Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Minggu, 01 Mei 2022

Khutbah Idul Fitri 2022 : Empat catatan Penting Usai Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1443H

EMPAT CATATAN PENTING USAI RAMADHAN

Oleh : Drs. H. Erwin Tanjung

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd

Jamaah shalat Id yang dirahmati Allah..kembali kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan berbagai nikmat baik berupa kesempatan, kesehatan, reseki, umur dan iman sehingga kita masih bisa berjumpa dengan hari raya umat Islam, yaitu hari raya Idul Fitri pada tahun ini .

Tentu kita bersyukur Suasana Hari raya tahun ini tidak lagi dibayang-bayangi kekhawatiran kita dengan pandemi Covid-19 . Pandemi Covid 19 sudah menunjukkan penurunan. Tentu kita berharap dalam satu dua bulan ke depan kehidupan kita akan kembali normal seperti masa sebelum datangnya Covid-19. Namun demikian kami mengajak agar kita tetap menjaga kesehatan kita.

Selanjutnya Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Besar Muhmmad Saw sebagai uswatun hasanah contoh yng sebaik-baik dalam rangka kita menjalankan aktivitas hidup sehari-hari khususnya tata cara beribadah kepada Allah Swt.

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd Jamaah yang dirahmati Allah, kita baru ditinggalkan bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh pengampunan, bulan yang segala amal ibadah kita dilipat gandakan. Semoga Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali di bulan Ramadhan pada tahun yang akan datang.

Amin..Amin..Ya Robbal Alamin.

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd Hari ini kita merayakan Idul Fitri setelah satu bulan kita melaksanakan ibadah puasa. Sejak kemarin ketika matahari terbenam pertanda mengakhiri bulan Ramdahan kita mengumandangkan takbir. Tahmid dan tahlil memuji Allah dan ini merupakan bagian dari tanda rasa syukur kita kepada Allah Swt. Inilah yang diperintahkan Allah swt dalam al-Quran Surat Al-Baqoroh: 185

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ( Qs.2:185 )

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd

Jamaah Shalat Id yang dirahmati Allah.

Sedikitnya ada 4 hal menjadi catatan penting usai kita sebulan penuh menikmati ibadah Ramadhan dan saat memasuki bulan syawal serta 11 bulan ke depan.

Yang Pertama, Kita kembali fitrah

Makna Idul Fitri adalah kembali kepada fitrah. Kembali kepada kesucian. Hal ini menunjukkan awalnya kita sebagai manusia ketika terlahir dalam keadaan suci.Bersih tanpa dosa. Hal ini sesuai dengan hadist Rasul

QULLU MAULUDIN YULADU ‘ALAL FITRAH Setiap anak yg lahir , mereka lahir dalam keadaaan fitrah (Hr. Bukhari-Muslim)

Namun dalam perjalanan waktu manusia terkadang lalai mengingat Allah, melakukan perbuatan dosa, tergelincir dengan berbagai maksiat dan kekufuran . Itu semua menjadikan kita semakin jauh dari Allah Swt. Namun demikian Allah Swt mencintai dengan rahman rahim-Nya menghadirkan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan pengampunan agar kita kembali kepada Allah.

Insyaallah ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya yang kita lakukan selama Ramadhan itu dapat menghapus dosa-dosa kita. Permohonan ampun atas salah dan khilaf yang kita lantumkan selama Ramadhan Insyaallah dijabah oleh Allah Swt. Inilah yang disampaikan Rasul kepada kita dalam hadistnya : MAN SOMA ROMADONA IMANAN WAH TISABAN GHUFIRO LAHU MA TAQOD DAMA MIN ZAMBIH (“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd

Catatan yang Kedua,Kita Berada di Hari kemenangan

Idul Fitri dimaknai juga sebagai hari kemenangan. Menang diartikan bahwa kita telah mampu menahan diri kita selama sebulan. Kita telah mampu mengendalikan diri agar tidak melakukan hal-hal yang membatalkan atau mengurangi nilai ibadah puasa kita .Kita mampu mengalahkan hawa nafsu kita. Inilah makna Hari Raya idul fitri adalah hari raya kemenangan. Kita semua keluar sebagai pemenang menjadi orang-orang yang bertaqwa sesuai tujuan dari ibadah puasa yang diwajibkan kepada setiap muslim.

LA ‘AL LAKUM TAT TAQUN *( Agar kamu menjadi orang bertaqwa ) ( qs.2:183)

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd

Jamaah yang dirahmati Allah

Hari Kemenangan yang kita rayakan saat ini bukanlah kemenangan akhir. Kita baru saja meraih sebuah kemenangan dari sebuah pertarungan melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan. Hawa nafsu dan syaitan tidak akan berhenti untuk menggoda sepanjang hidup kita. Syaitan telah bersumpah dihadapan Allah untuk menyesatkan manusia dengan berbagai cara sampai detik terakhir hayat manusia.

Ucapan syaitan ini diabadikan Allah Swt di dalam al-Quran surat al-A’raf : 16-17

16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd

Mari kita jadikan hari kemenangan ini adalah hari kemenangan yang hakiki yaitu kemenangan yang mengantarkan kita meraih nilai-nilai spiritual,pencerahan akal dan jiwa yang tunduk dan patuh kepada Allah Swt.

Catatan yang Ketiga, Mari kita melanjutkan tradisi ibadah pada 11 bulan berikutnya.

Jamaah yang dirahmati Allah.

Suasana ibadah yang begitu menggairahkan dan penuh bersemangat selama bulan suci Ramadhan tidak boleh berhenti usai Ramadhan meninggalkan kita. Semangat beribadah ini harus kita lanjutkan kembali. Kita harus meningkatkan amal ibadah yang kita laksanakan selama Ramadhan untuk sebelas bulan ke depan. Ibadah puasa yang kita laksanakan selama satu bulan penuh harus kita teruskan dengan melakukan ibadah puasa sunat yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Puasa 6 di bulan Syawal, Puasa Senin kamis, puasa 3 hari pada pertengahan adalah contoh dari puasa sunnah yang bisa kita lakukan untuk meneruskan ibadah puasa kita.

Mari kita hidupkan salat malam di rumah kita masing-masing secara berkala untuk meneruskan semangat kita melaksanakan salat Tarawih selama Ramadan yang lalu. Membaca al-quran, berinfaq, bersedekah mari kita gelorakan kembali. Khusus terkait Zakat, infaq dan Sadaqoh Alhamdulillah kita sudah membentuk Lazismu Karo lembaga resmi pengumpulan zakat,infaq dan sadaqoh. Silakan salurkan zakat.infaq dan sadaqoh Bapak/Ibu/Sdr sekalian di Lazismu Karo. Daftarkan diri Bapak/Ibu/sdr sebagai donator tetap berapapun jumlah donasi. Lazismu karo juga bersedia membantu Bapak/Ibu/Sdr utk menghitung zakat maal atau zakat harta Bapak.Ibu/Sdr sekalian. Insyaaalh akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya sekaligus upaya membangun ekonomi ummat. Demikian juga kegiatan dakwah mari kita tingkatkan kembali.Mari kita makmurkan kembali masjid-masjid kita dengan menghidupkan shalat berjamaah di setiap waktu.

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd

Jamaah yang dirahmati

Catatan keempat, mari kita perkuat semangat ber-Islam di tengah-tengah keluarga kita.

Ramadhan selama satu bulan yang kita lalui telah mendidik kebersamaan kita dalam keluarga . Kebersamaan ketika melaksanakan sahur bersama, buka puasa bersama, menuju masjid melaksanakan shalat isya dan taraweh bersama dan aktifitas ibadah lainnya menunjukkan diantara keberkahan yang kita terima selama Ramadhan ini. Lihatlah betapa gembiranya kita melihat kehadiran banyak anak-anak kita memenuhi shaf-shaf di masjid kita mulai dari awal sampai akhir Ramadhan.. Kegembiraan mereka beribadah. Merekalah generasi kita yang akan meneruskan perjuangan kita untuk menegakkan ajaran Islam.

Dengan kata lain, Ramadhan telah mengingatkan kita bahwa kita harus menumbuhkan dan menggelorakan semangat ber-Islam. Kecintaan kepada Islam harus kita wujudkan dengan mengenal Islam dengan sebaik-baiknya. Begitu juga dengan melakukan aktifitas ibadah sebagai tanda ketaatan kita kepada Allah. Sehingga akhirnya Islam akan menjadi sikap hidup kita.

Dan itu semua harus kita mulai dari keluarga kecil kita. Semangat ber-Islam harus tumbuh di setiap keluarga muslim. Mari kita perhatikan kembali ber-Islam kita.

Kami ingin sampaikan kepada Bapak/Ibu/Sdr jamaah yang dirahmatilah Allah berdasarkan penelitian sekitar 65% ummat Islam tidak bisa baca al-quran. Hasil data Ini tentu sangat memprihatinkan kita semua. Oleh sebab itu mari kita mulai langkah baru dan harus diawali dari keluarga untuk mengenalkan Islam dengan sebaik-baiknya. Mari kita cek lagi hal-hal dasar yang sederhana tentang Islam di lingkungan keluarga kita. Bagaimana kemampuan baca al-Qurannya. Bagaimana kemampuan bacaan shalatnya. Apakah memiliki atau akrtif di pengajian dan sebagainya.

Jamaah yang dirahmati Allah….Semuanya itu harus dimulai dari keluarga untuk membangun Islam yang kuat dan lebih baik.

Jamaah yang dirahmatilah Allah…

Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang bergerak dalam bidang dakwah memfasilitasi pembinaan keluarga. Ada pengajian Muhammadiyah bagi kaum Bapak-bapak, Ada pengajian Aisyiyah untuk kaum Ibu-Ibu. Ada pengajian Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah utk para pemuda dan pemudinya. Ada Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai wadah pengajian para pelajar. Dan ada pengajian kaum mualaf sebagai wadah pembinaan kaum yang baru memeluk Islam.

Kami mengajak kepada kita semua agar lebih serius pembinaan agama Islam yang dimulai dari keluarga.

Allah Swt mengingatkan kita semua dalam Qs. At-Tahrim:6 ; ” Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Allahu akbar…Allahu Akbar . Laila haillallahh. Allahu akbar Wa lillahilhamd

Jamaah yang dirahmatilah itulah empat catatan penting yang harus kita perhatikan usai Ramadhan meninggalkan kita sekaligus apa yang harus kita lakukan untuk sebelas bulan ke depan.

Mari kita akhiri khutbah ini dengan memanjatkan doa bermunajat kepada Allah Ya Allah ya Tuhan Kami yang maha Pengampun Ampuni dosa dan kesalahan kami. Dosa kedua orang tua kami,dosa kaum muslimin dan muslimat. Hindarilah kami dari kesalahan dan dosa yang akan datang.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Pemberi Hidayah

lembutkanlah hati kami semua, perbaikilah semua urusan di antara kami, dan tunjukkanlah kami ke jalan keselamatan, arahkanlah kami kepada keselamatan, dengan keluar dari kesesatan menuju cahaya-Mu. Anugerahkan kepada kami kemampuan menjauhi hal-hal tercela,

Ya Allah Ya Tuhan Kami yang Maha Pemberi Kebahagiaan

Anugerahkan kepada kami keluarga yang berbahagia dalam lindungan-Mu

Jadikanlah Keluarga kami keluarga yang tetap taat dan patuh terhadap perintah-perintah-Mu.

Jadikanlah pasangan dan keturunan kami sebanagi penyenang hati kami

Dan jadikan kami sebagai imam pemimpin keluarga kami untuk mengantarkan nilai-nilai ketakwaan di dalam rumah kami

Ya Allah ya Tuhan Kami Pemilik kekuasan

Berilah petunjuk kepada para pemimpin negeri kami.

Jadikan pemimpin kami pemimpin yg amanah

Pemimpin yang memberikan ketenangan, kedamaian, kemakmuran bagi kami bukan pemimpin yang zolim.

Ya Allah Ya Tuhan Kami

Tiada tempat kami berharap kecuali kepada Mu ya Allah

Tiada tempat bergantung bagi kami kecuiali kepada Mu ya Allah. Kepadamu kami akan kembali.

Penuhilah seluruh harapan kami Kabulkan seluruh pinta dan keinginan kami. Sungguh engkau tidak pernah mengingkari janji,

Robbana atina fid dunya hasanah . Wafil akhiroti hasanah wa akina azaban naar

Subhana Robbika Robbil izzati amma yasipun Wal hamdulillahirrobbilalamin.

File Khutbah Idul Fitri dapat didownload Disini

Sabtu, 16 April 2022

PAPARAN PENGAJIAN RAMADHAN 1443H SUMATERA UTARA

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan Pengajian Ramadhan 1443H yg diikuti oleh seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.

Narasumber pada kegiatan ini selain dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara juga dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Gubernur Sumatera Utara

Prof.Dr.Syafiq A. Mughni Ketua PP Muhammadiyah menyampaikan materi dengan judul "Religiusitas yang Mencerahkan dalam Ajaran Islam: Perspektif Normativitas dan Historisitas".Prof.Dr.Syafiq A.Mughni menyampaikan data yang mengejutkan bahwa negara-negara yang tinggi nilai keagamaan nya ternyata sangat tinggi tingkat korupsinya.

Narasumber selanjutnya PP Muhammadiyah Prof.Dr.Muhajir Effendi, MAP yang juga Menteri Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memberikan kajian pada Pengajian Ramadhan 1443H yang dilaksanakan oleh PW Muhammadiyah Sumatera Utara.Pada Pengajian Ramadhan 1443H, Prof.Dr.Muhajir Effendi, MAP menyampaikan materi dengan judul "Mengembangkan Religiusitas Islami yang Mencerahkan dalam Lembaga Pendidikan di Era Disrupsi ". Muhajir Effendi nerharap pimpinan Muhammadiyah harus memberikan pencerahan tentang Islam.Salah satu persoalan agama adalah gagalnya memahami Islam yang benar. Muhajir Effendi berharap Muhammadiyah dapat meluruskan. agar memandang Islam secara benar.

Untuk pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah harus kembali membumikan Al-Quran pada anak didik. Sekolah harus memberikan kenyamanan bagi peserta didik didik. Muhajir Effendi menjelaskan indikator keberhasilan sekolah jika sudah waktunya pulang anak-anak nggak mau pulang.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr.Abdul Mukti,M.Ed menyampaikan materi "Mengembangkan Religiusitas Ihsan dalam Masyarakat Majemuk di Era Disrupsi" Andul Mukti mengajak pimpinan Muhammadiyah untuk melakukan gerakan dengan semangat Ihsan.Ihsan adalah melakukan sesuatu secara sempurna. Pokok dari iman dan Islam adalah Ihsan.

Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Prof.Dr.Hasyimsyah Nasution,MA sebagai pemateri selanjutnya membicarakan tentang "Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara di Era Disrupsi". Hasyimsyah Nasution mengingatkan kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah untuk melakukan terobosan dakwah. Beliau juga menyampaikan tentang peluang dan tantangan yang saat ini dihadapi oleh Muhammadiyah.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmadi sebagai narasumber terakhir memaparkan tentang visi dan misi provinsi Sumatera Utara. Gubernur Sumartabattera Utara kepada seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk membantu bagaimana memujudkan Sumatera Bermartabat. Gubernur Sumatera Utara menyampaikan tentang targetnya pertumbuhan ekonomi sebesar 3-3.5% di tahun 2022 di semester awal ini.

Jumat, 15 April 2022

KEBERSAMAAN KELUARGA

Ini dokumentasi kami di Cafe Berastagi bersama istri dan anak gadisku. Momen yang tetap indah

PENGAJIAN RAMADHAN 1443H MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

PW Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan Pengajian Ramadhan 1443H bertempat di Kampus UMSU. Kegiatan ini dilaksanakan 15-17 April 2022.Pengajian Ramadhan dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Utara.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof.Dr.Agussani,MAP dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di UMSU sebagai tuan rumah dalam menyukseskan kegiatan Pengajian Ramadhan 1443H. Pada kesempatan ini Rektor UMSU menyampaikan perkembangan UMSU dari waktu ke waktu.

Prof.Dr.H. Hasyimsyah Nasution,M.Si Ketua PWM Sumatera Utara menyampaikan betapa pentingnya kegiatan Pengajian Ramadhan 2443H . Oleh sebab tema yang diangkat dalam pengajian ini adalah Religiusitas di era disrupsi.

Pengajian Ramadhan 1443H ini dibuka oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof.Dr. Haedar Nashir,M.Si via daring. Nara sumber dalam Pengajian Ramadhan 1443H akan diisi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah antara lain Prof. Dr.Syafiq A.Mughni, Prof.Dr.Muhajir Effendi,MAP, Drs. Drs.H.Marpuji,M.Si, Prof. Dr.Abdul Mukti,M.Ed. Selain dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dari sumber juga akan diisi oleh Ketua PWM Sumatera Utara. Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara juga sebagai narasumber dalam kegiatan Pengajian Ramadhan 1443H.

Sabtu, 02 April 2022

Catatan Ramadhan 1443H: Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, Allah Swt memperkenankan kita tahun ini untuk bisa menikmati bulan Ramadhan tentunya sekaligus melaksanakan ibadah puasa. Hal ini tentu sebuah nikmat yang harus kita syukuri sebagai seorang muslim. Sebagai seorang muslim harus punya rasa rindu yang mendalam agar bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Nabi Muhammad SAW saja sangat merindukan kehadiran bulan Suci ramadhan. Begitu rindunya, Nabi Muhammad SAW dua bulan sebelum kehadiran bulan suci Ramadhan selalu berdoa agar diberi umur untuk bisa bertemu kembali bulan Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik RA, ketika memasuki bulan Rajab Nabi SAW berdoa, "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan." (HR Imam Ahmad dan Ath Thabrani).

Kerinduan terhadap akan bulan Ramadhan harus menjadi sikap seorang mukmin. Kerinduan ini akan mampu memberi motivasi kepada setiap muslim mempersiapkan diri mengisi amal ibadah terbaik di bulan suci Ramadhan ini. Kerinduan akan Ramadhan akan memunculkan rasa kegembiraan yang dilandasi keimanan yang menumbuhkan semangat beribadah di bulan Ramadhan.

Kenapa kita merindukan bulan Ramadhan ???

Bulan ramadhan ini bulan yang spesial. Bulan Ramadhan bulan yang di dalamnya banyak keberkahan yang ditawarkan kepada setiap orang yang beriman. Ini dikatakan Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud "Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan ". Inilah keberkahan yang kita peroleh. Maka wajar jika kita merindukan bulan suci Ramadhan ini. Maka rugilah orang-orang yang tidak merindukan kehadiran bulan suci ramadhan ini.

Kabanjahe, Catatan Ramadhan hari ke-1

Minggu, 20 Maret 2022

KAWIN BEDA AGAMA. APA HUKUMNYA????

          

          Perkawinan beda agama kembali lagi viral. Beberapa waktu yang lalu di media sosial muncul berita perkawinan beda antar antara seorang pria yang beragama Katholik dengan seorang perempuan beragama Islam. Hal ini viral karena pengantin diabadikan disebuah gereja tempat pemberkatan perkawinan memakai busana muslim secara lengkap. Hari ini kembali lagi viral perkawinan beda agama. Menariknyanya perkawinan beda agama merupakan staf khusus presiden Ayu Kartika Dewi seorang muslimah dengan kekasihnya Gerald Sebastian yang beragama Katholik. Pernikahan dilangsung pada hari Jumat ( 18 Maret 2022 ) dilangsungkan dengan dua prosesi yakni akad nikah secara Islam dilanjutkan misa pemberkatan di Katedral jakarta. Pernikahannya dilangsungkan dengan dua prosesi yakni akad nikah secara Islam dilanjutkan dengan misa pemberkatan di Katedral Jakarta.

          Sudah tentu perkawinan ini menjadi heboh dan viral di tengah-tengah masyarakat. Sudah tentu banyak orang kembali mempertanyakan bagaimana aturannya atau hukumnya perkawinan antara pasangan yang berbeda agama. Untuk melihat aturan perkawinan beda agama ini dapat kita pandang dari dua segi. Pertama dari segi aturan agama itu sendiri dan yang kedua aturan dari pemerintah.

          Jika kita melihat dari aturan agama tentu kita kembalikan kepada aturan/syariat agama itu sendiri. Kalau kita mau jujur tentu setiap agama akan " melarang " ummat melaksanakan perkawinan yang beda agama. hal ini terkait sikap setiap agama yang memiliki " kebenaran " keimanan sendiri. Maka oleh sebab itu jika perkawinan beda agama maka akan terjadi kegalauan dalam keimanan masing-masing pasangan suami istri yang beda agama. Dari sudut agama Islam dalam al-Quran surat Al-Maidah ayat 5 diterangkan dibolehkan seorang laki-laki mengawini perempuan ahli kitab. Namun yang menjadi permasalahannya adalah kategori perempuan akhi kitab mrnjadi terjadi perselisihan. Sebagian ulama menyebutkan bahwa saat ini yang dikategorikan ahli kitab itu tidak ada lagi. Di samping itu ayat ini mengandung semangat bahwa laki-laki sebagai kepala keluarga diharapkan mampu membawa pasangannya(istri) nanti ke dalam agama Islam. Ayat ini tidak berlaku sebaliknya antara perempuan muslim mengawini laki-laki ahli kitab. Perkawinan beda agama dianggap haram dan pelakunya dikategorikan melakukan perbuatan zinah.

          Bila dilihat dari sudut pandang agama Kristen demikian juga. Agama Kristen tidak membenarkan kawin dengan beda agama. Hal ini dapat kita baca dari berbagai sumber.  imformasi. Berbeda dengan agama Islam dan Kristen, agama Khatolik membolehkan perkawinan yang berbeda agama dengan beberapa persyaratan. Antara lain persyaratannya adalah perkawinan dilakukan dihadapan Romo dan dilakukan secara Khatolik. Disamping itu pasangan harus berjajnji hasil keturunannya harus dibaptis dan dididik secara Khatolik.

          Dari sudut pandang peraturan negara dalam Undang-Undang Perkawinan diterangkan bahwa perkawinan beda keyakinan itu dilarang.Pada pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan diterangkan bahwa " Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu.". Undang Undang Perkawinan ini memiliki semangat menghargai aturean agama terkait dengan perkawinan. Artinya bila agama melarang perkawinan beda agama maka Undang Undang tidak akan membolehkan kawin beda agama.

          Namun demikian aturan tersebut di tengah-tengah masyarakat kadang-kadang dilanggar. banyak kasus terjadi apalagi perkawinan yang tidak tercatat yang dilakukan secara adat. Di sisi lain juga menunjukkan bahwa " ketaatan beragama " yang semakin rendah. Mengganggap agama tidaklah sesuatu yang penting yang spesial yang harus diperrtahankan. Tidak memahami hukum-hukum agama yang dianutnya. Belumlagi pemikiran agama yang liberal yang menganggap agama adalah urusan pribadi tidak ada kaitannya dengan orang lain. Menganggap apa yang dilakukannya adalah urusan dirinya dengan Tuhannya.

          Perkawinan beda agama tentu tidak akan berhenti sampaui di sini. Tentu akan muncul lagi perkawinan beda agama pada masa-masa yang akan datang. Untuk itu tentu pemerintah harus jelas dan taat mengikuti aturan yang dibuatnya. Artinya secara bahwa negara tidak akan memberi izin. Jika pengantin yang akan melangsungkan perkawinan salah satunya beragama Islam maka harus dipastikan tidak boleh tercatat dalam akta perkawinan secara Islam. Walaupun nanti ( boleh saja terjadi ) negara membuat sebuah lembaga yang memberikan pengesahan secara resmi ( bukan secara agama khususnya agama Islam ) jika trend pengadiln beda agama ini semakin marak.

Rabu, 12 Januari 2022

Ferdinand Hutahaean Bicara Tentang Sifat Tuhan

Ferdinand Hutahaean dan Cuitannya


Ferdinand Hutahaean berhasil membuat heboh dunia maya. Lewat cuitannya Ferdiand Hutahaean berhasil mendongkrak namanya di tranding topik. Namun disayangkan cuitannya itu menyinggung banyak pihak dan terindikasi cuitan beliau adalah penghinaan atau penistaan terhadap suatu agama atau kepercayaan.

Apakah benar Ferdinand Hutahaean telah melakukan penistaan terhadap suatu lewat cuitannya??
Untuk menjawab hal tersebut mari kita analisa kata perkata cuitan Ferdinand Hutahaean. Sekaligus juga mari kita buktikan apakah cuitannya terkait pergojakan jiwanya yang dialaminya terkait dengan masuknya dia ke dalam agama Islam. Konon katanya cuitannya pada kalimat pertama adalah "kata atau bisikan" syetan.

Lengkapnya cuitan Ferdiand Hutahaean sebagai berikut :

Kasihan sekali ternyata Allahmu lemah harus dibela.
Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan tak perlu dibela

Berdasarkan cuitan di atas dapat kita analisa sebagai berikut :
1. Kata " Kasihan sekali "
Kata  "Kasihan sekali" maknanya tergantung kalimat yang mengikutinya. Makna kasihan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  bermakna rasa iba hati, rasa belas kasih, seruan  menyatakan rasa belas. Misalnya dalam kalimat : Kasihan sekali anak itu, masih kecil ditinggali orang tuanya.

Tetapi kata "kasihan" bisa bermakna konotasi yang bermakna mengejek, menghina yang tidak ada kaitannya dengan makan rasa iba atau rasa belas kasihan. Misalnya dalam kalimat di bawah ini :
" Kasihan sekali deh lu...rasain sendiri !

Makna penghinaan ini yang dapat kita tangkap dari cuitan Ferdinad Hutahaean di atas. 
" Kasihan sekali ternyata Allahmu lemah harus dibela "

2. Frase " ternyata Allahmu  lemah harus dibela "
Kata " Allah " itu mengacu kepada sebutan atau nama Tuhan. Di Indonesia nama Tuhan dengan sebutan "Allah" secara umum dipakai oleh agama Islam dan Kristen walaupun dengan lafal yang berbeda.Baik Islam maupun Kristen juga pada semua agama konsepsi tentang Tuhan adalah pencipta langit dan bumi, pemilik segala kekuatan, tempat bnermohon dan sebagainya. Tuhan dengan sebutan apa saja menurut agama atau keyakinan sebuah kepercayaan tidak memiliki kelemahan. Jadi jika ada pendapat yang mengindikasikan kelemahan, kekurangan : Tuhan" maka dapat dikategorikan sebuah penghinaan atau penistaan terhadap agama atau keyakinan. Frase " ternyata Allahmu lemah harus dibela " ini tentu menuduh Tuhan yang diyakinai oleh keyakinan orang lain itu lemah. Menuduh Tuhan yang diyakini orang lain itu terkandung dalam kata " Allahmu". Ini diperkuat dengan frase selanjutanya " harus dibela". Dari analisis ini maka dapat dikatakan cuitan Ferdiand Hutahaean mengandung penghinaan atau penistaan terhadap keyakinan orang lain.

3. Kalimat" Kalau aku sih Allahku luar biasa, Maha segalanya"
Pada cuitan kalimat di atas, Ferdiand Hutahaean membuat perbandingan antara keyakinan tentang Tuhan keyakinan orang lain ( pada kata " Allahmu" ) dengan Tuhan yang diyakini beliau yaitu pada kata " Allahku".  Ini dipertegas dengan kalimat yang diawali " kalau aku sih " yang sekali mengandung pelecehan terhadap keyakinan agama lain. Pada cuitan ini Ferdinand Hutahaean menyampaikan konsep ke-Tuhan yang diimaninya seba maha. Ini tertuang dalam frase " Allahku luar biasa, maha segalanya ". Yang seharusnya keyakinan ini juga dimiliki oleh keyakinan setiap agama.

4. Drase " Dialah pembelaku selalu dan tak perlu dibela "
Kalimat cuitan terakhir ini sekali lagi Ferdinand Hutahaean ingin menegaskan penghinaan atau melecehkan Tuhan keyakinan orang lain yang memiliki kelemahan yang berbeda dengan Tuhan keyakinannya yang Maha Sempuna. Ini dapat kita pahami pada frase " tak perlu dibela".

Dari analisa bahasa di atas maka sebenarnya secara jelas dan terang Ferdinand Hutahaean secara sengaja telah melakukan penghinaan atau penistaan terhadap keyakinan agama tertentu.

Ada yang menarik dari pernyataan Ferdinand Hutahaean yang memberikan pernyatan untuk membela diri atas cuitannya. Beliau menyampaikan bahwa cuitannya itu adalah dialog dirinya yang lemah. Beliau menyampaikan seakan-akan cuitan pada kalimat di awal adalah pernyataan syetan yang menggodanya dengan mengatakan Tuhanmu ( Allahmu ) lemah. Apalagi beliau kaitkan dengan baru memeluk agama Islam. Tentu pernyataan ini tidak bisa dibenarkan kalau kita menganalisa cuitannya. Kata-kata " Kasihan " pada kalimat pertama itu bersambung dengan awal cuitannya berikut " kalau aku sih... "  adalah serangkain kata penghubung saling menguatkan. Bukan kalimat melawan atau menentang. Kalaulah bisiskan syetan yang dibisikkan ke dalam pikiran Ferdinand Hutahaean tentang Tuhannya lemah dan dia melawan bisiskan itu tentu kalimat cuitan tidak seperti cuitan yang membuat kegaduhan.

Jadi jikalah cuitan adalah perlawanan kepada syetan untuk mempertahan keyakinan maka cuitannya seperti kalimat di bawah ini :

  
"Kasihan  dirimu Allahmu lemah" Bisik syetan kepadaku. 
Tidak...Tidak.. Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku

Jadi, jika terjadi pergulatan bisikan syetan maka rekontruksi kalimat di atas itulah yang paling tepat yang harus beliau buat sebagai cuitan. Rekontruksi cuitan itu terasa ada benrtuk perlawanan batin. Jadi jika Ferdinand Hutahaean mengadakan pergulatan dengan biskan syetan  dengan mengacu cuitan di media sosial maka pada dasarnya Ferdinand Hutahaean telah melakukan kebohongan publik untuk membela dirinya.