Sabtu, 02 September 2023
DEKLARASI ANIES-MUHAIMIN MENUJU PEMILU 2024
Jumat, 30 Desember 2022
PEMILU 2024 COBLOS PARTAI BUKAN CALEG
Kamis, 29 Desember 2022
PARTAI UMMAT PESERTA PEMILU 2024
Besok ( Jumat, 30 Desember 2022 ) kemungkinan KPU RI akan mengumumkan lolosnya Partai Ummat untuk mengikuti Pemilu 2024. Lolosnya Partai Ummat yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos tidak terlepas dari sikap Bawaslu yang yang memberikan arahan agar KPU RI dan Partai Ummat untuk melakukan mediasi duduk bersama. Bawaslu juga memberikan peluang kepada Partai Ummat untuk memperbaiki data mereka sebelum dilakukan verifikasi kembali oleh KPU RI. Kita bersyukur baik KPU RI dan Partai Ummat setuju untuk melakukan langkah-langkah yang ditawarkan oleh Bawaslu.
Sebelumnya KPU RI menyatakan Partai Ummat tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2024. Hal ini disebabkan karena menurut KPU RI bahwa Partai Ummat belum memenuhi syarat untuk dua wilayah yaitu Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. Verifikasi administrasi ulang Partai Ummat untuk dua wilayah ini dilakukan pada 23-24 Desember 2022. Pada 25 Desember 2022, KPU melakukan penentuan sampel dalam verifikasi faktual.
Partai Ummat tentu mendapat angin segar dari hasil mediasi ini. Pada dasarnya saat Bawaslu mempersilakan KPU RI dan Partai Ummat untuk melakukan mediasi merupakan sebuah sinyal Partai Ummat ini akan lolos untuk mengikuti Pemilu 2024. Dalam tenggang waktu walaupun singkat tentu tidak ada masalah bagi Partai Ummat untuk memenuhi persyaratan agar lolos untuk mengikuti Pemilu 2024. Imformasi dari berbagai sumber dinyatakan hasil verifikasi faktual partai besurtan Amin Rais ini telah memenuhi syarat sebagai peserta pemilu 2024.
Seandainya Partai ummat dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2024 kita ucapkan selamat dan sukses sebagai peserta pemilu untuk bertarung di tahun 2024. Partai Ummat dan partai peserta pemilu lainnya adalah merupakan kekuatan demokrasi bangsa ini. Setiap partai harus memberikan kontribusi yang positif untuk membangun alam demokrasi Indonesia.Sekali lagi jika Partai Ummat lolos maka untuk Pemilu 2024 ini ada sebanyak 3 partai yang benar-benar baru yang akan ikut pada Pemilu 2024. Partai baru tersebut adalah Partai Kebangkitan Nasional, Partai Gelombang Rakyat, dan Partai Ummat.
Menariknya tiga partai yang benar-benar baru dan baru pertama kali mengikuti pemilu di tahun 20024 merupakan sempalan atau pecahan dari partai yang ada. Partai Gelora yang digawangi Anis Matta , Fahri Hamzah dkk merupakan orang-orang yang pernah aktif di Partai PKS Begitu juga Partai Kebangkitan Nasional ( PKN ) yang didirikan sejumlah loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat. Saat ini PKN diketuai oleh Gede Pasek Suardika yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal Parta yang sebelumnya juga merupakan politisi Demokrat. Terakhir Partai Ummat ( jika lolos ) merupakan Partai yantg didirikan oleh Amin Rais yang juga merupakan pendiri Partai Amanat Nasional pasca reformasi.
Sekali selamat buat Partai Ummat ( jika dinyatakan lolos ) yang akan mewarnai pemilu 2024 dan selamat juga buat partai-partai peserta pemilu 2024. Bertarung dan bangunlah alam demokrasi yang demokratis. Jauh dari kecurangan seperti isu-isu yang berkembang pada pemilu-pemilu sebelumntya. Kita berharap partai-partai politik ini menjadi penyambung suara rakyat bukan menjadi pembungkam suara rakyat.
Sabtu, 27 November 2021
( Puisi buat Fadli Zon )
Tiba-tiba menghilang
Ujuang suaranya lelah lenyap
tak ada yang tahu
Terakhir suaranya terdengar
Bersuara tentang Sintang
Bergemuruh lantang cerita tentang banjir
Tak mampu kalahkan
Raung motor Superbike
di lintasan sirkuit Mandalika
Tiba-tiba menghilang
Lantang suranya tak lagi terdengar
Suara yang jatuh di batang tenggorokan
Terkulai
Menatap nanar sang pemiliki suara
Tiba-tiba menghilang
Lengkingan suara yang membawa asa
Tak lagi garang akan terdengar
Lengkingan suara yang atas nama rakyat
tak lagi terdengar merdu
Lengkingan suara yang menembus jantung Istana
Tak lagi tajam menancap
Lengkingan suara sang Oposan
Telah kropos tak kekar lagi
Tiba-tiba menghilang
tinggal....
hening
diam
sunyi
Dan suara itu
telh ditelan
hening
diam Sunyi
Aku jadi teringat
Cerita kamu tentang Suara Orkestra
Kabanjahe, 27-11-2021
Di dalam Hening Tak Ada yang Berani Bersuara
Selasa, 31 Agustus 2021
PIDATO KEBANGSAAN PROF.DR.HAERDAR NASHIR: KRITIK MUHAMMADIYAH UNTUK NEGERI
Sangat menarik menyimak “Pidato Kebangsaan” Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Sc dalam rangka mensyukuri 76 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Apa yang diungkapkan Prof.Dr.Haedar Nashir,M.Sc adalah sikap Muhammadiyah memandang Indonesia dalam bingkai berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah sebagai bagian dari negara ini dan usia jauh lebih tua dari usia kemerdekaan bangsa Indonesia tentu memiliki harapan dan cita-cita agar negeri ini semakin baik sesuai dengan harapan pendiri bangsa ini. Usia 76 tahun bangsa Indonesia dengan situasi saat ini yang penuh dengan berbagai permasalahan maka “Pidato kebangsaan” yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamamdiyah ingin mengajak seluruh komponen untuk kembali merenung arah dan tujuan yang ingin digapai oleh negeri ini.
Pidato Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang bekerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Maluku dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2021 diberi judul sekaligus sebagai hastag #IndonesiaJalanTengah #IndonesiaMilikBersama. Dari judul Pidato Kebangsaan ini tergambar sebuah solusi yang ditawarkan oleh Muhammadiyah untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang akhir-akhir semakin mengkhawatirkan perjalanan bangsa ini ke depan. Keterbelahan anak bangsa, pro kontra radikalisme_ekstremisme, kasus korupsi dan perlakuan terhadap koruptor yang dianggap memanjakan, praktik demokrasi transaksional, kesenjangan sosial, menguatkan oligarki politik dan ekonomi, masalah utang luar negeri dan investais asing, penanganan covid-19 adalah sebagian contoh permasalahan yang sedang dihadapi negeri yang besar ini. Refleksi kemerdekaan ke 76 saat ini adalah saat yang tepat seluruh komponen bangsa untuk menyatukanpandang untuk menyelamatkan negeri yang kita cintai ini. Tentu dengan tidak mengurangi apresiasi atas kemajuan yang dicapai oleh negeri ini dari periode ke periode kepemimpinan nasional.
Membaca pemikiran Muhammadiyah lewat Pidato Kebangsaan Ketua Umum Prof.Dr.Haedar Nashir kita dibawa untuk melihat kondisi Indonesia dari tiga dimensi waktu. Masa lalu, saat ini dan akan datang. Perjalanan waktu yang harus berkesinambungan untuk membangun Inddonesia masa depan.
Dimensi Indonesia Masa laluSejarah mencatat dan ini yang harus diingat seluruh komponen anak bangsa negeri ini dibangun diawali dengan kesepakatan anak bangsa dan kerelaan golongan Islam untuk melepas “tujuh kata” sehingga menerima rumusan final Pancasila sebagai dasar negara. Inilah peran tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo beserta tokoh Islam lainnya yang menunjukkan kenegarawanan untuk mempersatukan anak bangsa di bumi pertiwi Indonesia. Sejarah ini tentu tidak boleh dilupakan siapa saja yang tinggal di negeri ini.
Pancasila adalah “jalan tengah” mempersatukan kita semua diawal kemerdekaan. Muhammadiyah memandang konsensus Pancasila dan berdirinya negara Indonesia yang bersejarah itu sebagai “Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah “. Bacalah kembali pemikiran Bung Karno tentang lima sila dari Pancasila dalam sidang BPUPKI tergambar kuat pemikiran moderat atau ‘jalan Tengah” untuk membangun Indonesia. Indonesia harus dibangun dengan semangat nasionalisme yang kuat. Semangat ini yang harus dibangun untuk hidup dalam kehidupan internasional. Begitu juga tentang makna nilai mufakat dan kerakyatan bahwa negara ini harus dibangun untuk semua orang semua rakyat. Indooensia harus dibangun bersama dengan musyawarah tetapi bukan musyawarah demokrasi ala barat. Demikian juga nilai kesejahteraan dalam butir Pancasila yang mengandung makna kesejahteraan untuk setiap orang. Tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia yang merdeka. Tentang sila Ketuahan, bung Karno jelas dan tegas menyatakan “ Menyususn Indonesia merdeka denan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa. Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri”. Inilah semangat nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi yang ditanam oleh para pendiri negeri ini. Setiap pemimpin dan siapa saja di negeri ini harus paham pondasi awal dibangun negeri untuk membangun Indonesia masa depan.
Dimensi Indonesia Saat IniSelain kemajuan yang telah kita raih untuk negeri ini juga meninggalkan berbagai persoalan kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila yang menjadi pondasi membangun negeri ini mulai luntur. Kita sudah hampir kehilangan nilai-nilai Pancasila membangun negeri ini. Kesenjangan sosial, bumi an kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh segelintir pihak, dan menguatkan oligarki politik, demokrasi yang transaksional, korupsi dana rakyat yang dilakukan oleh pemimpin rakyat sangat masif, kuatnya campur tangan asing dalam pengelolaan kekayaan alam, keadilan yang sangat jauh dari keadilan, radikalisme yang menjamur, paham komunisme yang mulai mendapat tempat, dan persoalan lainnya yang menjadi persoalan serius untuk membangun negeri ini. Muhammadiyah mengingatkan kepada semua pemilik kekuasaan agar tidak dikembangkan pandangan “ Siapa yang kuat yang menang”. Jika ini terjadi, maka itu dapat dikatakan Indonesia terpapar “radikalisme-ekstrem” bentuk lain. Sekali tentu ini tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Muhammadiyah juga mengingatkan untuk menjalankan Pancasila yang moderat dengan membangun dan mengembangkan pemikiran ke-Indonesiaan dengan jalan moderat atau moderasi bukan melalui jalan kontra-radikal atau deradikalisasi yang ekstrem. Oleh sebab itulah Muhammadiyah memberikan kritikan tentang pelaksanaan Tes wawasan Kebangsaan ( TWK), Survei Lingkungan Belajar ( SLB ), lomba pidato tentang hukum menghormat bendera, dan pemikiran-pemikiran lain pro-kontra lainnya mesti dihindari jika ingin meletakkan Pancasila bersama tiga lainnya, yaitu NKRI, UUD 1945, dan Kebhinekaan sebagai ideologi jalan tengah yang moderat.
Dimensi Indonesia Akan DatangPerjalanan bangsa ini tidak boleh berhenti. Bangsa ini beruntung memiliki Pancasila sebagi nilai-nilai pemersatu bangsa. Pancasila tidak boleh terdegrasi. Nilai-nilai Pancasila harus dikembalikan dengan semangat awal ketika bangsa ini dirancang. Ingat pidato Soekarno 1 Juni 1945 yang mengaskan bahwa “ Kita hendak mendirikan suatu negara semua untuk semua”. Muhammad Hatta juga menegaskan betapa pentingnya ‘kolektivisme” dalam berbangsa dan bernegara. Negara ini akan tetap bertahan dan bersaing dengan negara-negara lain dalam bingkai pancasila. Pancasila jalan terbaik yang harus menjadi acuan untuk membangun negeri ini ke depan. Negeri yang dicita-citakan oleh para pendahulu pembangun negeri ini yang telah berkorban dan berkorban lagi untuk membangun semangat solidaritas untuk hidup bersama dalam satu bingkai yaitu Indonesia. Indonesia harus kita bangun secara bersama-sama untuk kesejahteraan semua anak bangsa. Tidak boleh ada anak bangsa yang terjajah lagi di negeri Indonesia yang merdeka. Prof.Dr. Haedar Nashir dalam Pidato Kebangsaan menyebutkan dengan istilah “ Indonesia Jalan Tengah dan Indonesia Milik Bersama”.
Perjalanan bangsa ini massih panjang. Perjalanan kemerdekaan ke-76 yang baru saja kita lalui dengan berbagai permasalahan harus menyatukan jiwa, pikiran dan langkah menuju terwujudkan cita-cita Indoensia. Muhammadiyah percaya, masih banyak dinegeri ini pemimpin-pemimpin dan warga bangsa yang berhati tulus, baik, jujur, yang dapat dipercaya untuk membangun bersama-sama, demi kepentingan bersama-sama untuk kesejahteraan bersama-sama untuk Indonesia yang lebih baik sesuai cita-cita harapan pendiri negeri ini. Untuk pemimpin-pemimpin dan anak bangsa yang salah dan khilaf berlebih-lebihan dalam menggunakan kekuasaan politik, kekuasaan ekonomi maupun orientasi hidupnya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila masih tersedia untuk jalan kembali. Jalan kebaikan untuk negeri ini masih terbuka lebar dibukakan Tuhan. Kembalilah kejalan yang terang dan trercerahkan untuk bersama-sama membangun negeri ini.
Perjalanan bangsa ini sudah kita lewati 76 tahun. Negeri ini akan kita lanjutkan untuk anak cucu kita ke depan. Negeri ini harus kita bangun dengan keikhlasan bersama sama dengan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai konsensus pendiri negeri ini. #IndonesiaJalanTengah dan #IndonesiaMilikBersama.
Catatan : Teks lengkap Pidato Kebangsaan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr.Haedar Nashir, M.Sc klik disini.















.jpg)


