemimpin pasukan perang Abasiy yang merupakan tentara terkuat di muka bumi kala itu. Dan pada usia 20 tahun diangkat menjadi khalifah.
13. Muhammad al Fatih, 14 thn.
Telah diangkat menjadi sultan Ustmani pada usia tersebut. Dan berhasil membebaskan Konstantinopel di usia 21 thn.
14. Ibnu Batutah, 20 thn.
Telah menjadi penjelajah dunia yang paling terkenal dalam sejarah.
•┈┈•••○○❁༺ⒶⓈⓉ༻❁○○•••┈┈•
Itulah mereka para pemuda yang harusnya menjadi teladan generasi muda Islam pada hari ini. Bukannya malah mengidolakan para artis atau sekedar tiktoker yang nggak jelas...
Sabtu, 06 April 2024
NELPON TUHAN
Inilah kesesatan yang nyata
Apa yang dapat kita petik dari cerita di atas.
Pertama, betapa lemahnya aqidah umat.
Kedua, lemahnya aqidah umat mengakibatkan mudahnya pembodohan umat.
Ketiga, gagalnya dakwah untuk mencerdaskan umat khususnya terkait dengan akidah.
Keempat, banyaknya manipulasi atau penipuan atas nama agama yang dilakukan oleh orang yang dianggap tokoh agama.
Inilah gambaran kondisi umat saat ini. Ummat sangat rentan terkait penipuan atas nama agama.
Apa yang harus kita lakukan?
Pembinaan aqidah harus menjadi perhatian kita perhatian perhatian para juru dakwah. Masyarakat Indonesia yang sangat dekat dengan berbagai bentuk mistis membuat orang-orang dengan label agama selalu mengkaitkan agama dengan mistis. Dengan dunia supranatural.
Di tengah-tengah umat mereka masih percaya hal-hal mistis padahal itu bertentangan atau tidak benar menurut agama Islam.
Ummat masih percaya dengan berbagai praktik perdukunan. Umat masih percaya tentang cita-cita tuyul, hantu dan sebagainya.
Umat masih percaya ada orang-orang sakti dengan label agama bisa meramal apa yang terjadi.
Umat masih percaya ada orang-orang yang memiliki dan menguasai jin.
Jumat masih percaya dengan orang-orang dengan label agama memiliki kekuatan supernatural.
Dan sebagainya.
#idulfitri #gunungkidul #jogja
Jumat, 05 April 2024
ABBAS IBNU. FIRNAS: MANUSIA TERBANG PERTAMA
- Salah satu ilmuwan besar yang cemerlang di era kekhalifahan Bani Umayyah di Andalusia adalah Abbas Ibnu Firnas.
Perhatikan kisah Abbas ibnu Firnas manusia pertama yang berhasil terbang ini, simpulan apa yang bisa kalian rumuskan?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, baiknya kita simak kisah berikut ini.
🔳 Abbas Ibn Firnas Manusia Pertama yang Berhasil Terbang
Dunia ilmu pengetahuan dan teknologi mengenal Orville Wright dan Wilbur Wright sebagai manusia pertama yang berhasil menerbangkan pesawat.
Dua bersaudara kakak beradik ini berhasil membuat penerbangan terkendali pertama menggunakan pesawat terbang bermesin.
Mereka berhasil melakukan momentum bersejarah itu pada tahun 1903.
Satu abad sebelumnya, seorang muslim yang bernama Abbas ibn Firnas telah lebih dahulu mengembangkan alat penerbangan dan berhasil menerbangkannya.
Ibnu Firnas berhasil terbang dengan menggunalan glider, alat terbang sederhana yang dilengkapi sayap.
Alat itu memanng sederhana.
Tapi keberhasilan ibnu Firnas pada tahun 852 M itu telah memberi inspirasi kepada ilmuwan-ilmuwan Barat untuk mengembagkan pesawat.
Ibn Firmas lahir di Izn-Rand Onda (sekarang Ronda, Spanyol) tahun 810 Masehi.
🔳 Pria Maroko ini hidup pada masa pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).
Semasa hidupnya, seorang genius yang hidup di Cordoba ini dikenal sebagai ilmuwan serba bisa dan menguasai beragam disiplin ilmu pengetahuan.
Abbas Ibnu Firnas, seorang matematikawan, astronom, fisikawan, dan ahli penerbangan Muslim dari abad ke-9, tercatat sebagai manusia pertama yang mengembangkan alat penerbangan dan sukses terbang.
Pengertian manusia pertama di sini berlaku umum, mencakup siapa pun yang berhasil terbang menggunakan alat apa pun, tidak harus berupa pesawat terbang seperti yang ada saat ini.
Ibnu Firnas berhasil terbang menggunakan glider, alat terbang sederhana yang dilengkapi sayap.
Sementara itu, tak diragukan, Wright bersaudara merupakan penemu dan penerbang pesawat terbang pertama.
🔳 Alat terbang Ibn Firnas memang masih sederhana.
Namun, keberhasilan Ibn Firnas menguji dan menerbangkan alat buatannya pada tahun 852 memberi inspirasi kepada ilmuwan-ilmuwan Barat untuk mengembangkan pesawat.
Menurut sejumlah sumber, ketertarikan Abbas pada aeronautika bermula saat ia menyaksikan atraksi pria pemberani bernama Armen Firman.
Pria tersebut membuat alat dari sutra yang diperkuat dengan batang kayu.
Dia lantas terjun dari ketinggian, tetapi ia tak berhasil. Untungnya, alat cukup menghambat gerak jatuh bebas Firman sehingga ia tak terluka.
Ibnu Firnas yang berada dalam kerumuman penonton terkesan dengan aksi Armen Firman.
Pengalamannya ini yang menyeretnya mempelajari aeronautika lebih dalam.
Sumber lain menyebut, Armen Firman sejatinya merupakan nama Ibn Firnas yang "dilatinkan".
"Penerbangan" pada tahun 852 adalah percobaan pertamanya. Tahun 875, saat usianya menginjak 65 tahun, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah alat terbang yang mampu membawa penumpang.
Dia lantas mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.
Sebelum melakukan uji coba terbang, Ibn Firnas sempat mengucapkan salam perpisahan, mengantisipasi jika penerbangannya gagal.
"Saat ini, saya akan mengucapkan selamat tinggal. Saya akan bergerak dengan mengepakkan sayap, yang seharusnya membuat saya terbang seperti burung. Jika semua berjalan dengan baik, saya bisa kembali dengan selamat," katanya.
🔳 Penerbangan itu sukses.
Ibn Firnas mampu terbang selama 10 menit.
Sayang, cara meluncurnya tidak tepat sehingga melakukan pendaratan yang fatal.
Ibn Firnas terempas ke tanah bersama "pesawatnya" dan mengalami patah tulang pada bagian punggung.
Kecelakaan itu terjadi karena dia lupa untuk menambahkan ekor pada alat buatannya.
Ibn Firnas tidak memperhitungkan pentingnya ekor sebagai bagian yang digunakan untuk memperlambat kecepatan saat melakukan pendaratan sebagaimana layaknya burung ketika menggunakan ekornya.
🔳 Abbas Ibn Firnas wafat pada tahun 888.
Dia tidak bisa bertahan dari deraan sakit akibat cedera punggung yang diderita saat melakukan uji coba pesawat buatannya.
🔳 Pengalaman terbang Ibn Firnas menjadi pelajaran bagi ilmuwan lain.
Gagasannya terus dipelajari oleh ilmuwan-ilmuwan lain setelahnya. Abbas bukan hanya penemu pesawat terbang pertama.
Dia juga dikenal sebagai ilmuwan serba bisa yang menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Dia mempelajari halilintar dan kilat, membuat tabel astronomi, dan menciptakan gelas berwarna.
Bahkan, Ibn Firnas menemukan jam air yang disebut Al-Maqata.
Di bidang astronomi, Ia juga mengembangkan peraga rantai cincin yang digunakan untuk menjelaskan pola pergerakan planet-planet dan bintang-bintang.
Atas kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan, beberapa negara bahkan memberikan penghormatan khusus.
Pemerintah Libya mengeluarkan prangko bergambar Abbas Ibn Firnas untuk mengenangnya. Irak juga membangun patung sang penerbang pertama itu di sekitar lapangan terbang internasionalnya serta mengabadikan namanya sebagai nama bandara di utara Baghdad.
Baru-baru ini namanya dipakai sebagai nama jembatan di kota asalnya, Cordoba.
Nama Armen Firman sendiri menjadi nama salah satu kawah di bulan.
Note :
Perhatikan kisah Abbas ibnu Firnas manusia pertama yang berhasil terbang ini, lalu simpulan apa yang bisa kalian rumuskan?
#Kejayaan_Islam
#CatatanIslam
Dikutip dari Media Sosial
Langganan:
Postingan (Atom)





















