Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Jumat, 15 April 2022

PENGAJIAN RAMADHAN 1443H MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

PW Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan Pengajian Ramadhan 1443H bertempat di Kampus UMSU. Kegiatan ini dilaksanakan 15-17 April 2022.Pengajian Ramadhan dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Utara.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof.Dr.Agussani,MAP dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di UMSU sebagai tuan rumah dalam menyukseskan kegiatan Pengajian Ramadhan 1443H. Pada kesempatan ini Rektor UMSU menyampaikan perkembangan UMSU dari waktu ke waktu.

Prof.Dr.H. Hasyimsyah Nasution,M.Si Ketua PWM Sumatera Utara menyampaikan betapa pentingnya kegiatan Pengajian Ramadhan 2443H . Oleh sebab tema yang diangkat dalam pengajian ini adalah Religiusitas di era disrupsi.

Pengajian Ramadhan 1443H ini dibuka oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof.Dr. Haedar Nashir,M.Si via daring. Nara sumber dalam Pengajian Ramadhan 1443H akan diisi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah antara lain Prof. Dr.Syafiq A.Mughni, Prof.Dr.Muhajir Effendi,MAP, Drs. Drs.H.Marpuji,M.Si, Prof. Dr.Abdul Mukti,M.Ed. Selain dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dari sumber juga akan diisi oleh Ketua PWM Sumatera Utara. Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara juga sebagai narasumber dalam kegiatan Pengajian Ramadhan 1443H.

Sabtu, 02 April 2022

Catatan Ramadhan 1443H: Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, Allah Swt memperkenankan kita tahun ini untuk bisa menikmati bulan Ramadhan tentunya sekaligus melaksanakan ibadah puasa. Hal ini tentu sebuah nikmat yang harus kita syukuri sebagai seorang muslim. Sebagai seorang muslim harus punya rasa rindu yang mendalam agar bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Nabi Muhammad SAW saja sangat merindukan kehadiran bulan Suci ramadhan. Begitu rindunya, Nabi Muhammad SAW dua bulan sebelum kehadiran bulan suci Ramadhan selalu berdoa agar diberi umur untuk bisa bertemu kembali bulan Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik RA, ketika memasuki bulan Rajab Nabi SAW berdoa, "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan." (HR Imam Ahmad dan Ath Thabrani).

Kerinduan terhadap akan bulan Ramadhan harus menjadi sikap seorang mukmin. Kerinduan ini akan mampu memberi motivasi kepada setiap muslim mempersiapkan diri mengisi amal ibadah terbaik di bulan suci Ramadhan ini. Kerinduan akan Ramadhan akan memunculkan rasa kegembiraan yang dilandasi keimanan yang menumbuhkan semangat beribadah di bulan Ramadhan.

Kenapa kita merindukan bulan Ramadhan ???

Bulan ramadhan ini bulan yang spesial. Bulan Ramadhan bulan yang di dalamnya banyak keberkahan yang ditawarkan kepada setiap orang yang beriman. Ini dikatakan Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud "Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan ". Inilah keberkahan yang kita peroleh. Maka wajar jika kita merindukan bulan suci Ramadhan ini. Maka rugilah orang-orang yang tidak merindukan kehadiran bulan suci ramadhan ini.

Kabanjahe, Catatan Ramadhan hari ke-1

Minggu, 20 Maret 2022

KAWIN BEDA AGAMA. APA HUKUMNYA????

          

          Perkawinan beda agama kembali lagi viral. Beberapa waktu yang lalu di media sosial muncul berita perkawinan beda antar antara seorang pria yang beragama Katholik dengan seorang perempuan beragama Islam. Hal ini viral karena pengantin diabadikan disebuah gereja tempat pemberkatan perkawinan memakai busana muslim secara lengkap. Hari ini kembali lagi viral perkawinan beda agama. Menariknyanya perkawinan beda agama merupakan staf khusus presiden Ayu Kartika Dewi seorang muslimah dengan kekasihnya Gerald Sebastian yang beragama Katholik. Pernikahan dilangsung pada hari Jumat ( 18 Maret 2022 ) dilangsungkan dengan dua prosesi yakni akad nikah secara Islam dilanjutkan misa pemberkatan di Katedral jakarta. Pernikahannya dilangsungkan dengan dua prosesi yakni akad nikah secara Islam dilanjutkan dengan misa pemberkatan di Katedral Jakarta.

          Sudah tentu perkawinan ini menjadi heboh dan viral di tengah-tengah masyarakat. Sudah tentu banyak orang kembali mempertanyakan bagaimana aturannya atau hukumnya perkawinan antara pasangan yang berbeda agama. Untuk melihat aturan perkawinan beda agama ini dapat kita pandang dari dua segi. Pertama dari segi aturan agama itu sendiri dan yang kedua aturan dari pemerintah.

          Jika kita melihat dari aturan agama tentu kita kembalikan kepada aturan/syariat agama itu sendiri. Kalau kita mau jujur tentu setiap agama akan " melarang " ummat melaksanakan perkawinan yang beda agama. hal ini terkait sikap setiap agama yang memiliki " kebenaran " keimanan sendiri. Maka oleh sebab itu jika perkawinan beda agama maka akan terjadi kegalauan dalam keimanan masing-masing pasangan suami istri yang beda agama. Dari sudut agama Islam dalam al-Quran surat Al-Maidah ayat 5 diterangkan dibolehkan seorang laki-laki mengawini perempuan ahli kitab. Namun yang menjadi permasalahannya adalah kategori perempuan akhi kitab mrnjadi terjadi perselisihan. Sebagian ulama menyebutkan bahwa saat ini yang dikategorikan ahli kitab itu tidak ada lagi. Di samping itu ayat ini mengandung semangat bahwa laki-laki sebagai kepala keluarga diharapkan mampu membawa pasangannya(istri) nanti ke dalam agama Islam. Ayat ini tidak berlaku sebaliknya antara perempuan muslim mengawini laki-laki ahli kitab. Perkawinan beda agama dianggap haram dan pelakunya dikategorikan melakukan perbuatan zinah.

          Bila dilihat dari sudut pandang agama Kristen demikian juga. Agama Kristen tidak membenarkan kawin dengan beda agama. Hal ini dapat kita baca dari berbagai sumber.  imformasi. Berbeda dengan agama Islam dan Kristen, agama Khatolik membolehkan perkawinan yang berbeda agama dengan beberapa persyaratan. Antara lain persyaratannya adalah perkawinan dilakukan dihadapan Romo dan dilakukan secara Khatolik. Disamping itu pasangan harus berjajnji hasil keturunannya harus dibaptis dan dididik secara Khatolik.

          Dari sudut pandang peraturan negara dalam Undang-Undang Perkawinan diterangkan bahwa perkawinan beda keyakinan itu dilarang.Pada pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan diterangkan bahwa " Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu.". Undang Undang Perkawinan ini memiliki semangat menghargai aturean agama terkait dengan perkawinan. Artinya bila agama melarang perkawinan beda agama maka Undang Undang tidak akan membolehkan kawin beda agama.

          Namun demikian aturan tersebut di tengah-tengah masyarakat kadang-kadang dilanggar. banyak kasus terjadi apalagi perkawinan yang tidak tercatat yang dilakukan secara adat. Di sisi lain juga menunjukkan bahwa " ketaatan beragama " yang semakin rendah. Mengganggap agama tidaklah sesuatu yang penting yang spesial yang harus diperrtahankan. Tidak memahami hukum-hukum agama yang dianutnya. Belumlagi pemikiran agama yang liberal yang menganggap agama adalah urusan pribadi tidak ada kaitannya dengan orang lain. Menganggap apa yang dilakukannya adalah urusan dirinya dengan Tuhannya.

          Perkawinan beda agama tentu tidak akan berhenti sampaui di sini. Tentu akan muncul lagi perkawinan beda agama pada masa-masa yang akan datang. Untuk itu tentu pemerintah harus jelas dan taat mengikuti aturan yang dibuatnya. Artinya secara bahwa negara tidak akan memberi izin. Jika pengantin yang akan melangsungkan perkawinan salah satunya beragama Islam maka harus dipastikan tidak boleh tercatat dalam akta perkawinan secara Islam. Walaupun nanti ( boleh saja terjadi ) negara membuat sebuah lembaga yang memberikan pengesahan secara resmi ( bukan secara agama khususnya agama Islam ) jika trend pengadiln beda agama ini semakin marak.

Rabu, 12 Januari 2022

Ferdinand Hutahaean Bicara Tentang Sifat Tuhan

Ferdinand Hutahaean dan Cuitannya


Ferdinand Hutahaean berhasil membuat heboh dunia maya. Lewat cuitannya Ferdiand Hutahaean berhasil mendongkrak namanya di tranding topik. Namun disayangkan cuitannya itu menyinggung banyak pihak dan terindikasi cuitan beliau adalah penghinaan atau penistaan terhadap suatu agama atau kepercayaan.

Apakah benar Ferdinand Hutahaean telah melakukan penistaan terhadap suatu lewat cuitannya??
Untuk menjawab hal tersebut mari kita analisa kata perkata cuitan Ferdinand Hutahaean. Sekaligus juga mari kita buktikan apakah cuitannya terkait pergojakan jiwanya yang dialaminya terkait dengan masuknya dia ke dalam agama Islam. Konon katanya cuitannya pada kalimat pertama adalah "kata atau bisikan" syetan.

Lengkapnya cuitan Ferdiand Hutahaean sebagai berikut :

Kasihan sekali ternyata Allahmu lemah harus dibela.
Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan tak perlu dibela

Berdasarkan cuitan di atas dapat kita analisa sebagai berikut :
1. Kata " Kasihan sekali "
Kata  "Kasihan sekali" maknanya tergantung kalimat yang mengikutinya. Makna kasihan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  bermakna rasa iba hati, rasa belas kasih, seruan  menyatakan rasa belas. Misalnya dalam kalimat : Kasihan sekali anak itu, masih kecil ditinggali orang tuanya.

Tetapi kata "kasihan" bisa bermakna konotasi yang bermakna mengejek, menghina yang tidak ada kaitannya dengan makan rasa iba atau rasa belas kasihan. Misalnya dalam kalimat di bawah ini :
" Kasihan sekali deh lu...rasain sendiri !

Makna penghinaan ini yang dapat kita tangkap dari cuitan Ferdinad Hutahaean di atas. 
" Kasihan sekali ternyata Allahmu lemah harus dibela "

2. Frase " ternyata Allahmu  lemah harus dibela "
Kata " Allah " itu mengacu kepada sebutan atau nama Tuhan. Di Indonesia nama Tuhan dengan sebutan "Allah" secara umum dipakai oleh agama Islam dan Kristen walaupun dengan lafal yang berbeda.Baik Islam maupun Kristen juga pada semua agama konsepsi tentang Tuhan adalah pencipta langit dan bumi, pemilik segala kekuatan, tempat bnermohon dan sebagainya. Tuhan dengan sebutan apa saja menurut agama atau keyakinan sebuah kepercayaan tidak memiliki kelemahan. Jadi jika ada pendapat yang mengindikasikan kelemahan, kekurangan : Tuhan" maka dapat dikategorikan sebuah penghinaan atau penistaan terhadap agama atau keyakinan. Frase " ternyata Allahmu lemah harus dibela " ini tentu menuduh Tuhan yang diyakinai oleh keyakinan orang lain itu lemah. Menuduh Tuhan yang diyakini orang lain itu terkandung dalam kata " Allahmu". Ini diperkuat dengan frase selanjutanya " harus dibela". Dari analisis ini maka dapat dikatakan cuitan Ferdiand Hutahaean mengandung penghinaan atau penistaan terhadap keyakinan orang lain.

3. Kalimat" Kalau aku sih Allahku luar biasa, Maha segalanya"
Pada cuitan kalimat di atas, Ferdiand Hutahaean membuat perbandingan antara keyakinan tentang Tuhan keyakinan orang lain ( pada kata " Allahmu" ) dengan Tuhan yang diyakini beliau yaitu pada kata " Allahku".  Ini dipertegas dengan kalimat yang diawali " kalau aku sih " yang sekali mengandung pelecehan terhadap keyakinan agama lain. Pada cuitan ini Ferdinand Hutahaean menyampaikan konsep ke-Tuhan yang diimaninya seba maha. Ini tertuang dalam frase " Allahku luar biasa, maha segalanya ". Yang seharusnya keyakinan ini juga dimiliki oleh keyakinan setiap agama.

4. Drase " Dialah pembelaku selalu dan tak perlu dibela "
Kalimat cuitan terakhir ini sekali lagi Ferdinand Hutahaean ingin menegaskan penghinaan atau melecehkan Tuhan keyakinan orang lain yang memiliki kelemahan yang berbeda dengan Tuhan keyakinannya yang Maha Sempuna. Ini dapat kita pahami pada frase " tak perlu dibela".

Dari analisa bahasa di atas maka sebenarnya secara jelas dan terang Ferdinand Hutahaean secara sengaja telah melakukan penghinaan atau penistaan terhadap keyakinan agama tertentu.

Ada yang menarik dari pernyataan Ferdinand Hutahaean yang memberikan pernyatan untuk membela diri atas cuitannya. Beliau menyampaikan bahwa cuitannya itu adalah dialog dirinya yang lemah. Beliau menyampaikan seakan-akan cuitan pada kalimat di awal adalah pernyataan syetan yang menggodanya dengan mengatakan Tuhanmu ( Allahmu ) lemah. Apalagi beliau kaitkan dengan baru memeluk agama Islam. Tentu pernyataan ini tidak bisa dibenarkan kalau kita menganalisa cuitannya. Kata-kata " Kasihan " pada kalimat pertama itu bersambung dengan awal cuitannya berikut " kalau aku sih... "  adalah serangkain kata penghubung saling menguatkan. Bukan kalimat melawan atau menentang. Kalaulah bisiskan syetan yang dibisikkan ke dalam pikiran Ferdinand Hutahaean tentang Tuhannya lemah dan dia melawan bisiskan itu tentu kalimat cuitan tidak seperti cuitan yang membuat kegaduhan.

Jadi jikalah cuitan adalah perlawanan kepada syetan untuk mempertahan keyakinan maka cuitannya seperti kalimat di bawah ini :

  
"Kasihan  dirimu Allahmu lemah" Bisik syetan kepadaku. 
Tidak...Tidak.. Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku

Jadi, jika terjadi pergulatan bisikan syetan maka rekontruksi kalimat di atas itulah yang paling tepat yang harus beliau buat sebagai cuitan. Rekontruksi cuitan itu terasa ada benrtuk perlawanan batin. Jadi jika Ferdinand Hutahaean mengadakan pergulatan dengan biskan syetan  dengan mengacu cuitan di media sosial maka pada dasarnya Ferdinand Hutahaean telah melakukan kebohongan publik untuk membela dirinya.


Sabtu, 27 November 2021

SUARA SANG OPOSAN
( Puisi buat Fadli Zon )

Tiba-tiba menghilang
Ujuang suaranya lelah lenyap
tak ada yang tahu

Terakhir suaranya terdengar
Bersuara tentang Sintang
Bergemuruh lantang cerita tentang banjir
Tak mampu kalahkan
Raung motor Superbike
di lintasan sirkuit Mandalika

Tiba-tiba menghilang
Lantang suranya tak lagi terdengar
Suara yang jatuh di batang tenggorokan
Terkulai
Menatap nanar sang pemiliki suara

Tiba-tiba menghilang
Lengkingan suara yang membawa asa
Tak lagi garang akan terdengar

Lengkingan suara yang atas nama rakyat
tak lagi terdengar merdu

Lengkingan suara yang menembus jantung Istana
Tak lagi tajam menancap

Lengkingan suara sang Oposan
Telah kropos tak kekar lagi

Tiba-tiba menghilang
tinggal....
hening
diam
sunyi

Dan suara itu
telh ditelan
hening
diam Sunyi

Aku jadi teringat
Cerita kamu tentang Suara Orkestra


Kabanjahe, 27-11-2021
Di dalam Hening Tak Ada yang Berani Bersuara

Rabu, 24 November 2021

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 2021

Hari ini 25 November 2021, Saya mengucapkan selamat Hari Guru Nasional .
Pada hari Guru Nasional ini tentu kita semua berharap guru lenih optimal berperan meningkatkan kualitas peserta didik. Sebagai seorang guru yang sudah bertugas lebih kurang 27 tahun berharap pemerintah harus lebih serius membenahi kualitas guru. Sebaik apapun konsep pendidikan yang ditawarkan. Atau sehebat apapun teori tentang pendidikan. Itu semua akan sia-sia jika guru tidak dibenahi dengan baik.

Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan seluruh konsep dan teori pendidikan yang dirancang. Sekali lagi guru harus mendapat porsi k yang besar untuk pembenahan peningkatan kualitasnya. Kualitas guru kita secara umum sangat memprihatinkan. Pembelajaran dari rumah di masa Pandemi covid19 harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah. Betapa kita gagap ( termasuk guru ) dalam tanda kutip kita gagal dalam proses pembelajaran di masa pandemi covid 19. Guru-guru kebanyakan tidak punya acuan dan kemampuan dalam pembelajaran secara daring. Pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan sampai ke tingkat daerah juga tidak punya konsep yang jelas untuk disampaikan kepada guru sebagai ujung tombak pendidikan. Di tambah lagi kemampuan IT para guru yang juga masih rendah.

Sekali lagi kami berharap dalam semangat Hari Guru Nasional tahun ini, pemerintah harus lebih serius memperhatikan guru-guru sebagai ujung tombak pendidikan. Peningkatan kualitas guru melalui pelatihan-pelatihan yang berkualitas tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jangan berharap kualitas pendidikan kita bisa maju selangkah tanpa pembenahan kualitas guru.

Oleh sebab itu tema Hari Guru Nasional tahun ini yaitu Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan mengandung makna bahwa Memajukan pendidikan itu tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas yang diberikan. Tetapi ada semangat tanggungjawab siapa saja yang bergerak dalam bidang pendidikan ( bukan tanggung jawab guru semata ) untuk membangun setiap jiwa anak bangsa. Ada tanggung jawab yang tidak bisa diukur dengan materi untuk mencerdaskan setiap anak bangsa. Semua itu hanya berhasil jika dilakukan dengan hati dengan jiwa. Selamat Hari Guru Nasional untuk menuju Pendidikan Indonesia yang lebih baik

TENTANG HUJAN

Malam ini hujan turun
Seperti hari hari kemarin
Hujan turun bersama cerita
Cerita tentang air mata
jatuh bersama hujan turun
larut dan menghilang
bersama hujan yang tak berhenti
Tentang hujan
ada cerita di dalamnya