Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2023

BILA HARI INI

*RENUNGAN* *BILA HARI INI* 1 . Bila Hari Ini Belum dapat Memberi Kebahagiaan pada Sesama, usahakan Hari Ini Tidak Menyakiti Orang lain. 2 . Bila Hari Ini Belum dapat Melakukan Amal Baik, usahakan Hari Ini Tidak Melakukan Dosa. 3 . Bila Hari Ini Belum dapat Berakhlak Mulia, usahakan Hari Ini Tidak Menyimpan Hati Buruk pada Sesama. 4 . Bila Hari Ini Belum dapat Menghargai Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak Memberi nilai Berlebih pada Diri Sendiri. 5 . Bila Hari Ini Belum dapat Memberi Manfaat, usahakan Hari Ini Tidak Memberi Mudharat bagi Sesama. 6 . Bila Hari Ini Belum dapat Menciptakan Suasana yang Menyenangkan bagi Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak Melakukan Kemarahan dan Kebencian pada Sesama. 7 . Bila Hari Ini Belum dapat Mengingat Kebaikan Orang, usahakan Hari Ini dapat Melupakan Keburukan Orang lain. 8 . Bila Hari Ini Belum dapat Beramal dengan Ikhlas, usahakan Hari Ini dapat Membebaskan Diri dari Pujian Org lain. 1 *_Makna dari Kehidupan Bukan Terletak pada seberapa Bernilainya Diri Kita, Tetapi seberapa Besar Bermanfaatnya Kita bagi Orang lain._* 2 *_Jika Keberadaan Kita dapat Menjadi Berkah bagi Banyak Orang, barulah Kita Benar- Benar Bernilai._* Semoga bermanfaat NN

Selasa, 26 September 2023

SUJUD




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ارْكَعُوْا وَا سْجُدُوْا وَ اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَا فْعَلُوْا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

Artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."(QS. Al-Hajj 22: 77)

Sujud berasal dari bahasa Arab: سُجود, (sʊˈdʒuːd), adalah tindakan sujud kepada Allah menghadap kiblat. Dilakukan dalam ibadah shalat. 

Posisinya berlutut dan membungkuk sampai seseorang menyentuh lantai dengan dahi, hidung, telapak tangan, lutut dan jari kaki dan tetap dalam posisi itu sampai seseorang mencapai keadaan santai sambil membaca doa untuk memuliakan Allah SWT.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya : “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah ra)

Sujud merupakan lambang penyembahan total seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak ada penghormatan tertinggi di atas sujud, di mana wajah menghadap ke bawah, hatinya berbisik kepada Allah SWT, kedua tangan lutut hidung, dahi dan kedua kakinya ada dalam satu gerakan menempel ke lantai.

Professor Dr.Fidelma O'Leary seorang ahli Neurosains dari Universitas St. Edward di Austin, Texas, Amerika Serikat menyebutkan dalam penelitiannya. 
Beliau menyebutkan bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. 

Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal. Dari penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika pada posisi sujud.

Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat pada posisi sujud.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Artinya : “Hendaklah Engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah Engkau memperbanyak sujud karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” (HR. Muslim no. 488)

Begitu mulianya orang yang dekat dengan Allah Ta’ala. Anugerah berupa doa yang mustajab, dosa yang diampuni, derajat yang ditinggikan, kesehatan yang dilimpahkan serta janji surga baginya.

Dari Rabiah bin Ka’ab Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Artinya : “Saya pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu, aku membawakan air wudunya dan air untuk hajatnya. Maka, beliau berkata kepadaku, ‘Mintalah kepadaku.’ Maka aku berkata, ‘Aku hanya meminta agar aku bisa menjadi teman dekatmu di surga.’ Beliau bertanya lagi, ‘Adakah permintaan yang lain?’ Aku menjawab, ‘Tidak, itu saja.’ Maka, beliau menjawab, ‘Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud (memperbanyak salat)'” (HR. Muslim no. 489)

Sesungguhnya betapa tubuh kita membutuhkan sirkulasi darah secara normal. Tentunya kita membutuhkan ilmu pengetahuan agar dapat mengimplentasikan perintah-perintah Allah secara benar. Agar kita mengetahui betapa bermanfaatnya sujud mengahadap kepada-Nya melalui shalat wajib dan salat sunah.

Dengan mengetahui manfaat bersujud perlu peningkatan yang lebih intens dengan membiasakan diri melakukan shalat-salat sunah mulai dari shalat rawatib, salat duha, salat tahajud. Dan berbagai ibadah dengan mengedepankan keikhlasan dan ittiba‘ setiap melaksanakannya. 

Dari Aisyah radhiallahu’anha :

فقدت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وكان معي على فراشي ، فوجدته ساجداً ، راصّاً عقبيه ، مستقبلاً بأطراف أصابعه القبلة

Artinya : “Suatu malam aku kehilangan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, padahal sebelumnya beliau bersamaku di tempat tidur. Kemudian aku mendapat beliau sedang sujud, dengan menempelkan dua tumitnya, menghadapkan jari-jari kakinya ke kiblat.” (HR. Muslim no. 486)

InsyaAllah kita mendapatkan kecintaan Allah Subhanahu WaTa’ala sehingga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa diberi petunjuk dan hidayah-Nya.

*SEMOGA BERMANFAAT*
Sumber: Kajian Jendela Fajar 

UWAIS AL-QORONIY




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ

Artinya :“Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2542)

Sesungguhnya, Uwais al-Qoroniy termasuk teladan dalam berbakti kepada ibunya. Ia hidup sezaman dengan Nabi. Namun tidak pernah bertemu dengan Nabi. Bisa jadi karena ia tidak bisa meninggalkan ibunya. Kesibukannya untuk berbuat baik kepada ibunya.

Beliau seorang tabi’in, hidup sezaman dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak pernah bertemu Nabi. Beliau pernah bertemu dengan Umar ra. Kisah Uwais bin ‘Amir Al Qarni ini patut menjadi suri tauladan bagi kita yang hidup dizaman milinial ini. 

Ia punya amalan mulia, berbakti pada orang tua sehingga banyak orang yang meminta doa kebaikan melalui perantaranya. Apalagi yang menyuruh orang-orang meminta doa ampunan darinya adalah Nabi SAW yang sudah disampaikan oleh Beliau jauh-jauh hari.

Syrohnya berawal dari pertemuaannya dengan ‘Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu.

عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ قَالَ كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِذَا أَتَى عَلَيْهِ أَمْدَادُ أَهْلِ الْيَمَنِ سَأَلَهُمْ أَفِيكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ حَتَّى أَتَى عَلَى أُوَيْسٍ فَقَالَ أَنْتَ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ نَعَمْ . قَالَ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَانَ بِكَ بَرَصٌ فَبَرَأْتَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ لَكَ وَالِدَةٌ قَالَ نَعَمْ

Artinya : Dari Usair bin Jabir, ia berkata, ‘Umar bin Al Khattab ketika didatangi oleh serombongan pasukan dari Yaman, ia bertanya, “Apakah di tengah-tengah kalian ada yang bernama Uwais bin ‘Amir?” Sampai ‘Umar mendatangi ‘Uwais dan bertanya, “Benar engkau adalah Uwais bin ‘Amir?” Uwais menjawab, “Iya, benar.” Umar bertanya lagi, “Benar engkau dari Murod, dari Qarn?” Uwais menjawab, “Iya.” Umar bertanya lagi, “Benar engkau dahulu memiliki penyakit kulit lantas sembuh kecuali sebesar satu dirham.”Uwais menjawab, “Iya. ”Umar bertanya lagi, “Benar engkau punya seorang ibu?”, Uwais menjawab, “Iya.”

قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « يَأْتِى عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ ». فَاسْتَغْفِرْ لِى. فَاسْتَغْفَرَ لَهُ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ الْكُوفَةَ. قَالَ أَلاَ أَكْتُبُ لَكَ إِلَى عَامِلِهَا قَالَ أَكُونُ فِى غَبْرَاءِ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَىَّ

Artinya : Umar berkata, “Aku sendiri pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

Umar pun berkata, “Mintalah pada Allah untuk mengampuniku.” Kemudian Uwais mendoakan Umar dengan meminta ampunan pada Allah. Umar pun bertanya pada Uwais, “Engkau hendak ke mana?” Uwais menjawab, “Ke Kufah”. Umar pun mengatakan pada Uwais, “Bagaimana jika aku menulis surat kepada penanggung jawab di negeri Kufah supaya membantumu?” Uwais menjawab, “Aku lebih suka menjadi orang yang lemah (miskin).”

قَالَ فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ حَجَّ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِهِمْ فَوَافَقَ عُمَرَ فَسَأَلَهُ عَنْ أُوَيْسٍ قَالَ تَرَكْتُهُ رَثَّ الْبَيْتِ قَلِيلَ الْمَتَاعِ. قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « يَأْتِى عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ ».

Tahun berikutnya, ada seseorang dari kalangan terhormat dari mereka pergi berhaji dan ia bertemu Umar. Umar pun bertanya tentang Uwais. Orang yang terhormat tersebut menjawab, “Aku tinggalkan Uwais dalam keadaan rumahnya miskin dan barang-barangnya sedikit.” 

Umar pun mengatakan sabda Rasulullah SAW, “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. 

Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

فَأَتَى أُوَيْسًا فَقَالَ اسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ أَنْتَ أَحْدَثُ عَهْدًا بِسَفَرٍ صَالِحٍ فَاسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ اسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ لَقِيتَ عُمَرَ قَالَ نَعَمْ. فَاسْتَغْفَرَ لَهُ

Orang yang terhormat itu pun mendatangi Uwais, ia pun meminta pada Uwais, “Mintalah ampunan pada Allah untukku.” Uwais menjawab, “Bukankah engkau baru saja pulang dari safar yang baik (yaitu haji), mintalah ampunan pada Allah untukku.” Orang itu mengatakan pada Uwais, “Bukankah engkau telah bertemu ‘Umar.” Uwais menjawab, “Iya benar.” Uwais pun memintakan ampunan pada Allah untuknya.

فَفَطِنَ لَهُ النَّاسُ فَانْطَلَقَ عَلَى وَجْهِهِ

Artinya : “Orang lain pun tahu akan keistimewaan Uwais. Lantaran itu, ia mengasingkan diri menjauh dari manusia.” (HR. Muslim no. 2542)

Nabi shollallahu alaihi wasallam sendiri yang menilai Uwais sebagai seorang anak yang berbakti kepada ibunya:

…لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ…

Artinya :…ia memiliki seorang ibu yang ia berbakti kepadanya…(H.R Muslim)

Apabila seseorang telah dipastikan bahwa ia berbakti kepada ibunya oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, maka ia benar-benar orang yang telah berbakti. Uwais adalah salah satu orang yang telah mendapat kepastian itu.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ

Artinya : Jika ia (Uwais) bersumpah atas nama Allah, Allah akan mewujudkan isi sumpahnya itu (H.R Muslim)

Setiap anak pastilah mencintai ibunya, bila ia mau mengerti, memahami dan pandai berbalas budi atas besarnya pengorbanan ibunya dari mulai mengandung, melahirkan, mendidik serta membesarkannya. Semoga Allah SWT menitipkan kita anak-anak yang berakhlak Uwais Al-Qoroniy.

*SEMOGA BERMANFAAT*
Sumber: Kajian Jendela Fajar

Jumat, 14 Juli 2023

SAAT KITA TUA

Hari ini usia kita pasti akan menua, akan lemah, dan akan sendiri.
Jika saat itu ada anak² kita mendampingi kita, mengasuh kita, memperhatikan, melayani kita. Itulah harapan kita semua. 
Alhamdulillah...
Jika tidak...kita tak perlu kecewa, tak perlu menyesal. Tak perlu kita minta balas budi atas  perjuangan kita membesar anak dan keturunan. 
Itu adalah sebuah keikhlasan kita sebagai orang tua. 
Jika mereka tak membalas budi tak perlu kita kecewa. Rasa Kecewa akan membuat hidup di hari tua semakin tersiksa. Tetaplah doakan agar anak² kita kembali ke jalan yg benar dan belajar utk ikhlas.
Apa yg kita lakukan?
Kita hrs mempersiapkan kehidupan di hari tua kita. Tabungan di hari tua hrs dipersiapkan. Berhematlah dari sekarang sisihkan dana utk hari tua  Kesehatan sdh mulai diperhatikan lebih serius saat usia sdh kepala 5. Mental dan psikologis hrs diperkuat. Tetap py aktifitas rutin.
Tentu yg terpenting adalah hubungan dgn Allah tetap terjaga dgn baik. Tetaplah beribadah. Hubungan dgn manusia tetap dirawat. Hilangkan buruk sangka, dengki, khianat. Tumbuhkan rasa menghargai org lain, tdk menganggap lebih tinggi, lebih hebat dsb. 
Tetaplah ikuti pengajian² di sekeliling kita. Selain kita mendpt pencerahan di dalamnya ada silaturahmi yg bs memperpanjang usia yg dpt kita artikan dpt membuat kita sehat.
Saat kita tua nanti walaupun kita akan sendiri hidup ini akan kita nikmati dgn rasa syukur kpd Allah SWT. Tetaplah berdoa kpd sang khalik agar anak keturunan kita adalah org² Soleh. Seperti doa kita mengikuti doa nabi Ibrahim: Robbi habli Minas Sholihin. Sehingga di hari tua nanti anak dan keturunan melayani kita dgn sebaik²ya sbgm kita dulu memberikan pelayanan terbaik saat membesarkan mereka. Aminnn
🙏🙏

Sabtu, 08 Juli 2023

Renungan: HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS


*RENUNGAN*
HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!*

Θ *BUTUH* _batu kerikil_ supaya kita *BERHATI-HATI*..

Θ *BUTUH* semak berduri_ supaya kita *WASPADA*..

Θ *BUTUH* _Pesimpangan_ supaya kita *BIJAKSANA* dalam *MEMILIH*..

Θ *BUTUH* _Petunjuk jalan_ supaya kita punya *HARAPAN* tentang arah _masa depan_..

•• Hidup Butuh *MASALAH* supaya kita _tahu_ kita punya *KEKUATAN*..

•• *BUTUH* _Pengorbanan_ supaya kita tahu cara *BEKERJA KERAS*..

•• *BUTUH* _airmata_ supaya kita tahu *MERENDAHKAN HATI*

•• *BUTUH* _dicela_ supaya kita tahu bagaimana cara *MENGHARGAI*..

•• *BUTUH* _tertawa dan senyum_ supaya kita tahu *MENGUCAPKAN SYUKUR*..

•• *BUTUH* _Orang lain_ supaya kita tahu kita *TAK SENDIRI*..

Jangan~ selesaikan *MASALAH* dgn _mengeluh, berkeluh kesah, dan marah"_, Selesaikan saja dgn *sabar, bersyukur*, dan jangan lupa *TERSENYUM*.

Teruslah *MELANGKAH* walau mendapat *RINTANGAN*, Jangan~ _takut_..
Saat tidak ada lg *tembok* utk _bersandar_, masih ada *lantai* utk _bersujud_.
Perbuatan baik yg paling *sempurna* adalah perbuatan baik yg tidak~ _terlihat_, Namun.. Dpt dirasakan hingga jauh kedlm *relung hati*.

Jangan~ menghitung apa yg *hilang*, namun hitunglah apa yg *tersisa*.

Sekecil apapun *penghasilan* kita, pasti akan cukup bila digunakan utk _Kebutuhan_ Hidup.

Sebesar apapun *penghasilan* kita, pasti akan kurang bila digunakan utk *Gaya Hidup*.

Tidak selamanya kata-kata yg *indah* itu _benar_, juga *tidak*selamanya kata-kata yg *menyakitkan* itu _salah

Hidup ini terlalu *singkat*, lepaskan mereka yg menyakitimu, *sayangi* mereka yg _peduli_ padamu. Dan *berjuanglah* utk mereka yg _berarti_ bagimu.

*Bertemanlah* dg semua org, tapi *bergaulah* dg org yg _berintegritas_ dan mempunyai _nilai hidup_ yg benar, krn pergaulan akan *mempengaruhi* cara kita hidup dan masa depan kita.
SEMOGA BERMANFAAT. 

Dikutip dari WA Grup




Selasa, 06 Juni 2023

SANDAL DI MASJIDIL HARAM'


Ada kisah menarik dan menjadi sebuah renungan yang kami alami ketika beberapa tahun yang lalu menunaikan ibadah haji. Kisah ini tentang sandal. Di dalam Masjidil Haram terdapat rak-rak untuk menitipkan sandal atau alas kaki jamaah. Jumlahnya sangat banyak. Sampai ribuan rak yang tersebar diberbagai tempat.

Saat itu saya memakai sandal baru. Itu pemakaian yang pertama kali. Harganya lumayanlah. Supaya aman dan tak hilang maka saya sengaja meletakkan sandal sebelah kiri dan kanan di rak secara terpisah. Jarak antara kedua rak tempat saya menitipkan sandal sekitar lima meter. Tempat dan nomornya saya ingat betul.

Alhamdulillah, saat melaksanakan ibadah tenang dan tidak ada rasa khawatir sandal baru hilang. Logikanya nggak mungkin hilang karena sandal dipisahkan tempatnya. Saat ingin mengambil sandal baru ternyata tidak kelihatan. Hilang.Kami perhatikan lokasi dan nomor raknya tidak salah. Kami coba untuk melihat lebih teliti mana tahu terselip diantara sandal yang lain  juga tak ketemu si sandal baru.

Akhirnya kami sadar. Ya Allah kami salah. Kami sudah berdosa. 
Kenapa harus ada keraguan dan takut kehilangan sandal baru kami 
Padahal kami berada di rumah-Mu sebagai tamu-Mu. Yang seharusnya kami punya sikap 100% harus merasa aman. Tidak boleh ragu karena kami berada di rumah-Mu.

Alhamdulillah, Kami harus bersyukur dengan peristiwa ini.
Ya Allah Engkau beri peringatan langsung kepada kami. Itu tandanya Engkau ya Allah sangat sayang kepada kami. 
Jikapun hilang sandal baru kami atau yang lain. Sekali lagi kalau pun hilang tentu itu tidak sebanding dengan nikmat yang Engkau berikan.
Beraplah harga sebuah sandal yang hilang dibandingkan kenikmatan yang Engkau bisa menjadi Tamu-Mu hadir di Masjidil haram. 
Belajarlah untuk ikhlas. Benar-benar ikhlas saat kita kehilangan sesuatu yang pada dasarnya bukan milik kita.

Sekedar nasehat kepada calon jamaah haji bawalah kantongan atas tas sebagai tempat menyimpan sandal kita. Begitu luasnya Masjidil Haram membuat kita lupa tempat dan rak penyimpanan sandal atau alas kaki kita.

Selamat menunaikan ibadah haji semoga dapat menjalankan prosesi ibadah haji dengan sempurna.






Selasa, 03 Januari 2023

CERITA TENTANG PAKU

Pernahkan kita melihat paku yang menacap pada kayu..?

Sering kita lihat ada paku yg lurus dan ada paku yang bengkok. Dan kita pun akan mencari paku yang lurus untuk kita tancapkan pada kayu yang akan kita sambungkan.

Begitu juga ketika paku di pukul dengan martil, jika paku itu bengkok maka, paku itu sudah tidak di perlukan lagi. Pastinya kita akan mencari paku yang lurus lainnya.

Tahu kah apa itu artinya jika kita terapkan dalam kehidupan kita..?

Memiliki makna bahwa orang yang lurus akan banyak ditimpa cobaan/timpaan sebagai bentuk untuk mengasah keimanannya. 

Bisa jadi adanya cobaan itu selain merupakan ujian dari Allah SWT. bisa juga dikatakan bahwa kita adalah orang pilihan yang memang hanya kita yang menanggung beban tersebut. 

Berbeda dengan yang bengkok, mereka jarang ditimpa akan tetapi mereka sering menjadi peresah, tidak dibutuhkan, bahkan diganti/dibuang karena tidak berguna lagi.

Dan kita harus siap berproses dengan menghadapi berbagai masalah setiap hari. Mulai dari dihina, diipandang sebelah mata, diremehin, diketawain, dicibir, dinyinyir, dan banyak lagi.

Sebab PAKU YANG BENGKOK , TAK AKAN DIPUKUL HINGGA MENANCAP.

Tapi...

Paku yang LURUS , KUAT DAN KOKOH akan dipukul , dihantam sampai dia benar-benar menancap kuat... 
    
Karena jika kita kuat tekad, lurus niat, pasti akan seperti paku yang menancap pada kayu.
Dan yakinlah pada diri sendiri. Karena keyakinan adalah modal dan power.

NN 

MENGAPA KURA-KURA BERUMUR PANJANG

seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :
"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk ke dalam cangkangmu...???"

Kura-kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku jawab...???”

Ikan berkata :
“Semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat-mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah...!!!"

Kura-kura berkata :
"Komentar orang lain apakah penting...???
Aku tidak menghindar,
Aku tidak lari dari kenyataan,
Aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku."

Ikan bertanya lagi :
"Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan...???"

Kura-kura menjawab :
"Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian.
Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian,
Kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian."

"Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan,
berbuat-lah yang terbaik dan biarkan-lah orang lain mau berkomentar apapun".
"Orang yang menyukaimu tetap akan membenarkan-mu sekalipun kamu keliru,"
Sebaliknya....
"Orang yang membencimu selalu akan menyalahkanmu sekalipun kamu benar."
"Berapa banyak waktumu terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sehingga..
kamu lupa pada dirimu sendiri kapan harus makan dan istirahat"...

"Sayangi dirimu dengan lebih peduli pada urusanmu sendiri, sebab..
Engkau akan menjadi orang yang selalu kekurangan saat kamu selalu ingin tau urusan orang lain".

Semoga kita jangan terkecoh dengan apa yang orang katakan, Jadilah diri kita sendiri...

Jadi-lah pribadi yang baik....
Dan terus meneruslah berbuat kebaikan...
Jadilah diri kita sendiri..

NN

Sabtu, 17 Desember 2022

KENAPA IBADAHKU TIDAK TERCATAT

*Kenapa Ibadahku Tak Dicatat oleh Malaikat..?*


Pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang kuat sekali tahajudnya.
Bertahun-tahun dia tidak pernah meninggalkan shalat tahajud.

Pada suatu malam ketika hendak mengambil wudhu untuk tahajud, Abu dikejutkan oleh kehadiran satu makhluk yang duduk di tepi telaganya.
Abu bertanya, 
_“Wahai hamba Allah, siapakah Engkau?”_

Sambil tersenyum, makhluk itu berkata; 
_“Aku Malaikat utusan Allah"._

Abu Bin Hasyim terkejut sekaligus bangga karena telah didatangi oleh malaikat yang mulia.

Abu lalu bertanya, 
_“Apa yang sedang kamu lakukan di sini?”_

Malaikat itu menjawab, 
_“Aku disuruh mencari hamba pencinta Allah.”_

Melihat Malaikat itu memegang sebuah kitab tebal, Abu bin Hasyim  lalu bertanya;
_“Wahai Malaikat, buku apakah yang engkau bawa?”_

Malaikat menjawab; 
_“Di dalamnya terdapat kumpulan nama hamba-hamba pencinta Allah.”_

Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dalam hati mudah-mudahan namanya ada di situ.

Maka diapun bertanya, 
_“Wahai Malaikat, adakah namaku di situ ?”_

Abu menyangka namanya ada di dalam buku itu, karena amalan ibadahnya yang tidak putus-putus, selalu mengerjakan shalat tahajud setiap malam, berdo’a dan juga bermunajat kepada Allah SWT di sepertiga malam, setiap hari.

_“Baiklah, biar aku lihat,”_ kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya. 
Dan, ternyata Malaikat itu tidak menemukan nama Abu bin Hasyim di dalamnya.

Tidak percaya, Abu meminta Malaikat mencari sekali lagi.

_“Betul... namamu tidak ada di dalam buku ini!”_ kata Malaikat.

Abu bin Hasyim pun gementar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat.
Dia menangis tersedu-sedu  karena namanya tak ditemukan malaikat dalam buku catatan.

_“Rugi sekali diriku yang selalu tegak berdiri disetiap malam dalam tahajud dan munajat, tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba pencinta Allah,”_ ratapnya.

Melihat itu, Malaikat berkata, 
_“Wahai Abu bin Hasyim! Bukan aku tidak tahu engkau bangun setiap malam ketika yang lain tidur, engkau mengambil air wudhu dan menahan kedinginan ketika orang lain terlelap dalam kehangatan buaian malam._
_Tapi tanganku dilarang Allah menulis namamu.”_

_“Apakah gerangan yang menjadi penyebabnya?”_ tanya Abu bin Hasyim.

_“Engkau memang bermunajat kepada Allah, tapi engkau pamerkan dengan rasa bangga ke mana-mana._
_Engkau asyik beribadah memikirkan diri sendiri._
_Sedang di kanan kirimu ada orang sakit, ada orang lapar, ada orang sedang sedih, tidak engkau tengok, tidak engkau ziarahi._
_Mereka itu mungkin ibumu, mungkin adik atau kakakmu, mungkin sahabatmu, mungkin juga saudara seagama denganmu, atau mungkin mereka adalah tetanggamu._

_Mengapa engkau tidak peduli dengan mereka..?_

_Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pencinta Allah kalau engkau sendiri tidak pernah mencintai hamba-hamba yang diciptakan Allah?”_ kata Malaikat itu.

Abu bin Hasyim seperti​ disambar petir disiang hari.
Dia tersadar hubungan ibadah manusia tidaklah hanya kepada Allah semata _(hablumminAllah)_, 
tetapi juga kepada sesama manusia _(hablumminannas)_, dan juga kepada alam.

Jangan bangga dengan banyaknya shalat, puasa, dan dzikir, 
karena itu semata belum tentu membuat Allah senang. 

*Apa yang membuat Allah senang...???*

Nabi Musa: 
_"Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah shalat,  dzikir, dan puasa. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang?"_

Allah swt berfirman: 

_"Shalatmu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan shalat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan mungkar._

_Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri, membuat hatimu menjadi tenang._

_Puasamu itu untukmu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri."_

Nabi Musa : 
_"Lalu apa yang membuat Mu senang yaa Allah?"_

Allah swt berfirman: 

_"SEDEKAH, INFAQ, ZAKAT serta PERBUATAN BAIK-mu._
_Itulah yang membuat AKU senang._
_Karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, AKU hadir di sampingnya._
_Dan AKU akan mengganti dengan ganjaran 700 kali lipat."_ 

*******

(Dikutip dari Kitab: _*Mukasyafatul Qulub*_ Karya Imam Al Ghazali)
😌🙏❤💕