Catatan Saat Berdua

Catatan Tentang Kita Berdua tak Akan Ada Akhirnya .

Catatan Keluargaku

Ini adalah Catatan Kebahagian kita Kebahagiaan Dalam Bingkai Keluarga.

Catatan Tentang Kita

Catatan yang Paling Indah adalah Kita Jadikan Keluarga ini Tempat Kebahagiaan.

Catatatn : Anakku

Akan Tetap Terselip Diantara Untaian Doa kami Untuk Kebahagian Dunia dan Akhirat mu.

Catatan Abadi

Seandainya Aku Dihidupkan Kembali, Aku Akan Tetap Memilih Kalian Jadi Bagian Keluargaku.

Catatan : Aku

Ini Adalah Catatan Agar Aku Tak Lupa Bahwa banyak Catatan tentang Kita.

Catatan : Kita

Aku, Kau dan Kalian adalah Kita.

Catatan : Bahagia

Catatan Penting : Kita Raih Bahagia Bersama.

Catatan : Dirimu

Kalau Boleh Jujur...Aku Beruntung Kau Jadi bagian Hidupku.

Kamis, 23 Juli 2026

ISTIQOMAH DI TENGAH PUSARAN FITNAH ZAMAN



Allah ﷻ berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya : "Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu, dan demikian pula orang-orang yang telah bertobat bersamamu. Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud 11:112)

Di zaman yang penuh gejolak ini, mempertahankan iman sering kali terasa lebih berat daripada mengucapkan syahadat. Setiap hari kita disuguhi berbagai fitnah yang datang silih berganti. 

Fitnah harta, jabatan, kekuasaan, syahwat, media sosial, informasi yang menyesatkan, hingga budaya yang perlahan mengikis rasa malu, kejujuran, dan kecintaan kepada agama. Tidak sedikit orang yang dahulu rajin beribadah, kini mulai lalai. 

Yang dahulu lembut lisannya, kini mudah mencaci. Yang dahulu menjaga ukhuwah, kini mudah terpecah oleh perbedaan.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya : "Seseorang pada pagi hari masih beriman, namun pada sore hari menjadi kafir. Atau pada sore hari beriman, lalu pagi harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dunia." (HR. Muslim)

Hadis ini tidak sekedar mengingatkan, melainkan agar kita selalu waspada setiap saat. Musuh terbesar seorang mukmin bukan hanya fitnah yang datang dari luar, tetapi juga kelalaian yang tumbuh berlahan di dalam hati dan terus dibiarkan. 

Karena itu, bekal paling berharga di akhir zaman bukan sekadar banyaknya ilmu, melainkan istiqomah tetap teguh di atas jalan Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.

Istikomah bukan berarti tidak pernah jatuh. Istikomah adalah setiap kali tergelincir, segera bangkit dengan taubat. Ketika lalai, segera kembali mengingat Allah. Ketika hati mengeras, segera membasahinya dengan tilawah Al-Qur'an, zikir, doa, dan amal saleh. 

Allah tidak menuntut kita menjadi manusia yang sempurna, tetapi menjadi hamba yang terus kembali kepada-Nya. Hari ini dunia menawarkan banyak jalan pintas menuju kesenangan, tetapi hanya sedikit yang mengantarkan kepada keselamatan. 

Maka janganlah kita menjual akhirat demi kenikmatan yang sesaat. Jangan biarkan derasnya arus zaman menyeret kita menjauh dari Al-Qur'an, masjid, majelis ilmu, dan akhlak mulia. Jadilah seperti pohon yang akarnya menghujam kuat ke bumi; semakin kencang angin bertiup, semakin kokoh ia berdiri.

Sungguh mohonkan kepada Allah agar meneguhkan hati kita di atas agama-Nya hingga akhir hayat. Karena sesungguhnya keberuntungan bukanlah milik orang yang paling terkenal, paling kaya, atau paling berkuasa, tetapi milik mereka yang menghadap Allah dengan iman yang tetap terjaga.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya :"Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. at-Tirmidzi)

Istiqomah di tengah pusaran fitnah zaman adalah ujian terbesar umat Islam, di mana godaan syahwat dan syubhat serta tipu daya informasi datang tanpa henti. 

Sabda Rasulullah ﷺ : 

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

Artinya : "Akan datang suatu zaman kepada manusia, di mana orang yang bersabar mempertahankan agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api."(HR. at-Tirmidzi No. 2260.)

Hadis ini sangat relevan dengan kondisi umat saat ini. Menggenggam bara api adalah sesuatu yang secara naluriah ingin segera dilepaskan karena panasnya menyakitkan. Demikian pula seorang mukmin di akhir zaman. 

Ketika ia memilih jujur sementara kebohongan dianggap biasa, menjaga halal ketika yang haram mudah didapat, menundukkan pandangan saat maksiat tersebar, atau tetap menghadiri masjid ketika banyak orang lalai, ia akan menghadapi tekanan, ejekan, bahkan mungkin dikucilkan.

Namun justru di situlah letak kemuliaannya. Semakin berat ujian untuk mempertahankan agama, semakin besar pula pahala yang Allah sediakan. Karena itu, istiqomah bukanlah tanda bahwa jalan hidup kita akan selalu mudah, melainkan tanda bahwa kita memilih tetap berada di jalan yang benar meskipun penuh ujian.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istikomah, yang tidak tergoda oleh gemerlap dunia, tidak goyah oleh derasnya fitnah zaman, dan menutup usia dengan husnul khatimah.

*SEMOGA BERMANFAAT*

*Silahkan dishare tanpa merubah tulisan*
Sumber: Kajian Jendela Fajar

Senin, 13 Juli 2026

MENULIS OTOBIOGRAFI SENDIRI



Secara umum, biografi adalah kisah atau riwayat hidup seseorang yang telah terbentuk teks. Biografi yang ditulis untuk diri sendiri biasanya berfungsi untuk memperkenalkan diri ke masyarakat umum atau untuk melamar pekerjaan.

Tugas kamu pada pembelajaran ini mampu menulis otobiografi kamu secara singkat sekaligus mampu menyampaikannya secara baik di depan kelas.

Apa yang Harus Ada dalam menulis Biografi Diri Sendiri?
Pada dasarnya, ada beberapa hal penting yang harus ada di biografi, 

Dalam sebuah biografi diri sendiri yang disampaikan adalah:
1. Pengenalan diri dengan nama lengkap dan tempat kelahiranmu.
2. Menceritakan sedikit tentang keluarga, saudara kandung, dan latar belakang orang tua secara singkat, 
3. Menyampaikan riwayat pendidikan beserta nama sekolah atau universitas, serta pengalaman penting ketika menempuh pendidikan tersebut.
4.amu bisa menambahkan peristiwa dan kejadian penting atau kejadian yang mengubah hidup kamu seperti keadaan sekarang. Hal ini berguna untuk memotivasi pembaca bahwa kamu sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu atau mencari pekerjaan.
5. Menyampaikan hal penting yang harus ada selanjutnya yaitu prestasi, kegiatan dan sebagainya secara singkat.

Di bawah ini ada beberapa contoh biografi.

Contoh Pertama
Nama saya adalah Riska Andini, lahir di Jakarta, 17 Juli 1999, Saya adalah anak kedua dari empat bersaudara, dari pasangan Zulkarnain dan Fatimah. Riska adalah nama panggilan saya, saya terlahir di keluarga yang sederhana, ayah saya seorang karyawan pabrik, sedangkan ibu saya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Sejak kecil, saya selalu dinasehati oleh ayah untuk selalu rajin beribadah, jujur dan baik terhadap sesama.

Ketika berumur 7 tahun, saya memulai pendidikan di SDN Cihuni, Jakarta, kemudian setelah lulus melanjutkan pendidikan di SMPN 3 Jakarta di tahun 2011. Setelah lulus dari SMP di tahun 2014, dia mengikuti bibinya tinggal di kota Tangerang dan melanjutkan pendidikannya di SMAN 17 Kabupaten Tangerang.

Ketika menginjak kelas X SMA, saya mengikuti lomba menulis puisi antar sekolah se-Kabupaten Bandung, dan puisinya yang berjudul "Keluargaku" menjadi juara ke 2 dalam perlombaan tersebut. Hal ini membuat saya semangat dalam menulis, terutama puisi-puisi bertemakan kekeluargaan. Bagi saya keluarga merupakan aspek penting yang harus selalu dijaga sampai akhir hayat.

Selain itu, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah, bergabung dengan organisasi Pramuka dan pernah menjabat sebagai OSIS di bidang budi pekerti luhur atau akhlak mulia.

Saat saya masih duduk di kelas XII SMA di jurusan IPS, setelah lulus nanti saya berencana untuk melanjutkan kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indonesia.

Contoh Kedua
Farah tinggal di kota Tangerang dan menjadi salah satu siswi kelas XI, SMAN 12 Kota Tangerang dengan jurusan IPA. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 1999.

Selain memiliki ketertarikan dalam bidang yang berhubungan dengan matematika, ia juga memiliki hobi menggambar, terutama menggambar alam. Baginya menggambar alam bisa menghilangkan kejenuhan setelah pulang sekolah.

Semasa kecil dia pernah tinggal di dekat kali Cisadane dan setiap musim hujan rumahnya selalu kebanjiran dan harus mengungsi ke tempat penampungan. Hal tersebut membuatnya berpikir bahwa datangnya banjir tersebut bukan semata karena faktor alam saja, namun juga karena faktor manusia yang sering membuang sampah sembarangan ke sungai.

Itulah yang membuatnya untuk ikut menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Dia pun bergabung dengan komunitas peduli lingkungan di kota Tangerang, setiap akhir pekan ia melakukan penyuluhan dan bakti sosial kepada masyarakat sekitar.

Saat ini Farah tinggal bersama orang tuanya di perumahan Bonang no 17. Selain aktif di komunitas peduli lingkungan, ia juga aktif di komunitas menggambar dan juga komunitas tanam hias.

Contoh Ketiga
Ahmad Fikri atau sering dipanggil Iky memiliki hobi membaca dan bermain futsal. Ia lahir di kota Jakarta pada tanggal 20 Februari 1997 dari pasangan Anton dan Eliza. Iky memiliki seorang kakak bernama Gita Apriani yang sudah menikah dan kini tinggal bersama suaminya di Bandung. Ia juga memiliki sepasang adik kembar perempuan bernama Ocha dan Acha yang berusia 8 tahun.

Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 2003 - 2009 di SDN Duren Tiga. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN 1 Jakarta dari tahun 2010 - 2013. Kemudian melanjutkan sekolah ke SMAN 8 Jakarta. Di SMA ini, dia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan juga aktif dalam organisasi OSIS. Bahkan ia pun sempat menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahnya.

Dia memiliki cita-cita dalam beberapa tahun mendatang untuk bisa bergabung dengan Tim Nasional Futsal Indonesia dan membawa harum nama Bangsa di Asia dan Dunia. Diantaranya: Juara II Piala Jakarta 2015, juara I futsal Hardiknas Cup 2015.

Contoh Keempat
Nama saya Muhammad Haikal. biasa dipanggil Haikal. Saya lahir di Jakarta, 24 April 1994, saya anak kedua dari tiga bersaudara, ayah saya bernama Muhammad Bara dan ibu saya bernama Siti Fatimah. Ayah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan ibu saya sebagai Pegawai Swasta disuatu Perusahaan.

Saya bersekolah SD di SD Negeri 5, saya melanjutkan SMP di SMP Mutiara, yang letaknya tidak jauh dekat dengan sekolah SD saya. Saya melanjutkan SMA di SMA Negeri 7 Jakarta, disitulah saya mengenakan seragam putih abu-abu dan menuntut ilmu selama 4 tahun.

Saya mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat SMA, dan melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya dengan Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen di kota Malang. Saya mendapat gelar S1 Sarjana Ekonomi pada 17 Mei 2016.

Demikian penjelasan mengenai contoh biografi diri sendiri. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin membuat biografi sebagai keperluan personal.

Contoh Kelima
Nama saya Rita Agustin, saya dibesarkan oleh keluarga yang bukan dari keturunan darah biru. Ayah dan ibu saya berasal dari keluarga sederhana di Tangerang. Saya lahir pada tanggal 12 Juni 1999, kemudian saya melanjutkan sekolah SMP di SMPN 3 Tangerang, dan lanjut ke SMAN 8 Tangerang.

Saya memiliki kakak perempuan yang selalu menyempatkan untuk mengajari saya mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang saya bawa dari sekolah. Saya memiliki hobi olahraga di bidang bulu tangkis. Saya pernah mendapatkan juara II dari Kota Tangerang.

Saat ini saya masih melanjutkan SMA Negeri 8 di Tangerang. Saya memiliki cita-cita untuk meneruskan hobi saya ke jenjang yang lebih matang sebagai atlet bulu tangkis.

Demikian penjelasan mengenai contoh biografi diri sendiri. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin membuat biografi sebagai keperluan personal.